MY QUEEN ( I Love My CEO 2)

MY QUEEN ( I Love My CEO 2)
CINTAI LAH CINTA


__ADS_3

Kau sudah selesai makan?"


Michelle tiba - tiba bersuara,dan Keisha langsung mencari pena dan kertas untuk menjawab pertanyaan Michelle.


"Kau tak perlu mencari benda - benda tersebut,aku mengerti bahasa isyarat"


Ucapan Michelle membuat Keisha terdiam.


"Nona maafkan aku,jika aku membuatmu merasa tidak nyaman berada di meja makan ini"


Keisha menggunakan bahasa isyarat tersebut dengan takut,dia tau betul karakter dari Michelle.


"Jangan panggil aku nona,kau bukan pelayan ku,kau adalah istri dari adik ku"


Deg


Hati Keisha seakan ingin lompat dari tempatnya ketika Michelle mengatakan hal tersebut, meskipun Michelle mengatakan hal tersebut sama sekali tidak memandang Keisha namun masih sibuk dengan roti panggang yang berada di tangan nya,namun perkataan dari Michelle sangat membuat Keisha senang.


"Terima kasih nona,maaf maksud ku kak Michelle


Keisha mencoba tersenyum dengan bahasa isyarat yang dia gunakan.


"Untuk apa kau berterima kasih ha? memang seharusnya seperti ini"


Keisha tersenyum dengan perkataan dari Michelle dan setelah itu mereka sibuk berkonsentrasi dengan makanan nya masing - masing sambil menunggu para laki - laki yang masih belum kembali menghampiri mereka berdua.


"Sekarang katakan padaku, kenapa kau ingin kita berbicara berdua saja di ruang kerja mu Alexander?aku sangat yakin kau tidak akan menyuruhku untuk memeriksa mu kan?"


Albert yang sudah berada di ruangan Alexander segera merebahkan dirinya di atas sofa.


"Bangun Albert Lee malas sekali kau"


"Bukan malas Alexander tapi aku masih mengantuk"


"Lalu untuk apa pagi - pagi kau kemari?"


"Untuk apa lagi jika tidak untuk kakak mu Michelle"


"Kau masih mengejarnya?"


"Ya tentu saja,ikan yang aku dapatkan belum masuk - masuk,jadi aku akan berusaha lebih giat lagi"


"Jadi kau kira kakak Michelle itu ikan ha?"


Mendengar perkataan Alexander, Albert langsung terbangun dari sofa.

__ADS_1


"Alexander bukan seperti itu maksudku,mana mungkin aku menyamakan kakak mu seperti ikan,dia My princess"


"Ah sudahlah,ada beberapa hal yang ingin aku bicarakan kepadamu Albert"


"Katakanlah"


"Ini soal wanita itu"


"Wanita itu? maksud mu nona Keisha?"


"Ya itu yang aku maksud"


"Sungguh terlalu kau menyebut istri sendiri seperti itu"


"Sudah jangan alihkan pembicaraan ku"


"Baiklah tuan Alexander terhormat apa yang akan kau ceritakan padaku?nampaknya hal yang sangat Penting?"


"Ya,aku heran dengan diriku,sudah beberapa hari ini aku merasa tidak karuan menatap wanita itu,rasa yang ingin lebih dekat lagi dengan dirinya,rasa benci,namun ada satu rasa yang lainnya yang sampai saat ini aku belum mengerti"


Dengan panjang lebar Alexander mengatakan hal tersebut kepada Albert, sedangkan Albert yang sedari tadi mendengarkan penjelasan panjang Alexander hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Hei Albert aku sedang bercerita,kenapa wajah mu seperti itu?"


"Alex,Alex aku ingin bertanya sesuatu hal kepada mu"


"Kau pernah jatuh cinta kan?"


"Ya tentu saja pernah"


"Nah yang kau alami saat ini adalah karena kau sudah mulai mencintai nona Keisha,kau merasakan ingin terus dekat dengannya ,bahkan ingin terus merasakan aroma tubuhnya"


Deg


Hati Alexander bergetar hebat saat Albert mengatakan semua hal tersebut kepada Alexander.


"Kenapa wajahmu begitu Alexander?"


"Aku tidak mungkin jatuh cinta pada wanita pelacur seperti dia"


"Ya itu adalah perkataan mu,namun hatimu tidak akan pernah bisa berbohong,kau sedang jatuh cinta Alexander, terserah kau mau mengakuinya atau tidak,tapi itu saat ini yang sedang terjadi di dalam pikiran dan hatimu"


"Ego dan dendam mu kepada nona Keisha memang besar dan hal tersebut yang membuat perasaan cinta mu sedikit tertutup"


"Pesan ku padamu,jangan sampai dendam menguasai hidupmu,kau tidak akan dapat melihat hal yang indah ketika hal tersebut menguasai pikiran mu, seperti saat ini kau tidak dapat merasakan cinta secara sempurna karena kau masih belum bisa untuk memaafkan nona Keisha, wanita yang merubah sedikit masa depan mu,namun secara tidak sadar wanita tersebut yang membuat mu membuka cinta yang baru"

__ADS_1


Alexander terdiam dengan semua perkataan dari Albert.


"Bagaimana aku bisa mencintai dia jika kenyataannya dia menjadi seorang wanita pembohong,kau tau anak yang dia kandung itu bukan anak ku,lantas untuk apa dia berkata di hadapan semua orang jika anak itu adalah anak ku?"


Kini perkataan Alexander jadi membuat Albert terdiam, Albert menatap wajah sahabatnya tersebut dalam - dalam di satu sisi dia merasa kasian dengan semua Hal yang dialami Alexander saat ini.


"Alexander jika aku boleh berkata jujur,aku tidak akan sibuk dengan perasaan marahku kepada nona Keisha atas apa yang telah dia lakukan,namun aku akan mencari tau mengapa dia sampai mengatakan hal tersebut dihadapan orang banyak, sesuatu hal yang dilakukan pasti memiliki sebuah alasan, bukan kemarahan yang terus kau pelihara kepadanya,namun bagaimana kau dapat menggali informasi dari Nona Keisha"


"Aku percaya jika kau dapat memberikan ketenangan dan perlindungan untuk nya,dia akan dengan mudah menceritakan semua hal kepadamu,tidak ada salahnya kau mencoba caraku Alex"


Albert mengatakan hal tersebut sambil menepuk - nepuk bahu Alexander,dan sebelum mereka melanjutkan banyak percakapan, terdengar suara ketukan pintu ruangan kerja Alexander.


"Hei kalian ini sudah jam berapa? apa yang sebenarnya kalian lakukan disini?"


Michelle dengan tenang masuk ke dalam ruangan dan hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat Albert dan Alexander.


"Hei nona ini urusan laki - laki dewasa"


"Dokter Albert aku tidak perduli ini urusan apa,tapi yang jelas kau menganggu jadwal praktek ku,jika kau tidak mau kembali ke Rumah Sakit sekarang aku akan pergi terlebih dulu"


Michelle mengatakan hal tersebut sambil berlalu dari hadapan mereka.


"Hei tunggu nona galak,aku akan bertanggung jawab dengan mengantarkan mu ke Rumah Sakit"


Albert berteriak dan segera berlari menyusul Michelle yang sudah berlari ke halaman.


Saat ini di ruang kerja hanya tinggal Alexander dan Keisha saja, perkataan demi perkataan dari Albert selalu terlintas di benak Alexander.


"Kemarilah"


Alexander meminta Keisha untuk mendekat ke arah meja kerjanya.


"Buka laci paling atas di meja itu"


Dengan patuh Keisha membuka Laci yang dimaksudkan oleh Alexander.


"Ambil Lima kartu tanpa limit,besok kau harus belanja semua kebutuhan wanita"


Deg


Keisha hanya bisa terpaku melihat banyak sekali kartu dengan limit tanpa batas di Laci tersebut.


"Hei kau dengar apa yang aku perintah kan atau tidak!!"


Teriakan Alexander segera membuat Keisha mengambil Lima kartu dan menunjukan semua kartu tersebut kepada Alexander.

__ADS_1


"Bagus,jika besok kau tidak membelanjakan kartu - kartu tersebut,maka aku akan menghukum mu"


__ADS_2