MY QUEEN ( I Love My CEO 2)

MY QUEEN ( I Love My CEO 2)
PELUKAN KIMMY


__ADS_3

Melisa yang saat ini sudah tidak sadar kembali berteriak kepada sang Ayah untuk mengembalikan minuman beralkohol tersebut ke dalam tangannya.


"Papa kembalikan minuman ku,Papa tidak seperti Alexander kan yang sudah memberikan aku siksaan hati"


Mulut Melisa mulai meracau akibat mabuk dan tangisan Melisa perlahan mulai terdengar di tengah ketidaksadaran dirinya.


"Dia tidak mencintaiku,dia laki -laki jahat,bertahun -tahun aku begitu mencintainya dan dia tega mengkhianati aku hanya dengan seorang pelayan wanita,dia jahat!"


Melisa kembali berteriak sambil mencoba untuk terus menerus mengambil kembali minuman beralkohol dari tangan sang Ayah.


"Hentikan tingkah mu yang seperti ini nona Melisa!"


Tiba - tiba ada satu suara laki -laki yang memasuki kamar Melisa.


"Tuan Lio"


"Paman keluarlah percayakan nona Melisa padaku,aku akan bisa menangani nona Melisa dengan baik"


Tuan Feng Li segera keluar dari dalam kamar Melisa dan membiarkan tuan Lio berada di dalam bersama putri kandungnya, kekuatan dan kekuasaan yang di miliki keluarga tuan Lio mampu membuat tuan Feng Li tunduk pada tuan Lio.


"Mau apa kau ke sini,pergi!"


Melisa melempar bantal kepada tuan Lio dan tuan Lio langsung menepis lemparan bantal dari Melisa.


"Jangan ganggu aku, pergi!"


Melisa mencoba untuk melemparkan barang - barang yang ada di dekatnya kepada tuan Lio,namun dengan gerakan cepat tuan Lio langsung menarik tangan Melisa dan mendekap tubuh gadis yang saat ini sedang rapuh dan terluka tersebut.


"Lepaskan aku,jika tidak aku akan berteriak agar semua orang mendengarkan aku!"


Melisa meronta - ronta di dalam pelukan dari tuan Lio.


"Berteriak lah,tidak akan ada yang bisa mendengarkan teriakan mu nona,tetaplah diam di dalam pelukan ku,dan jangan melawan,aku akan memberikan ketenangan untuk mu"

__ADS_1


Ucapan dari tuan Lio pada akhirnya membuat hati Melisa tenang.


"Kenapa dia begitu jahat padaku?"


"Siapa yang jahat padamu? Alexander?"


Ketika tuan Lio menyebut nama Alexander,Melisa hanya diam dan pada akhirnya hanya bisa menangis di dalam pelukan dari tuan Lio.


"Jika dia jahat padamu,untuk apa kau masih memikirkan laki - laki itu?,jika dia jahat pergi dan jangan mengingat nya lagi"


"Dengarkan aku,kau itu gadis yang kuat dan aku yakin kau pasti bisa untuk melupakan Alexander"


Tuan Lio menatap wajah Melisa,dan dengan perlahan tuan Lio menghapus air mata Melisa dan mencium keningnya.


"Percaya apa yang aku katakan kepadamu, sekarang istirahatlah,kau sudah terlalu banyak minum"


Tuan Lio merebahkan Melisa kembali ke tempat tidur,saat itu juga hasratnya kembali menyala ketika dia melihat tubuh Melisa di tempat tidur dan dalam keadaan mabuk, dengan perlahan tuan Lio mendekati Melisa dan mulai mencium bibirnya,memberikan sentuhan demi sentuhan yang pada akhirnya membuat Melisa tak dapat melawan gerakan cepat tuan Lio.


"Aku tidak akan melakukan hal itu dengan mu sekarang,apalagi dalam keadaan kau sedang mabuk,aku akan menunggu mu menyerahkan sendiri semuanya kepada ku dengan perasaan cinta mu nona Melisa"


"Alexander,permata yang kau pernah miliki kini perlahan sudah berada di dalam genggaman tangan ku"


Sambil mengatakan hal tersebut tuan Lio beranjak pergi meninggalkan kamar Melisa.


Sementara itu di kediaman rumah utama Chandradinata resepsi pernikahan hari ini telah usai dan sesuai peraturan yang biasa di lakukan adalah standard malam pertama untuk para gadis yang sudah menjadi istri sah dari tuan muda Chandradinata.


Para pelayan menggiring Keisha masuk ke dalam kamar pengantin dan para pelayan mulai membantu Keisha untuk melepaskan semua baju pengantin yang telah dia kenakan.


Keadaan Keisha yang sedang hamil muda membuatnya lebih pucat dengan setiap acara yang sudah dilewati pada hari ini.


"Keisha,apakah kau baik - baik saja?"


Aira yang ikut masuk ke dalam kamar mulai khawatir dengan kondisi dari Keisha.

__ADS_1


"Ra,aku baik -baik saja,biarkan aku sendiri disini Ra"


Aira yang membaca tulisan dari Keisha sebenarnya ingin sekali meninggalkan sahabatnya tersebut untuk istirahat,namun dia masih belum bisa pergi karena dia ditugaskan untuk mempersiapkan Keisha di malam pertama mereka.


"Keisha maafkan aku, sesuai dengan peraturan di keluarga Chandradinata,aku harus membantumu untuk menyiapkan malam pertama antara kau dengan tuan Alex"


Keisha yang mendengar perkataan dari Aira menjadi bingung dan sama sekali tidak mengerti dengan ucapan dari Aira.


"Baiklah,tidak ada waktu lagi untuk menjelaskan,para pelayan yang lain ayo kita bantu teman kita,mulai sekarang dia bukan lagi seperti kita,namun sekarang dia adalah salah satu nona muda Chandradinata,jadi sesuai dengan peraturan kita harus membantu dengan baik persiapan malam pertama mereka apapun keadaan nona Keisha saat ini,dan aku harap kau tidak menolak kami Keisha"


Aira mengatakan hal tersebut kepada para pelayan yang lain dan juga kepada Keisha,dan pada akhirnya Keisha memilih untuk menuruti semua perkataan dari Aira,dengan mandi dengan wewangian dan perawatan demi perawatan yang lainnya.


"Apakah sudah selesai untuk semua perawatan hari ini?"


Tiba - tiba ada satu suara yang mereka dengar dan begitu mereka menoleh mereka melihat Kimmy berdiri di depan pintu kamar Keisha.


"Nyonya Kim semua persiapan sudah selesai"


"Baiklah Aira terima kasih, sekarang kalian semua boleh keluar, karena aku ingin berbicara kepada menantuku"


Kimmy memberikan senyuman yang tulus kepada mereka semua dan pada akhirnya semua pelayan meninggalkan kamar tersebut,kini hanya Kimmy dan Keisha yang berada di dalam kamar.


Dengan perlahan Kimmy maju mendekati Keisha yang kini hanya bisa menunduk kan wajahnya.


"Sayang,kenapa kau masih menundukkan wajah mu seperti itu?"


Mendengar Kimmy berkata seperti itu dengan perlahan Keisha mulai berani untuk menatapnya.


"Kemarilah,Mama ingin memeluk mu"


Kimmy merentangkan tangannya kepada Keisha,Keisha memandang wajah Kimmy dengan ragu,namun senyum Kimmy yang tulus pada akhirnya mampu membuat Keisha untuk menghampiri pelukan tersebut.


Keisha menangis di dalam pelukan dari Kimmy,hatinya begitu hancur ketika Keisha tenggelam di dalam pelukan hangat seorang Ibu, pelukan yang selama ini tidak pernah Keisha rasakan,ingin sekali Keisha menceritakan semua kebenaran ini kepada Kimmy,namun dia tidak dapat berkata - kata kecuali hanya bisa menangis dan terus menangis.

__ADS_1


Aku tau banyak hal yang saat ini sedang engkau sembunyikan dari kami,aku tau kau begitu menderita dengan semua yang sedang terjadi saat ini,namun untuk saat ini aku belum bisa berbuat banyak hal untuk menolong mu kecuali memberikan pelukan sebagai seorang Ibu untuk menguatkan mu.


Kimmy mengatakan hal tersebut di dalam hatinya saat Kimmy merasakan pelukan Keisha yang begitu erat dan tetesan air mata dari menantunya tersebut.


__ADS_2