
Hentikan omong kosong mu Jansen,kau sedang mabuk, sekarang kau pergi!"
Tiba - tiba terdengar suara Albert berteriak sangat kencang di hadapan banyak orang.
"Tuan Albert yang terhormat tunangan yang kau banggakan itu bukan lah wanita baik -baik,dia berlindung di balik ketegasan nya,dia pernah menjadi mantan teman tidurku di masa lalu"
Kini semua orang yang berada di dalam ruangan tersebut pandangan matanya langsung mengarah ke Albert,semua awak media ingin mendapatkan berita terbaik dari permasalahan yang saat ini sedang terjadi.
"Tidak ada yang perlu untuk di bicarakan di sini Dokter Jansen,kau terlambat aku sudah mengetahui semuanya dan aku menerima semua masa lalu tunangan ku,kau harusnya malu,dengan kau membongkar masa lalu seorang wanita yang pernah menjadi teman tidur mu di masa lalu, kau adalah sama saja dengan seorang laki - laki pencundang,laki - laki sejati tidak akan pernah melakukan hal ini"
"Jadi sekarang aku minta kau pergi dari ruangan ini"
Albert mengatakan hal tersebut dengan sangat tenang, sedangkan Dokter Jansen menjadi sangat malu dengan setiap perkataan nya sendiri.
"Apa yang dikatakan oleh Albert itu benar Jansen,saat ini kau pasti sedang frustasi karena istri ku pasti sudah memberikan penolakan pada mu"
"Kalian semua yang hadir disini,kalian perlu tau bahwa laki - laki yang saat ini sedang meracau menginginkan istriku juga,namun sayangnya laki - laki ini tidak akan pernah mendapatkan cinta istri ku,dia hanya sedang menjadi seorang pemimpi,sungguh aku kasihan padanya"
Alexander mencibir ke arah Dokter Jansen dan Dokter Jansen merasa sangat malu dengan ucapan demi ucapan Alexander.
"Awas kau Alexander!"
Dokter menunjuk wajah Alexander dengan penuh amarah dan pada akhirnya Dokter Jansen meninggalkan ruangan tersebut.
"Tuan dan nyonya silahkan lanjutkan pesta ini sampai akhir anggap saja kalian baru mendapatkan pertunjukan gratis dari laki - laki tadi"
Semua orang pada akhirnya melanjutkan kembali pesta,namun pandangan mata mereka tetap tidak bisa lepas dari Michelle, Michelle yang merasa terus di perhatikan pada akhirnya memilih untuk meninggalkan ruangan tersebut
"Jangan,biarkan Albert yang menyelesaikan ini terlebih dahulu"
Richard mencoba menghalau Clarissa yang akan menyusul Michelle, Richard tau bahwa Albert sedang bergerak menyusulnya.
"Jian Lee maafkan kami"
Richard langsung mengatakan hal tersebut kepada Jian Lee.
"Apa yang membuat mu harus meminta maaf kepadaku?"
"Karena Putri kami masuk ke dalam keluarga mu dalam keadaan seperti ini"
"Richard kau kenal aku sudah lama kan?,jika Putraku bisa dan sanggup menerima Michelle berarti aku juga akan melakukan hal yang sama,kau tenang saja aku dan istri ku tidak ada masalah dengan hal ini"
Jian Lee menepuk - nepuk pundak Richard berusaha untuk menenangkan Richard.
"Michelle tunggu!
Albert berlari ke arah taman belakang menyusul Michelle.
__ADS_1
"Untuk apa kau kemari Albert? sekarang kau sudah tau semuanya kan? untuk apa kau berbohong kepada semua keluarga kita bahwa kau sudah mengetahui semuanya?kau berbohong Albert,kau baru mengetahui semua hari ini saat Jansen masuk ke dalam ruangan dan mengatakan hal tersebut kan,lantas kenapa kau harus berbohong?"
Air mata Michelle terjatuh saat Michelle mengatakan hal tersebut rasak sesak di dalam dadanya begitu dalam saat namanya kini sudah tercoreng oleh semua media.
"Jadi kau ingin tau kenapa aku melakukan ha itu?"
"Aku menyelamatkan nama baik mu,jika memang saat ini ada masalah kita selesaikan berdua dan mereka tidak perlu tau,jadi hal ini yang membuat mu berubah? pasti laki - laki yang bernama Jansen telah mengancam mu?"
Michelle yang mendengarkan pertanyaan Albert langsung menganggukan kepalanya.
"Kurang ajar! dia tidak tau caranya menghargai wanita!"
"Aku memang pantas untuk tidak di hargai,aku sudah menjadi pembunuh!"
"Michelle"
"Jangan sentuh aku!"
Albert yang hendak menyentuh pundak Michelle segera mengurungkan niatnya karena Michelle membentaknya.
"Ya,kau memang pernah melakukan hal itu,dan itu memang tidak akan pernah bisa hilang dari ingatan mu,namun kau tidak bisa terus tenggelam di dalam rasa bersalah seperti ini terus,kau tidak bisa menyimpan semua sendiri,ayo kita lalui bersama"
"Lepaskan aku Albert, tinggalkan aku!"
Michelle terus mengatakan hal tersebut sambil menangis dan menjerit.
Ingin rasanya Albert memeluk tubuh wanita cantik yang saat ini sedang terpuruk,ingin sekali Albert menenangkan hati wanita tersebut,namun saat ini sepertinya Albert tidak bisa melakukan hal tersebut karena Albert juga butuh untuk menenangkan diri.
"Baiklah,aku akan tinggalkan mu disini,nanti jika kau sudah tenang aku harap kau mau menghubungi ku"
Setelah mengatakan hal tersebut Michelle duduk di bangku taman dan masih menangis.
"Kenapa semuanya jadi seperti ini!!"
Dengan berderai air mata Michelle berlari ke dalam kamarnya lewat halaman samping.
Sementara itu di dalam pesta terus berlangsung namun wajah keluarga Chandradinata murung, sehingga Keisha pun pada akhirnya tidak menikmati pesta tersebut,pesta tersebut selesai tanpa arti di hati Keisha.
"Sayang maafkan aku, pesta mu jadi rusak karena kedatangan laki - laki itu"
Alexander mengatakan hal tersebut di dalam kamar sambil membantu melepaskan mahkota Keisha.
"Alex aku mengerti,pasti saat ini kak Michelle sedang terpuruk"
"Ya kau benar, semoga Albert bisa menyelesaikan masalah ini dengan baik"
"Ya sayang,ayo kita tidur aku sangat lelah"
__ADS_1
Keisha mengatakan hal tersebut dengan bahasa isyarat dan mengajak Alexander untuk berbaring di tempat tidur.
"Sementara itu terjadi keributan di kecil di dalam kamar Kimmy da juga Edward.
"Dasar anak tak tau diri!"
Edward memukulkan tangannya di tembok,dia sangat marah dengan hal yang telah dilakukan oleh Michelle.
"Edward aku mohon kendalikan emosi mu"
"Bagaimana aku bisa mengendalikan emosi jika anak ku telah mencoreng nama baik keluarga kita?"
"Ya aku mengerti tapi tidak cara seperti ini kita menghadapi Michelle"
"Lantas dengan cara apa ha?"
"Izinkan aku yang berbicara padanya"
Kimmy mencoba untuk membujuk Edward agar menjadi lebih tenang.
"Baiklah,aku mengizinkan mu"
"Berarti malam ini aku akan tidur di kamar Michelle"
"Untuk apa?"
"Untuk berbicara padanya"
Edward hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"Baiklah,baiklah"
"Terima kasih sayang"
Kimmy mencium kening Edward dan segera meninggalkan kamar Edward.
Sementara itu di luar pintu gerbang nampak satu laki - laki frustasi masih duduk di depan mobilnya..
"Minum lah minuman ini akan segera melegakan amarah mu"
Perlahan terdengar suara seorang gadis menghampiri laki - laki tersebut.
"Siapa kau?"
"Dokter Jansen nama ku Aira"
Hai,pembaca setia tuan Alexander vote dan like yang banyak yah agar authornya semangat.
__ADS_1