
Edward mulai mencium tengkuk Kimmy berulang - ulang
"Hentikan Edward,ini lobby Rumah Sakit"
Kimmy mencoba untuk menjauhkan tubuhnya dari Edward.
"Baiklah ayo kita ke ruangan mu"
Edward menggiring Kimmy ke dalam ruang kerjanya.
"Katakan kepadaku kenapa aku tidak boleh menyentuh mu"
Setelah sampai di dalam ruangan Edward mengunci semua ruangan,menutup semua tirai dan memeluk erat tubuh istrinya.
"Sayang,apa kau tidak malu tadi itu di tempat umum"
Kimmy mencoba untuk melepaskan pelukan Edward.
"Ya,ya sekarang kita hanya berdua,itu berarti aku bisa untuk menghirup canduku dalam - dalam"
Tanpa butuh persetujuan Kimmy, Edward segera ******* habis bibir sensual istrinya tersebut, merebahkan istri nya di atas sofa kantor dan terjadilah pertempuran di pagi hari di ruang kerja Kimmy.
Sementara itu kini Alexander sudah sampai kembali ke rumah putih, Alexander sengaja tidak membangunkan Keisha,namun lebih memilih untuk kembali menggendong Keisha sampai ke kamarnya.
"Mulai saat ini,kamar ini juga adalah kamar mu sayang"
Alexander mencium mesra kening Keisha setelah Alexander selesai menaruh Keisha yang masih tertidur di atas tempat tidur,Keisha masih dalam pengaruh obat Dokter itu sebabnya Keisha sangat terlelap dalam tidur.
"Selamat pagi tuan Alexander"
Alexander yang mendapatkan sapaan dari seseorang segera mencari sumber suara tersebut.
"Aira"
"Betul tuan,hamba senang melihat pada akhirnya nona Keisha bisa kembali dengan selamat ke rumah putih tuan"
"Ya kau benar,aku juga begitu bahagia Melihat dia telah kembali"
Alexander mengatakan hal tersebut sambil membelai rambut Keisha.
"Tolong,kau pindahkan semua barang Keisha ke dalam kamar ini,karena mulai dari sekarang dia akan tidur di kamar ini bersama dengan ku"
"Baik tuan Alexander"
"Kau mintakan ponsel kepada kepala pelayan dan berikan ponsel itu kepada istriku agar aku bisa tetap berkomunikasi dengan dia, meskipun hanya berkirim pesan"
"Baik tuan Alexander"
"Dan yang terahkir aku tidak ingin istriku mengerjakan lagi pekerjaan berat,berikan banyak pelayan untuk bisa membantu nya dalam melakukan setiap aktivitas nya,aku akan meminta para pengawal untuk menjaga nya"
"Baik tuan Alexander "
__ADS_1
"Baiklah aku akan kembali ke kantor,nanti jika dia sudah bangun kau dan para pelayan wanita harus membantu nya membersihkan diri,Karna ketika aku pulang nanti aku ingin melihat istriku tetap harum"
"Baik tuan Alexander"
Selesai mengatakan hal tersebut Alexander langsung meninggalkan kamarnya dan kembali ke kantor.
"Peter, bagaimana laporan perusahaan Farmasi ini?"
"Semua berjalan dengan sangat lancar,tuan Martin sangat membantu segala hal selama tuan Alexander sakit"
"Ya,ya paman Martin memang sangat membantuku,Peter karena aku sudah kembali ke perusahaan sekarang berikan kesempatan paman Martin untuk berlibur tanyakan padanya mau liburan dimana,aku akan memberikan dia cuti selama satu bulan beserta dengan bonus tiga kali lipat"
"Baik tuan Alexander"
"Satu hal lagi, karena hari ini istriku baru kembali dari Rumah Sakit dan sudah sembuh,aku akan memberikan bonus kepada seluruh karyawan di Perusahaan ini, berikan ini kepada bagian keuangan"
Alexander memberikan secarik kertas dengan tanda tangannya untuk diberikan kepada bagian keuangan.
Hati Alexander pagi ini begitu bahagia sehingga dia berbagi kebahagiaan tersebut dengan memberikan banyak hal kepada semua karyawan nya,semua pekerjaan pada hari ini dilakukan oleh Alexander dengan penuh semangat.
Sementara itu di Rumah Sakit,siang hari ini Albert menarik tangan Michelle untuk menuju ke kantin Rumah Sakit.
"Makan kubilang!!"
Albert mendekatkan makanan ke arah Michelle.
"Hei kau bukan Papa,kenapa kau begitu memaksakan aku untuk makan?"
"Percaya diri sekali kau,jika aku menganggap kau sebagai calon suamiku"
"Baik jika kau tetap tidak mau makan aku akan pergi dari hadapan mu"
Albert segera berdiri dari tempat duduknya dan bersiap untuk pergi.
"Jangan pergi"
Namun belum sempat Albert pergi Michelle meraih tangan nya dan memintanya untuk tidak pergi.
Albert yang melihat mata dan gerak gerik Michelle hanya bisa tersenyum dan kembali duduk.
"Itu berarti tanda nya kau sudah mengakui jika aku adalah calon suami mu kan"
"Siapa bilang"
"Baik aku akan pergi jika begitu"
"Jangan pergi"
Michelle kembali menatap Albert untuk tetap berada bersama dengan dirinya saat ini.
"Baiklah kau jawab aku dulu,apakah kau menerima cintaku?"
__ADS_1
Wajah Michelle memerah ketika Albert menanyakan hal tersebut kepadanya.
"Aku,aku akan menerima mu jika kau membawa keluarga mu dan menyatakan perasaan mu ini di depan ke dua orang tua ku secara resmi"
"Melamar mu?"
Albert sungguh tidak percaya dengan perkataan Michelle dan dia harus kembali bertanya kepada Michelle agar lebih yakin.
Sedangkan Michelle yang mendapatkan pertanyaan tersebut hanya bisa tertunduk malu.
"Baiklah dengan senang hati nona,aku akan membawa semua keluarga ku untuk menentukan hari pertunangan kita"
Albert tersenyum kepada Michelle dan mengusap kepala Michelle sebagai bentuk tanda sayangnya kepada Michelle.
Siang yang terik dengan perlahan berubah menjadi malam.
Malam hari ini Keisha sudah terbangun dan ketika dia terbangun dia begitu kaget karena berada di kamar Alexander.
"Selamat malam nona muda Keisha Chandradinata"
Senyum Aira menyambut Keisha yang masih mengantuk karena baru saja bangun.
"Ra, seperti nya aku salah kamar,aku harus segera kembali ke kamarku sebelum tuan Alex datang jika tidak dia akan marah kepada ku"
Keisha menuliskan semua kekhawatirannya tersebut di atas kertas dan menunjukan nya kepada Aira.
"Kau pasti terkejut,tuan Alexander yang meminta mu untuk tetap berada di kamar ini,bahkan tuan Alexander telah meminta para pelayan untuk memindahkan semua barangnya kemari"
Keisha menatap Aira seakan - akan tidak percaya dengan semua kata - katanya.
"Sudah,itu penjelasan singkat yang dapat aku berikan kepadamu, sekarang ayo kau harus mandi sebelum tuan Alexander datang"
Aira segera menarik Keisha dari atas tempat tidur untuk menuju ke dalam kamar mandi,dan di dalam kamar mandi tersebut Keisha diberikan banyak aromatherapy agar tubuhnya tetap wangi
Sementara itu mobil Alexander sudah masuk ke dalam halaman rumah putih, Alexander segera turun dari mobil dan menuju ke kamarnya.
"Tuan Alexander"
"Dimana istriku?"
"Nona Keisha sedang mandi tuan"
Alexander tersenyum dan meminta Aira untuk membawa pergi semua pelayan dari dalam kamarnya.
Alexander tersenyum,menggulung kemejanya agar tidak basah dan pada akhirnya masuk ke dalam kamar mandi.
Astaga tuan Alexander
Keisha begitu kaget ketika Alexander membuka pintu kamar mandi dirinya masih berendam di dalam bathtub tanpa busana.
"Jangan takut,aku tidak akan menerkam mu disini,mendekatlah biar aku bantu menggosok punggung mu"
__ADS_1