MY QUEEN ( I Love My CEO 2)

MY QUEEN ( I Love My CEO 2)
CIUMAN KEISHA & TOKO BUNGA CINTA


__ADS_3

Michelle yang telah sampai di dalam ruangannya kini hanya bisa menangis karena sebuah masa lalu yang sudah tidak ingin di ingat,masa lalu yang dia tutup rapat tanpa ada seorang pun yang tau.


"Kau lihat saja Jansen aku tidak akan pernah membiarkan mu untuk mengatakan apapun kepada semua keluarga ku"


Dengan mengusap air matanya Michelle mengatakan hal tersebut.


"Sayang,kau habis menangis?"


Michelle sangat terkejut karena tiba - tiba Albert masuk kembali ke dalam ruangannya.


"Tidak,aku tidak menangis"


"Kau sedang tidak berbohong dengan ku kan?"


"Tentu saja tidak"


"Baiklah aku akan percaya padamu,kau harus tau aku paling tidak suka jika ada yang berbohong,tidak jujur padaku"


Deg


Michelle tersentak dengan ucapan dari Albert.


Albert aku bukan wanita baik - baik seperti yang kau kira,suatu saat jika kau mengetahui kebenaran nya,aku tidak tau apakah kau bisa menerima setiap masa lalu ku.


Michelle hanya bisa memandang Albert sambil mengucapkan hal tersebut di dalam hatinya.


"Hei, kenapa kau menatap ku seperti itu, apakah ada yang salah dari wajah ku?"


Michelle langsung tersadar dari lamunannya ketika Albert mengatakan hal tersebut kepadanya.


"Tidak,aku hanya ingin bilang hari ini kau tampan"


Michelle mencoba untuk tetap tersenyum dan sebisa mungkin tetap bersikap biasa saja.


"Jadi baru sekarang kau bisa melihat bahwa calon suami mu ini laki - laki yang tampan?"


Albert mengatakan hal tersebut sambil mendekati Michelle.


"Stop jangan dekat - dekat dengan ku"


Michelle segera menghalau Albert dengan ke dua tangannya,karena sedikit lagi Albert akan menyambar bibir Michelle.


"Ya,ya aku mengerti kau akan menjaganya hanya untuk ku saja kan, menjaga sampai kita sah dihadapan Tuhan"


Deg


Hati Michelle sangat sedih dengan perkataan dari Albert.


Maafkan aku Albert,aku sudah tidak bisa menjaga tubuh ku dengan baik.


"Ayo kita pergi,kau mau makan bersama dengan ku?"

__ADS_1


Michelle mencoba mengalihkan pembicaraan agar tidak meluas.


"Ayo dengan senang hati aku akan menemani calon nyonya Lee, kebetulan jadwal praktek ku sudah selesai"


"Ayo"


Michelle segera mengambil tas nya dan menggandeng tangan Albert serta keluar ruangan.


Saat mereka keluar ruangan ada satu pasang mata yang masih mengamati langkah kaki mereka.


"Michelle kau hanyalah masa lalu ku,aku sudah membuang kau jauh - jauh,jadi sekarang jika kau berani untuk membuat rencana ku gagal, maka aku tak akan segan - segan membuat mu malu"


Sepasang mata milik Dokter Jansen yang mengamati kepergian Michelle pada akhirnya mengatakan hal tersebut di dalam hatinya.


Sementara itu di tempat lain,nampak satu orang laki - laki dengan cermat sedang mendengarkan laporan dari para pengawal nya.


"Baiklah kalian boleh pergi"


"Terima kasih tuan Lio"


Beberapa pengawal tersebut pada akhirnya meninggalkan ruangan tuan Lio.


"Apa pendapat mu tentang laporan mereka Cuen?"


Tuan Lio mencoba untuk bertanya kepada Cuen dan meminta pendapatnya.


"Tuan,jika dari cerita para pengawal yang melihat pertengkaran tuan Alexander dan Dokter Jansen di taman Rumah Sakit,pasti ini bukan masalah biasa"


"Baik tuan Lio"


Cuen segera undur diri dari dalam ruangan tuan Lio.


"Ini sungguh menarik,sangat menarik,baiklah aku akan menikmati setiap permainan yang perlahan sudah mulai terjadi"


Dengan senyum mengerikan tuan Lio mengatakan hal tersebut,satu rencana kembali tersusun di dalam pikiran tuan Lio.


Hari yang telah berganti dengan hari di jalani oleh semua anggota Chandradinata dengan baik, Keisha semakin memperlihatkan kemajuan pengobatan nya dengan Dokter Gladin, Michelle dan Albert semakin dekat dan Albert semakin merencanakan hal yang indah bersama dengan Michelle.


"Alexander, sebenarnya kau akan membawa ku kemana,kenapa kau harus menutup mata ku seperti ini?"


Dengan bahasa isyarat Keisha mengatakan hal tersebut kepada Alexander, karena hari ini Alexander membawa Keisha ke suatu tempat namun Alexander menutup ke dua mata Keisha.


"Aku akan menunjukan sesuatu hal pada mu,aku yakin kau akan bahagia,ikuti saja langkah kakiku"


Setelah mengatakan hal tersebut Alexander membantu Keisha turun dari dalam mobil dan menggiring nya untuk masuk ke tempat tersebut.


"Surprise"


Alexander langsung membuka penutup mata Keisha,dan begitu penutup mata terbuka Keisha melihat satu toko bunga bertuliskan toko bunga cinta.


"Alexander sungguh ini indah sekali,terima kasih sayang"

__ADS_1


Keisha dengan girang langsung memeluk suaminya, hati nya begitu bahagia karena impiannya untuk memiliki toko bunga pada akhirnya bisa di wujudkan oleh suaminya.


"Ya,ya kau tidak perlu memeluk ku sampai seperti ini,aku juga butuh untuk bernafas"


"Hati Keisha yang bahagia ternyata membuat pelukan nya sangat erat"


"Ah maafkan aku Alexander,aku terlalu bahagia"


Dengan bahasa isyarat Keisha mengatakan semua hal itu kepada Alexander.


"Jika kau bahagia,maka aku juga akan bahagia,ayo masuk aku akan menunjukan kantor dimana kau akan bekerja nantinya"


Alexander menggandeng tangan Keisha untuk masuk ke dalam toko bunga tersebut,semua pelayan langsung memberikan hormat begitu sepasang suami istri ini masuk.


"Perkenalkan ini adalah istriku,mulai saat ini dia akan yang akan menjadi pimpinan kalian,aku berharap kalian bisa bekerja sama dengan baik"


"Kami mengerti tuan Alexander"


"Ayo"


Setelah selesai mengatakan hal tersebut, Alexander membawa Keisha masuk lebih dalam lagi ke satu ruangan.


"Nah ini adalah ruangan mu,ruangan yang aku disain khusus sesuai dengan kepribadian mu"


Keisha sangat takjub dengan dekorasi dari ruang kerja tersebut,banyak foto pernikahan mereka terpasang,wangi bunga mawar merah menjadi ciri khas ruangan yang telah di disain khusus untuk Keisha..


"Alex sungguh hari ini aku sangat bahagia,aku tidak bisa lagi untuk berkata - kata"


Keisha mengucapkan hal tersebut dengan bahasa isyarat sambil menangis.


"Hei kenapa kau jadi menangis?"


"Aku,aku terlalu bahagia Alex seumur hidup ku aku belum pernah mendapatkan perlakuan seperti ini"


Alexander langsung memeluk tubuh istrinya, pelukan Alexander yang hangat semakin membuat Alexander bahagia.


"Alexander"


"Ya sayang"


"Aku ingin memberikan mu hadiah untuk semua yang sudah kau lakukan"


"Hadiah?"


"Ya hadiah kecil,dan ini aku persiapkan dengan penuh keberanian,tapi biarkan aku yang mengendalikan hadiah ini, sekarang pejamkan mata mu"


Dengan bahasa isyarat Keisha mengucapkan hal tersebut,tangannya bergetar namun Keisha sudah berjanji akan belajar.


"Baiklah suami akan memejamkan mata sesuai yang istri inginkan"


Saat Alexander sudah memejamkan mata,dengan perlahan Keisha memegang kepala Alexander dan mengarahkan bibirnya kepada bibir Alexander.

__ADS_1


Alexander langsung terkejut dengan hal dilakukan oleh Keisha pada dirinya.


__ADS_2