
Saat Rena masuk Rena melihat ruang pemujaan sudah begitu berantakan.
"Yang mulia Ratu, Alexander telah pergi dari sisi ku lagi"
Melisa mengatakan hal tersebut sambil menundukkan wajahnya.
"Bagaimana bisa?"
Rena kini menatap tajam wajah Melisa
"Aku juga tidak mengetahui nya yang mulia Ratu,namun tiba - tiba semua lilin di ruang pemujaan ini mati begitu saja,siapa yang bisa kita salahkan jika bukan wanita bisu itu"
Melisa mengatakan hal tersebut sambil berteriak kepada Rena.
"Hentikan omong kosong mu itu Melisa mana mungkin wanita lemah seperti dia mampu mengalahkan ilmu hitam yang sudah lama dikuasai oleh kami"
"Tapi itu kenyataannya yang mulai Ratu, wanita tersebut sudah berhasil mengalahkan kita!"
Melisa menatap kesal yang mulia Ratu dan mencoba untuk mengatakan kembali kepada yang mulia Ratu tentang semua hal yang saat ini dia rasakan.
"Sudahlah, sekarang lebih baik kau kembali ke kamar untuk beristirahat"
__ADS_1
Setelah mengatakan hal tersebut Rena meninggalkan Melisa di ruang pemujaan seorang diri.
"Kenapa, kenapa dia tidak percaya kepadaku?hari ini betul seperti yang telah aku sampaikan!"
Melisa kembali berteriak di tengah kesunyian dan kesendiriannya,Melisa yang marah terhadap semua hal yang sudah terjadi pada malam hari ini pada akhirnya memutuskan untuk meninggalkan kembali ruang pemujaan tersebut.
Malam yang dingin seperti udara yang terasa malam hari ini, seperti hati Melisa yang terus merasakan hawa dingin tersebut hingga sampai pada alam bawah sadar nya,membuat Melisa malam ini kembali tenggelam dalam lautan depresi yang semakin membuatnya ingin merencanakan sesuatu hal yang lebih kejam namun masih takut dia jalankan.
Sementara itu Rena yang telah kembali ke dalam kamarnya kini hanya bisa merenung seorang diri.
"Wanita bisu itu,apakah benar aku terlalu meremehkan mu?apakah benar kau sebetulnya adalah wanita yang pintar?"
Rena terus mengatakan hal tersebut sambil memandang jendela kamarnya yang memiliki pemandangan yang indah tersebut.
"Ah sudahlah lebih baik aku tidur,aku akan memikirkan nya lagi nanti"
Rena pada akhirnya memilih untuk meletakan badannya di atas tempat tidur dan terlelap di tengah rasa kecemasannya tersebut.
Malam yang sebentar lagi telah berubah menjadi pagi membuat Keisha bangun lebih pagi lagi.
Ucapan doa yang selalu Keisha kumandangkan setiap pagi agar Keisha merasa menjadi lebih baik lagi.
__ADS_1
"Selamat pagi sayang"
Alexander langsung mengecup pipi Keisha setelah Alexander selesai melihat Keisha berdoa.
"Alexander selamat pagi"
Keisha mengatakan hal tersebut dengan bahasa isyarat dan langsung memeluk erat Alexander.
"Apakah setiap pagi kau selalu seperti ini?"
Alexander heran melihat Keisha selalu berdoa setiap pagi.
"Ya aku melakukan hal ini setiap pagi,ini salah satu bentuk ketaatanku kepada Tuhan dan salah satu bentuk ucapan syukur ku"
Keisha mengatakan hal tersebut kepada Alexander dengan bahasa isyarat.
"Besok pagi kau juga harus membangunkan aku jika kau akan kembali berdoa,aku mau ikut berdoa bersama dengan mu"
Alexander mengatakan hal tersebut sambil memainkan rambut Keisha.
"Ayo Alexander kita bangun,hari ini kita harus ke kediaman rumah utama"
__ADS_1
Hai,pembaca setia tuan Alexander vote dan like
author yah agar authornya bisa tambah