
Namun di satu sisi ada satu pasang mata yang mulai melihat ciuman mereka dengan matanya yang berkaca -kaca,gadis itu adalah Keisha,Keisha melihat adegan itu dari taman dan detik itu Keisha menyadari bahwa hatinya mulai terukir nama Alexander.
Rasa sesak di dalam hati begitu menghampiri hati Keisha saat dirinya melihat Alexander dan Melisa berciuman di balkon,Keisha menangis tanpa suara saat melihat semua adegan tersebut,Keisha tau bahwa kini di dalam hatinya mulai terukir nama Alexander,namun apalah daya dia hanya gadis biasa tanpa asal usul yang jelas dan mana mungkin dia berani bersaing dengan Melisa, seorang gadis berprofesi Dokter dan dari keluarga terpandang.
Pada malam itu pada akhirnya Keisha hanya bisa menyaksikan membaranya sebuah kisah cinta tanpa dirinya bisa masuk ke dalam kisah cinta tersebut.
Tuan Alex, izinkan aku mencintaimu di dalam diam,aku berjanji tidak akan menganggu hubungan mu dengan nona Melisa,karena kau hanya menjadi milikku di alam mimpi,ayo Keisha hapus air matamu ini,tak pantas kau menangisi sesuatu hal yang sangat mustahil engkau dapatkan.
Sambil menangis Keisha mengatakan semuanya itu di dalam hatinya,dan dengan perlahan pada akhirnya Keisha yang sedang duduk di taman berdiri dari tempat duduknya dan berjalan masuk ke dalam kamarnya.
Saat Keisha berjalan melewati taman,ada satu pasang mata yang mengamati dirinya dari jauh,mengamati dirinya dari salah satu balkon kamar.
"Sayang,kau belum tidur,ayo tidur udara malam tidak baik untuk mu"
Edward yang sedari tadi belum melihat istrinya masuk kembali ke dalam kamar segera menyusulnya ke balkon kamar.
"Edward aku belum mengantuk"
"Kau yakin tidak merindukan suamimu ini"
Kini tanpa permintaan dari Kimmy Edward langsung memeluk tubuh istrinya itu, meskipun mereka tak lagi muda namun bagi Edward,Kimmy tetaplah wanita terbaik yang dia miliki sepanjang hidupnya.
"Edward tadi aku melihat nona Keisha berjalan dari arah taman masuk ke dalam sambil menangis,kira -kira apakah kau tau yang sedang terjadi dengan dirinya?"
Edward yang sedang memeluk pinggang Kimmy sama sekali tidak peduli dengan apa yang diceritakan oleh istrinya itu, karena saat ini pusat perhatian Edward hanya kepada istrinya saja.
"Edward, apakah kau mendengarkan aku?"
"Ya,ya sayang aku mendengarkan mu,jika kau tanya apakah aku tau kenapa nona Keisha menangis,tentu saja aku tidak akan pernah tau,namun esok hari kau bisa bertanya padanya langsung"
"Edward,apa mungkin nona Keisha menyukai anak kita?"
Edward yang sedang memeluk tubuh Kimmy tiba -tiba langsung mengendurkan pelukannya.
"Menyukai, maksud mu jatuh cinta?"
__ADS_1
"Iya jatuh cinta"
"Darimana kau memiliki pemikiran seperti itu?"
"Kau lihat ruangan itu"
Kimmy tiba -tiba menunjuk satu ruangan yang tak jauh dari balkon kamar mereka.
"Ya ada apa dengan ruangan itu?"
"Tadi aku melihat Alex mencium Melisa di sana"
"Lalu?"
"Bersamaan dengan itu aku lihat ke bawah ke arah taman,nona Keisha sedang melihat ke arah Alex, lalu tak beberapa lama nona Keisha berlari meninggalkan taman sambil menangis"
Edward mendadak menjadi diam ketika dia memikirkan semua perkataan dari istrinya itu.
"Sudahlah,kita bicarakan esok saja, sekarang ayo kita tidur"
Jatuh cinta?astaga Alex pesona mu sungguh luar biasa,hatimu yang tidak se arogan Papa ternyata banyak membuat para wanita jatuh hati,namun Papa tidak mau jika nona Keisha sampai jatuh hati padamu, identitas nona Keisha yang Papa tidak bisa menerimanya,kau harus mendapatkan wanita dengan masa lalu yang baik,karena calon Ibu dari anak -anak mu nanti harus dari keluarga baik -baik.
Edward mengatakan hal tersebut di dalam hatinya sampai pada akhirnya dia kembali terlelap di dalam tidurnya.
Malam hari ini semua anggota Chandradinata tertidur dengan lelap,malam yang telah berlalu kini berganti dengan pagi.
Dan di Rumah Sakit di ruangan Michelle nampak terjadi sebuah adu mulut dari Michelle dan juga Albert.
"Hei kenapa kau semalam tiba -tiba membatalkan acara makan malam kita?"
Albert tiba -tiba datang dan langsung masuk ke dalam ruangan Michelle dan menatapnya dengan tajam.
"Jangan salahkan aku,jika acara semalam batal,apa kau tidak punya pikiran ha?"
"Apa maksudmu nona?"
__ADS_1
"Keluarga kita sudah menyiapkan makan malam di rumah dan kita tiba -tiba saja kita keluar berdua untuk makan"
"Bukan aku yang tidak punya pikiran,tapi kau yang tidak punya mulut untuk memberikan aku kabar jika makan malam itu batal"
"Apa maksudmu kau bilang aku tidak punya mulut ha?"
"Ya itu memang kenyataannya"
"Apa ha?"
Michelle yang sudah sangat marah ingin segera mengeluarkan jurus bela dirinya untuk dia pergunakan kepada Albert,namun niatnya dia urungkan karena tiba -tiba saja Albert mendekat dan menyudutkan Michelle ke pojok mengunci dengan kedua tangan nya.
"Aku laki -laki normal yang saat ini bisa saja menciumi mu atau melakukan hal yang lebih dari itu,jadi jangan pernah kau permainkan aku,mengerti"
Albert membisikan hal itu kepada Michelle, Michelle yang pada akhirnya bisa merasakan setiap aroma yang khas dari laki -laki yang saat ini berdiri begitu dekat dengannya seakan-akan menjadi tidak bisa menggunakan semua jurusnya untuk menghajar Albert.
"Kita akan kembali makan malam esok hari,ingat aku ini laki-laki dewasa dan bukan adik kecilmu"
Tatapan tajam Albert mampu membuat semua badan Michelle kaku seketika dan pada akhirnya entah mendapat kekuatan dari mana Michelle mengangguk kan kepalanya tanda bahwa dia setuju dengan ajakan dari Albert.
Pesona Albert sebagai seorang tuan muda keluarga Lee dan tatapannya yang setajam mata Elang mampu membuat Michelle diam dan mematung memandang wajah sang tuan muda tersebut dari dekat,segala jurus bela diri yang dia punya hari ini sudah tidak berguna lagi dengan sikap arogan dari Albert yang mampu membiusnya.
"Bagus,kau terlihat semakin cantik jika diam seperti ini"
Albert tersenyum dan menyentuh lembut rambut Michelle setelah itu Albert menjauh dari Michelle dan meninggalkan ruangan kerjanya dan detik itu juga Michelle merasa kalah dengan pesona dari Albert.
"Apa ini,dia sudah kurang ajar kepadaku"
Michelle yang kini terduduk di lantai masih mengatur detak jantungnya agar kembali stabil.
"Dasar tuan muda kurang ajar!"
Dengan perlahan pada akhirnya Michelle mencoba untuk kembali berdiri dan membenarkan bajunya yang sudah mulai kusut karena terkena gesekan dari Albert.
"Nona Michelle yang sangat menarik"
__ADS_1