
Termasuk melawan Ayah anda sendiri tuan Peter?"
Peter terdiam dengan semua hal yang saat ini dikatakan oleh Alfredo,di lubuk hati Peter yang paling dalam sebenarnya Peter sangat merindukan Ayahnya, sejak kematian sang Ibu,Ayahnya berubah menjadi sangat kejam dan mulai masuk dalam dunia hitam mafia dan di saat itulah si kecil kehilangan sosok Ini sekaligus sang Ayah.
"Jika dia bisa panutan yang baik aku tidak akan pernah melawan nya seperti sekarang Alfredo,aku akan melakukan hal ini jika sampai pimpinan kalian melukai orang -orang yang aku cintai"
Peter mengatakan hal tersebut sambil menembak salah satu pengawal naga hitam.
"Kalian bukan keluarga ku lagi!"
Setelah mengatakan hal tersebut terjadi baku tembak di halaman depan, Michelle dan Richard langsung terpisah dengan sendirinya semua orang sibuk melindungi dirinya masing -masing dari tembakan demi tembakan yang terus menggema di udara.
"Alexander cepat cari keberadaan Lilian di dalam biarkan kami yang menahan musuh untuk tetap berada di luar"
Richard mengatakan hal tersebut kepada Alexander.
"Baik paman Richard"
"Alexander ayo cepat"
Michelle menarik lengan Alexander untuk segera masuk ke dalam, dan detik itu juga Richard langsung mengetahui jika putri yang dia cintai,putri yang dianggap nya masih seperti anak kecil, detik ini,malam ini memilih untuk menemani Alexander masuk ke dalam rumah tua untuk membantu Alexander.
__ADS_1
"Sayang lindungi diri mu dengan baik"
Richard hanya bisa berpesan seperti itu kepada Michelle, kondisi mereka yang semakin berjarak oleh baku tembak membuat Richard tidak dapat memberikan banyak pesan ataupun sebuah perlindungan.
"Michelle mengerti papa"
Setelah selesai mengatakan hal tersebut Michelle dan Alexander segera masuk ke dalam rumah tua.
"Alexander kita harus hati -hati suasana sepeo seperti ini sebenarnya lebih berbahaya"
"Ya kak"
Dengan masih mengarahkan pistol, Alexander dan Michelle mulai masuk ke dalam rumah tian tersebut,rumah tua dengan arstitektur jaman kuno dengan lima lantai yang disisi kanan kirinya terdapat banyak lukisan tua.
Tiba -tiba Peter berteriak kepada Alexander karena salah satu lukisan di samping nya mengeluarkan jaring kecil.
Peter menangkap Alexander dengan cepat sehingga pada akhirnya mereka berdua jatuh ke lantai.
"Alexander bagaimana keadaan mu?"
Michelle segera menghampiri Alexander, terdapat luka memar di tangan kiri Alexander.
__ADS_1
"Aku baik -baik saja kak Michelle"
"Ayo tuan Alexander,nona Michelle ikuti langkah ku,hati -hati ini disini banyak sekali jebakan yang jika terkena bisa langsung mati"
Alexander dan Michelle saling berpandangan,ada sebuah rasa ragu di dalam hati mereka masing -masing saat Peter mengatakan hal tersebut,identitas Peter yang sudah terbongkar membuat kakak beradik ini menjadi ragu terhadap dirinya.
"Tuan,nona aku mohon untuk saat ini tidak ada waktu lagi untuk berpikir,aku berjanji setelah kita keluar dari sini aku akan menjelaskan semuanya"
Peter mencoba menyakinkan Alexander dan Michelle yang masih memandangnya dan tidak mau untuk mengikuti langkah Peter.
"Baiklah Peter,kau berhutang banyak penjelasan kepada ku"
"Baik tuan Alexander,ayo"
Peter segera kembali berjalan dengan Michelle dan Alexander berada di belakang nya.
"Nona Michelle awas!"
Peter menembak satu jaring dari atas yang hendak mengenai Michelle.
Hai,pembaca setia tuan Alexander vote dan like
__ADS_1
author yah agar authornya bisa tambah semangat lagi.