
"Pertunangan hari ini akan tetap dilanjutkan antara aku dengan nona Keisha"
Sorot mata Alexander begitu tajam ke arah Keisha seakan - akan ingin memakan Keisha hidup - hidup dan Keisha yang mendapatkan tatapan mengerikan seperti itu pada akhirnya hanya bisa menundukkan kepalanya.
"Alex Papa tidak setuju dengan keputusan mu!"
Edward yang mendengar keputusan sepihak dari Alexander kembali berteriak kepada anaknya.
"Pa,Ma,Kek,dan semua anggota keluarga Chandradinata,untuk kali ini aku mohon biarkan aku yang mengambil keputusan dan jalan hidupku sendiri,aku berharap kalian dapat memberikan kepercayaan kepadaku,untuk aku bisa menyelesaikan semua masalah ini"
"Tapi"
Namun belum sempat Edward kembali berkata - kata Kimmy sudah maju dan menggenggam erat lengan suaminya itu, memberikan tanda bahwa masalah ini akan kita selesaikan secara kekeluargaan karena Kimmy melihat sudah tidak kondusif lagi suasana gedung utama saat ini dan pada akhirnya Edward pun memilih untuk diam karena Edward sudah tidak tau apa lagi yang harus diperbuatnya demi mengatasi segala sesuatu hal yang telah terjadi hari ini.
"Baiklah untuk semua para awak media,untuk semua rekan bisnis,untuk semua orang yang mengenal keluarga Chandradinata disini saya yang bernama Alexander Chandradinata,putra dari tuan Edward memohon maaf kepada semua orang atas segala sesuatu hal yang telah saya lakukan dengan nona Keisha dan dihadapan semua orang,saya berjanji akan bertanggung jawab kepada nona Keisha dan menikahinya,oleh sebab itu saya harap para rekan bisnis dan para awak media tidak memperpanjang masalah ini"
Alexander naik ke atas mimbar dan memberikan pengumuman penting tersebut kepada semua orang yang hadir di dalam ruangan dan kepada media.
"Hari ini pertunangan akan tetap dilaksanakan,nona Keisha silahkan naik,kita akan memulai acara ini"
Alexander meminta Keisha untuk naik ke atas dan pada akhirnya acara pertunangan itu pun tetap berlangsung dengan Keisha yang kini menjadi tunangan Alexander.
"Esok hari akan langsung diadakan pernikahan kami berdua,jadi kami harap semua tamu undangan yang hadir pada hari ini kembali datang di pesta pernikahan kami esok hari"
Alexander memaksakan satu senyuman palsu yang dia keluarkan, Alexander mencengkram pinggang Keisha dan memberikan Keisha isyarat dengan matanya agar ikut tersenyum.
"Aku akan membuat hidupmu seperti di neraka setelah pesta pernikahan besok selesai,kau akan membayar mahal atas setiap hal yang telah kau lakukan kepadaku"
Alexander membisikkan kata - kata tersebut kepada Keisha dan terus mencengkram pinggang Keisha, sehingga Keisha merasa kesakitan sepanjang acara pertunangan tersebut.
"Sayang kenapa kau melarang ku untuk aku bisa menghentikan Alex mengambil keputusan bodoh tersebut?"
Edward dan Kimmy yang kini berada di luar gedung utama kembali berdebat atas hal telah dilakukan oleh Kimmy kepadanya.
__ADS_1
"Edward suasana di gedung utama sudah sangat tidak kondusif,media dan rekan bisnis sudah terlalu masuk dan mengetahui semua hal tentang kita,dan itu tidak baik Edward"
"Ya tapi caranya tidak seperti itu"
Edward kini memukulkan tangannya ke tembok, sebagai seorang Ayah dia merasa gagal dalam menyelamatkan anaknya.
"Edward,maafkan aku,tapi jika pertengkaran itu semakin terlihat oleh media maka akan banyak hal buruk yang kemungkinan terjadi"
"Ya dan sekarang kita tidak punya pilihan selain merestui pernikahan anak kita,saat ini kita dihadapkan kepada pilihan yang sulit yang dimana setiap pilihan yang kita ambil pasti akan ada satu konsekuensi nya"
Pada akhirnya Edward mencoba memeluk Kimmy yang kini mulai menangis.
"Edward,tidak ada pilihan lagi,kita memang harus menghadapi semuanya ini"
Edward pada akhirnya hanya bisa memeluk sang istri sambil sesekali mencium puncak kepala istri nya.
"Semoga Alexander bisa melalui semuanya ini dengan baik,ayo kita kembali ke dalam,kita harus tetap tunjukkan jika kita tetap akan tenang menghadapi semuanya ini"
Edward pada akhirnya mengajak Kimmy untuk masuk ke dalam gedung setelah sebelumnya menarik Kimmy keluar gedung untuk membicarakan hal telah dilakukan oleh istri nya.
"Lio kau senang dengan semua pertunjukan yang hari ini telah kita adakan?"
Madam Naureta yang kini sudah berada di apartemen tuan Lio mengatakan semua hal tersebut.
"Ya Madam,aku senang"
"Tapi Alexander kini sudah mengakui perbuatannya dan mau bertanggung jawab kepada wanita itu?"
"Ya madam,dan itu adalah awal kehancuran hidupnya,hidup bersama dengan satu wanita yang tidak dia cintai dan harus kehilangan wanita yang dia cintai di waktu yang bersamaan,aku yakin jika dia tidak kuat menghadapi semuanya dia bisa gila"
"Jadi itu yang kau harapkan?"
"Ya Madam itu yang aku harapkan, kehancuran Alexander"
__ADS_1
"Baiklah,Madam tidak begitu perduli dengan dendam mu kepada keluarga Chandradinata, karena kini tugas Madam sudah selesai maka Madam meminta uang yang sudah kau janjikan kepada Madam"
"Tenang saja Madam,Cuen berikan selembar cek kosong kepada Madam Naureta"
"Baik tuan Lio"
Cuen pada akhirnya memberikan satu cek kosong kepada Madam Naureta.
"Baiklah,aku harus pergi sekarang,senang bekerja sama dengan mu anak muda"
Dengan tersenyum penuh arti Madam Naureta meninggalkan apartemen tuan Lio.
"Tuan Lio apa rencana tuan selanjutnya?"
"Rencana ku selanjutnya? tentu saja memenangkan hati nona Melisa,saat - saat rapuh nya seorang wanita adalah cara terbaik untuk laki -laki mulai masuk ke dalam hatinya"
"Cuen kau selidiki lokasi nona Melisa saat ini,aku akan segera menyusun strategi untuk menaklukan hatinya yang sedang lemah itu"
"Baiklah tuan Lio"
Cuen yang sudah mendengarkan segala perintah dari tuan Lio pada akhirnya keluar dari dalam ruangan tersebut.
"Papa,perlahan dendam mu sudah mulai terbalaskan dengan baik"
Tuan Lio mengepalkan ke dua tangan nya sambil tersenyum sinis,dengan perlahan tuan Lio mulai meneguk minuman beralkohol sebagai hadiah atas kemenangan nya.
Sementara itu di rumah utama,pada akhirnya acara pertunangan hari ini berjalan dengan lancar.
"Peter, segera kurung wanita itu di kamar tamu dan jangan biarkan dia lari dari hadapan ku"
"Baik tuan Alex"
Dengan wajah dingin dan sikap arogan Alexander memerintahkan hal tersebut kepada Peter.
__ADS_1
Alexander yang dulunya memiliki jiwa sosial yang tinggi, Alexander yang dulunya begitu memiliki rasa empati yang tinggi kini telah berubah menjadi Alexander yang dingin dan arogan.
Sorot mata Alexander yang teduh kini berubah menjadi sorot mata tuan muda yang dingin