
Dan pada akhirnya mobil tersebut terus melaju menuju ke rumah utama, perkenalan Alexander dengan Keisha akan membawa Alexander pada sebuah cerita yang baru saja akan dimulai.
"Sayang,kenapa baru datang?"
Begitu Alexander membuka pintu utama nampak wajah sang Ibunda dan Kimmy pada akhirnya menghampiri anaknya tersebut.
"Ah Ibu tadi aku baru saja menyelesaikan pertemuan dengan tuan Lio"
"Ya sudah cepat temui Paman dan Bibi mu diruang keluarga"
"Baik Bu"
Alexander segera menghampiri anggota keluarganya yang lain di ruang keluarga, sementara itu Kimmy hanya termenung melihat kepergian Alexander.
Bau alkohol,tapi dia tidak mabuk,ah mungkin tuan Lio merayakannya dengan cara mereka.
Kimmy mengatakan hal itu di dalam hatinya karena dari tubuh Alexander tercium bau alkohol.
"Paman Richard,Paman Jian Lee,Bibi Fanny,dan Bibi Clarissa"
Alex yang telah sampai di ruang keluarga segera menghampiri semua anggota keluarganya yang baru tiba dari Paris dan dari Negara H.
"Hei Alex,kau tidak menyapaku?"
Suara Albert yang khas tiba -tiba memenuhi ruangan itu.
"Ah kau untuk apa kau ikut datang kemari ha?"
Alexander menepuk pundak Albert, kebersamaan mereka dari kecil membuat mereka menjadi sangat akrab.
"Mulai besok aku akan bekerja di Rumah Sakit di Negara W,jadi mulai besok aku akan tinggal di Negara ini"
Albert mengatakan hal tersebut kepada Alexander dan Alexander langsung memandang wajah Albert seakan -akan tak percaya dengan keputusan nya itu.
"Paman Edward nampaknya Alexander tidak percaya dengan keputusan ku,apakah paman bisa menyakinkan Alex?"
Edward tersenyum dengan perkataan daripada Albert.
"Ya Alex esok hari Albert akan membantu Mama Kim,dan juga Michelle dan mengelola Rumah Sakit di Negara ini, Albert ingin belajar bisnis tapi tidak di perusahaan Papanya sendiri,jadi itu sebabnya paman Jian Lee meminta Albert untuk datang ke Negara W,nah Michelle besok ada Albert yang bisa membantumu di tim Dokter untuk Rumah Sakit"
Michelle yang sedari tadi sedang asyik bermanja-manja dengan Clarissa segera kembali terduduk dengan benar begitu namanya disebutkan oleh Edward.
__ADS_1
"Ya Pa,adik ini mau membantu ku?"
"Adik,hei usia kita hanya terpaut empat tahun,jadi kau bisa memanggilku dengan sebutan nama saja"
"Ah tetap saja kau adik bagiku"
"Kau"
"Sudah,sudah untuk apa kalian berdua meributkan hal ini, Albert kau harus menghormati kak Michelle,karena apa yang dikatakan oleh kak Michelle itu benar,usia kak Michelle lebih dewasa daripada mu"
Fanny mencoba menjadi penengah diantara Albert dan juga Michelle yang sedari tadi sedang ingin mengibarkan bendera perang.
"Iya sayang apa yang dikatakan oleh Bibi Fanny itu betul,kau sebagai kakak juga harus membantu Albert saat berada di Rumah Sakit nanti"
Kini Clarissa ikut menenangkan putri kandungnya itu.
"Baiklah karena semua sudah berkumpul,ayo kita menuju ke meja makan untuk makan malam bersama"
"Tunggu kak Kim,jika tidak berkeberatan aku ingin mengambil foto kalian semua dan aku akan melukisnya"
Suara Natan tiba -tiba menyahut dari salah satu tempat duduk di dalam ruangan itu,Natan kini ikut kembali bersama dengan Clarissa dan juga Richard dari Paris dan kini Natan sudah menjadi salah satu pelukis terkenal di Negara itu.
Jian Lee segera berdiri dari tempat duduknya dan kini bersiap -siap mengambil posisi untuk di foto bersama para anggota keluarga yang lainnya.
Setelah acara sesi foto keluarga,Kimmy menggiring keluarga besarnya untuk makan, beranekaragam makanan telah disediakan oleh para koki handal di rumah utama, sepanjang acara makan malam diwarnai dengan penuh kegembiraan hingga acara selesai beberapa dari mereka sibuk dengan obrolannya masing -masing termasuk dengan Alex dan juga Albert.
"Apa yang sedang kau pikirkan Alex?"
Alexander menoleh dengan apa yang telah Albert ucapkan kepadanya.
"Kau seperti cenayang tau saja jika saat ini aku sedang memikirkan sesuatu"
"Tentu saja aku tau,kau adalah teman dan sahabat terbaikku,jadi tidak mungkin aku tidak mengetahui apa yang ada di dalam pikiran mu"
"Kemarilah"
Alexander mengajak Albert untuk duduk di balkon di lantai dua yang sepi akan kehadiran dari seseorang.
"Ada hal yang ingin aku ceritakan kepadamu"
"Soal apa Alex?"
__ADS_1
"Ini tentang seorang gadis,saat ini ada satu gadis yang sedang menginap di apartemen milikku"
"What?wah kau diam -diam ternyata yah"
"Ssssst,diam jangan sampai anggota keluarga yang lainnya curiga akan hal ini"
"Baiklah,dalam urusan cinta Albert akan selalu bisa untuk dipercaya"
"Dengarkan aku,ini bukan seperti yang sedang kau bayangkan Albert,dia gadis yang aku ambil dari tempat lokalisasi"
"What nona malam,kau menyewa nona malam?"
"Ssssst bisakah kau pelankan suaramu?jika tidak aku tidak akan menceritakan lebih lagi cerita ini"
"Baiklah,baiklah maafkan aku,ayo ceritakan"
Alexander mulai menceritakan tentang Keisha kepada Albert dari awal mereka bertemu sampai Alex membawa Keisha ke apartemen miliknya.
"Hmm,jika benar ini adalah perdagangan manusia kau harus mencari buktinya Alex dan hal itu tidaklah gampang mengingat kau mengambil gadis itu dari tangan seorang tuan muda"
"Ya aku mengerti,aku kasihan melihatnya,aku ingat jika aku memiliki adik perempuan dan dia mirip seperti Lilian"
"Ya,ya aku bisa mengerti rasa belas kasihan mu yang dari dulu tidak pernah berubah,begini saja esok hari antarkan aku untuk bertemu dengan dirinya"
"Untuk apa?"
"Kau lupa aku seorang Dokter?aku akan memeriksa keadaannya,apakah dia baik -baik saja atau tidak"
"Isssst kau,ya sudah terserah kau saja"
"Alex apa tidak sebaiknya kau ceritakan hal ini kepada Paman Edward?aku percaya paman memiliki solusi yang lebih baik untuk hal -hal seperti ini"
"Pasti aku akan menceritakan hal ini kepada Papa,namun tidak untuk saat ini, setidaknya sampai aku bisa tau dengan jelas siapa sebenarnya wanita itu"
"Nampaknya kau sangat penasaran dengan si nona tersebut,hati -hati nanti kau bisa jatuh cinta padanya"
Albert menepuk -nepuk pundak Alexander dan segera masuk ke dalam rumah untuk bergabung dengan yang lainnya kini di luar balkon hanya tinggal Alexander seorang yang mulai memikirkan perkataan dari Albert.
"Jatuh cinta,mana mungkin aku jatuh cinta pada gadis itu,jelas -jelas dia bukan seleraku,aku hanya ingin menolongnya tidak lebih, lagipula aku juga baru bertemu dengan dirinya satu kali"
Alex tersenyum sambil mengatakan hal itu pada dirinya sendiri,malam ini seakan -akan Alex mencoba menghindar dari perkataan tentang cinta,karena Alexander masih belum ingin untuk memulainya.
__ADS_1