MY QUEEN ( I Love My CEO 2)

MY QUEEN ( I Love My CEO 2)
DOKTER MICHELLE I LOVE YOU


__ADS_3

Alex tersenyum sambil mengatakan hal itu pada dirinya sendiri,malam ini seakan -akan Alex mencoba menghindar dari perkataan tentang cinta,karena Alexander masih belum ingin untuk memulainya.


"Alex"


Tiba -tiba ada satu suara yang dia dengar dan begitu dia menoleh sang Ibunda telah berdiri di sampingnya.


"Ya Ma"


"Kau baik -baik saja?"


Mata Kimmy menelusuri wajah sang anak seakan -akan sedang mencari tau apakah sedang ada kebohongan pada diri anaknya itu.


"Tentu saja Ma,Alex baik -baik saja"


"Yakin?"


"Sangat yakin Ma"


"Baiklah jika memang keadaannya seperti itu,Mama hanya tidak ingin kau menutup diri dari Mama"


"Tidak Ma,Alex tidak akan melakukan hal itu"


"Bagus"


"Ma"


"Ya sayang?"


"Alex lelah,Alex ingin istirahat"


"Alex mendekat ke arah Kimmy dan mencium kening Kimmy dengan kasih sayang"


"Istirahat lah sayang.I Love You"


"Love You Too Maa"


Setelah Alex mengatakan hal itu,Alex segera pergi dari balkon lantai dua,Alex tidak ingin dirinya lebih banyak berbohong lagi kepada Ibunya.


"Sayang aku mencari mu,ada apa?"


Saat Kimmy termenung di balkon lantai dua,sang suami menghampiri dirinya.


"Edward,aku merasa Alex sekarang berubah"


"Berubah? kenapa kau merasakan akan hal itu?"


"Sayang,aku merasakan bahwa Alex sedang menyembunyikan sesuatu hal dari kita"

__ADS_1


Edward menatap Kimmy dalam -dalam dan mencoba mencari tau apa yang sebenarnya sedang terjadi dengan istrinya saat ini.


"Kemarilah"


Edward meminta Kimmy mendekat dan Edward langsung memeluk istrinya itu.


"Sayang,saat ini Alex sudah dewasa,dia bukan lagi bayi yang dulu kita suka gendong, sekarang dia sudah tumbuh menjadi laki -laki dewasa,dan terkadang memang benar mungkin ada beberapa rahasia yang Alex tidak dia ceritakan kepada kita,sebagai orang tua dari dirinya,kita hanya perlu memantaunya saja,biarkan dia menyelesaikan setiap persoalan yang mungkin sedang dia hadapi saat ini"


"Jangan memaksa dia untuk terbuka jika dia tidak ingin untuk terbuka,jika hal itu yang mungkin saat ini sedang terjadi di dalam dirinya berarti dia masih yakin jika dia bisa menyelesaikan masalah tersebut,lepaskan dia menjadi laki -laki dewasa yang bisa menyelesaikan setiap permasalahan nya"


Edward mengatakan hal tersebut sambil mencium mesra kening istrinya.


"Aku mengerti apa yang kau katakan Edward,mungkin benar saat ini Alex sudah tumbuh menjadi laki -laki dewasa,dia bukan my baby boy lagi, terkadang aku masih merasakan jika Alex seperti anak laki -laki yang selalu ingin kulindungi seperti saat dia masih kecil"


"Aku mengerti akan naluri mu itu,kita masih bisa melindungi anak kita,namun sekarang hanya caranya saja yang berbeda,saat ini diam - diam aku sedang memantau Alex dan mungkin ada beberapa hal yang masih luput dari pantauan ku,namun aku akan terus mencoba agar dia tetap terbuka pada kita"


"Sayang,aku hanya tidak ingin apa yang pernah aku alami di alami oleh Alex, memiliki dendam rasa pahit sehingga aku menjadi kejam terhadap wanita,sungguh aku tidak mau jika Alex juga mengalami seperti aku"


"Ya sayang,kita berdoa kepada Tuhan agar Alex selalu berada di dalam lindunganNya"


"Amin,ayo masuk udara malam sudah tidak bagus untuk kita yang sudah berusia lanjut ini"


Edward mengajak Kimmy untuk masuk ke dalam dan menuju ke dalam kamar mereka untuk istirahat.


Sementara itu diruang tengah kini hanya tinggal tersisa Albert dan juga Michelle yang sedang asyik dengan ponselnya masing -masing.


Tiba -tiba Albert berteriak -teriak karena club' sepak bola jagoan nya menang dalam pertandingan.


"Hei berisik!!"


Michelle yang mendengar teriakkan dari Albert langsung melempar Albert dengan bantal yang berada di atas sofa tempat mereka duduk saat ini.


"Hei,kau jadi perempuan kenapa kasar sekali,aku kan akan mengapresiasi kesenangan ku saja,dan kau tiba -tiba melemparku dengan bantal ini, sungguh terlalu"


"Salah sendiri kau berisik!"


Albert segera mendekati Michelle dan tiba -riba langsung merebut ponsel Michelle dari tangannya.


"Dasar wanita,tukang belanja"


Saat Albert melihat ponsel Michelle, Michelle sedang berburu diskon di salah satu toko online favoritnya.


"Hei kau berani sekali mengambil ponsel ku tanpa izin"


Dengan gerakan yang cepat Michelle segera mendekati Albert dan menarik tangan Albert ke belakang, Michelle melakukan gerakan itu dengan sangat mudah,karena Michelle juga seorang gadis yang jago bela diri.


"Auuuu,sakit,sakit ampun,ini aku kembalikan ponselmu tapi lepaskan aku"

__ADS_1


Michelle yang mendapatkan ponselnya kembali segera langsung melepaskan Albert.


"Kau gila,kau hampir saja membunuhku"


"Kau yang terlalu melebih -lebihkan,sudah aku mau tidur,awas besok jika kau sampai terlambat adik kecil"


Michelle mengacak -acak rambut Albert dan segera meninggalkan ruangan tersebut.


"Hei,aku bukan adik kecil mu nona,usia kita hanya terpaut empat tahun,aku ini laki -laki dewasa!"


Albert berteriak ke arah Michelle yang semakin menghilang dari hadapannya.


"Sial,baru kali ini aku bertemu dengan gadis yang jago bela diri,tapi ini sangat menarik"


Albert tersenyum dengan senyum khasnya yang banyak membuat para gadis -gadis menjadi tergila -gila karena hal itu.


"Aku akan menjadikan mu wanitaku,dan aku akan menaklukkan hatimu,mulai dari saat ini semakin kau menolaknya,maka aku akan semakin maju untuk mengejarnya,Dokter Michelle tunggu saja aku pasti bisa mendapatkan hatimu yang sangat keras itu"


Albert tersenyum dan segera masuk ke dalam kamar tidurnya.


Sementara itu Lilian dan juga Natan sedang asyik berbicara lukisan hingga larut malam.


"Paman Natan"


"Ya sayang"


"Apa paman tidak tertarik untuk menikah?saat ini usia paman sudah semakin berumur,apa paman tidak ingin ada yang mendampingi?"


Tangan Natan yang saat ini sedang melukis di sebuah kanvas langsung terhenti dengan apa yang dikatakan oleh Lilian,dengan perlahan Natan menghadap ke arah Lilian.


"Sayang,bukannya paman tidak ingin menikah,namun sampai saat ini paman belum menemukan gadis yang tepat untuk paman"


"Hmm,apa perlu Lilian bantu?"


Natan tersenyum saat menghadapi perkataan ponakannya yang masih polos itu.


"Paman akan mencarinya sendiri sayang,kau tak perlu repot-repot untuk melakukan hal itu kepada paman"


"Ya,ya semoga paman ku yang ganteng ini segera menemukan pasangan hidupnya,paman kapan bibi Lisa akan datang?"


"Ah lusa dia akan kembali dari Paris"


"Baiklah,Lilian akan mempersiapkan kado istimewa untuk bibi Lisa,good Night paman"


Setelah Lilian mengatakan hal itu,Lilian segera pergi dari hadapan Natan,kini tinggal Natan seorang diri yang masih berada di dalam ruangan tersebut.


"Pasangan?jatuh cinta?"

__ADS_1


Senyum Natan hambar dengan kedua kata -kata yang saat ini dia ucapkan.


__ADS_2