MY QUEEN ( I Love My CEO 2)

MY QUEEN ( I Love My CEO 2)
KONDISI PETER


__ADS_3

Pa kak Peter sudah tidak menganggap kita keluarga lagi"


Laki -laki tersebut menatap gadis tersebut yang sebentar lagi akan menangis.


"Sayang,bagi papa sekarang hanya kau anak Papa,tidak ada Peter atau yang lainnya"


Laki -laki paruh baya tersebut kembali memeluk putrinya dengan penuh senyuman.


"Alfredo mati pa?"


Di dalam pelukannya gadis tersebut menangis karena kematian Alfredo.


"Papa bisa mengerti kesedihan mu Liora, Alfredo adalah sahabat baik mu, sekarang istirahat lah kau pasti lelah,Papa telah menyiapkan liburan yang indah untuk mu"


Liora diajak beristirahat dan diajak untuk melupakan semua hal yang sudah terjadi oleh satu laki -laki paruh baya yang kini penuh dengan rencana jahat.


Sementara itu di Cambodia,semua orang -orang yang terluka langsung dilarikan ke Rumah Sakit terdekat.


"Lilian"


"Papa Edward"


Edward yang telah sampai di Rumah Sakit dan melihat Lilian duduk di depan ruang Unit Gawat Darurat seorang diri langsung berlari menghampiri putri nya tersebut.


"Lilian bagaimana keadaan mu sayang"


Edward melihat wajah dan pakaian Lilian yang sangat lusuh.


"Papa Peter papa"

__ADS_1


"Ada apa dengan Peter sayang?"


"Peter kritis pa"


Lilian mengatakan hal tersebut dengan bercucuran air mata,dan seketika itu juga Edward langsung memberikan pelukan agar Lilian bisa tenang.


Edward mengetahui jika putri kecilnya ini sangat mencintai Peter,dan Edward sebenarnya juga mengetahui jika Peter juga memiliki perasaan yang sama.


"Sayang kau harus tenang"


"Papa Peter di tembak dan..."


Lilian tidak mampu untuk melanjutkan perkataan nya lagi karena kini semua sudah tertutup dengan tangisan nya.


"Berdoa semua pasti akan baik - baik saja,kau harus memiliki ketenangan yang keyakinan sayang,saat ini Peter sangat membutuhkan dukungan mu"


Lilian yang masih dipeluk oleh Edward tidak dapat banyak berkata - kata lagi,karena hati dan pikirannya saat ini sangat cemas,Lilian sama sekali tidak melepaskan dirinya dari pelukan sang papa.


"Kakak mu Alexander terkena luka tembak di kaki dan kakak mu Michelle terkena pecahan kaca,saat ini semua juga sedang di tangani oleh Dokter"


"Semua ini karena Lilian Pa


"


Lilian mengatakan hal tersebut sambil menangis.


"Sayang dengarkan papa,semua bukan karena kau,ini adalah perbuatan musuh, sudah sekarang kau tenanglah"


Edward berusaha membuat Lilian untuk tenang.

__ADS_1


Dan di saat yang bersamaan lampu ruang Unit Gawat Darurat di matikan beberapa tenaga medis keluar dari ruangan tersebut.


"Keluarga tuan Peter?"


"Ya kami"


Edward dan Lilian langsung berdiri saat tim medis menyebutkan tentang keluarga Peter


"Dokter bagaimana keadaan Peter?"


Lilian mengatakan hal tersebut sambil menangis.


"Tuan Peter masih dalam keadaan kritis,kita lihat besok pagi nona,jika tuan Peter bisa melalui malam ini dengan baik maka esok tuan Peter sudah melewati masa kritis tersebut"


"Baik Dokter terima kasih"


Setelah Edward mengatakan hal tersebut para tim medis pun meninggalkan ruangan.


"Pa Lilian mau disini untuk menemani Peter"


"Tidak Lilian Papa tidak mengizinkan mu disini untuk malam ini"


"Kenapa pa?"


"Lihat keadaan mu,kau juga perlu untuk beristirahat,Peter juga tidak suka jika besok dia bangun dia melihat keadaan mu seperti ini"


Lilian terdiam dengan semua hal yang Edward katakan.


Hai,pembaca setia tuan Alexander vote dan like

__ADS_1


author yah agar authornya bisa tambah semangat lagi.


__ADS_2