MY QUEEN ( I Love My CEO 2)

MY QUEEN ( I Love My CEO 2)
HARI PERTUNANGAN


__ADS_3

Perlakuan Peter kepadanya malam hari ini cukup membuat Lilian yakin bahwa sebenarnya Peter memiliki perasaan yang sama seperti dirinya.


Hati Lilian yang gembira pada akhirnya bisa mengalahkan setiap rasa sakit yang saat ini masih dia rasakan di kakinya,rasa yang cukup membuat Lilian selama ini bertanya - tanya tentang perasaan Peter kepadanya.


Sementara itu tanpa mereka sadari ada sepasang suami istri sedang memandang banyak hal yang sudah mereka lakukan pada malam hari ini.


"Edward mau kemana kau?"


"Aku akan ke kamar Lilian,aku akan menegur dia,atas apa yang telah dia lakukan dengan Peter malam hari ini"


"Jangan Edward,biarkan besok aku yang berbicara dengan nya"


"Kau terlalu lembut sayang,kau lihat Lilian sekarang tumbuh menjadi gadis yang sangat manja dan begitu memaksakan seperti yang kita lihat tadi"


"Ya,dan itu mirip sekali dengan mu Edward"


Deg


Perkataan Kimmy pada akhirnya mampu membuat langkah kaki Edward mundur seketika.


"Apa maksudmu berkata hal itu kepada ku?"


"Maafkan aku sayang,aku harus berterus terang kepadamu,namun cara menghadapi Lilian tidak dengan cara seperti itu,itu sama saja akan membuat Lilian menjaga jarak dengan mu,percayakan Lilian padaku, sebagai seorang wanita yang sedang jatuh cinta aku sangat mengerti apa yang Lilian rasakan saat ini"


Dengan penuh kelembutan Kimmy berusaha untuk menenangkan hati Edward yang pikirannya,dan apa yang dilakukan oleh Kimmy selalu pada akhirnya bisa membuat Edward menjadi tenang.


"Baiklah,aku akan percayakan Lilian padamu,namun aku mohon kau juga harus tegas dalam mengahadapi dia"


Mata Edward tajam kini sedang memandang Kimmy dan Kimmy yang sudah hafal akan sikap suaminya ketika sedang marah,hanya menganggukkan kepalanya tanpa lebih banyak berkata - kata lagi.


"Ayo tidur,aku akan memijit mu,kau pasti lelah seharian ini bekerja"


Dengan cepat Kimmy memberikan ciumannya di kening Edward,dan hal itu pada akhirnya sukses membuat kemarahan Edward mereda.


Malam ini satu pasang suami istri tersebut kembali ke dalam kamar mereka,namun berbeda dengan satu orang laki -laki yang saat ini mulai menaruh Lilian semakin dalam di relung hatinya.


"Nona,kenapa semakin aku tidak ingin memikirkan dirimu, semakin aku menaruh wajah dan setiap lekuk tubuh mu di dalam pikiran ku,arrrrrrhh"

__ADS_1


Peter mengatakan hal tersebut sambil mengacak - acak rambut kepalanya,satu hal yang tidak dapat Peter ungkapkan kepada Lilian mengapa hingga detik ini dia tidak berani mengakui perasaannya pada akhirnya membuat Peter semakin tersiksa pada malam hari ini.


Malam yang telah larut pada akhirnya meninggalkan banyak cerita di kediaman keluarga Chandradinata,cerita yang baru saja akan di mulai, cerita dari masing - masing orang penghuni kediaman rumah utama yang sampai saat ini belum tau akan berujung dimana.


Hari berganti hari,Minggu berganti Minggu setiap persiapan pertunangan Alexander sangat dipersiapkan dengan matang oleh semua anggota Chandradinata dan kini tibalah hari yang dinantikan semua orang khususnya di Negara W.


Pagi itu suasana rumah utama sangat ramai oleh para awak media,berita pertunangan generasi ke empat Chandradinata menjadi berita yang menghiasi berbagai media di Negara W ataupun di belahan Negara yang lainnya.


"Nona Melisa"


"Ya Aira"


"Nona Melisa pagi ini terlihat sangat cantik"


"Terima kasih Aira"


Melisa yang kini sedang berada di dalam kamar dan sedang dirias hanya tersenyum mendengar pujian yang diberikan oleh Aira.


"Andai saja Keisha hadir bersama dengan kita,pasti Keisha juga bisa merasakan kebahagiaan ini,Aira apakah sudah ada kabar tentang Keisha?"


Deg


"Maaf nona,sampai saat ini saya tidak mengetahui keadaan Keisha"


Aira langsung kembali terdiam ketika dia telah selesai mengatakan hal tersebut.


"Ah baiklah,semoga Keisha dalam keadaan yang baik - baik saja"


Aira yang melihat ekspresi Melisa lewat kaca pada akhirnya hanya bisa menganggukan kepalanya dan memilih tetap diam tanpa kata.


Sementara itu di tempat yang lainnya.


"Hei gadis bodoh bangun!!"


Tiba - tiba terdengar suara satu orang laki - laki yang masuk ke dalam kamar Keisha,dan Keisha yang langsung terbangun dengan suara gertakan itu pada akhirnya dia bisa melihat wajah tuan Lio lagi.


"Tuan,ada apa mengapa anda kemari pagi ini?"

__ADS_1


Keisha segera beranjak dari tempat tidurnya dan segera mengambil alat tulisnya untuk berkomunikasi dengan tuan Lio.


"Ya aku memang sengaja membangunkan mu pada pagi hari ini,karena aku mau kau melakukan rencana ku selanjutnya,kau pasti sudah membaca semua rencana yang aku tulis di buku kecil itu kan!"


Suara kencang tuan Lio membuat Keisha sampai terkaget dan pada akhirnya hanya bisa menganggukkan kepalanya.


"Bagus kita akan melakukannya hari ini,karena hari ini Alexander akan bertunangan dengan Melisa,jadi tugasmu adalah membuat gagal pertunangan mereka,apa kau mengerti!jika kau tidak mau melakukan nya maka Kakek mu akan mati"


Wajah tuan Lio yang kini semakin dekat dengan wajah Keisha dan tatapan matanya yang mengancam membuat Keisha tidak bisa melakukan apapun lagi.


"Tunggu apa lagi,ayo cepat segera bersiap-siap,aku tunggu kau di lantai bawah dan aku tidak mau persiapan mu lama,apa kau mengerti!"


Selesai mengatakan hal tersebut tuan Lio membanting pintu kamar Keisha dan berlalu dari hadapan Keisha.


Sementara itu Keisha kini mulai menangis sambil terduduk.


Apakah aku akan betul - betul menghancurkan pertunangan ini?aku akan menjadi gadis yang sangat jahat dihadapan tuan Alex dan nona Melisa.


Keisha mengatakan hal tersebut di dalam hatinya dan menangis tanpa suara,hatinya yang bertolak belakang dengan apa yang harus dia lakukan membuat dirinya menjadi tersiksa.


Sementara itu di kediaman rumah utama,kini semua keluarga sudah mulai bersiap - siap,banyak kolega bisnis yang sudah mulai berdatangan dan menuju ke gedung utama dimana acara pertunangan itu akan diselenggarakan,Kimmy, Edward,Tuan Adrian dan nyonya Tiara mulai sibuk menyapa kehadiran tamu tersebut satu persatu.


"Sayang,boleh aku masuk?"


Tiba - tiba terdengar suara Alexander dadi balik pintu dimana Melisa masih bersiap - siap.


"Alex,masuklah"


Alexander yang sudah mendapatkan persetujuan segera masuk ke dalam kamar tersebut dan melihat kecantikan dari Melisa.


"Kalian boleh keluar"


Alexander meminta semua pelayan untuk keluar dari dalam kamar tersebut.


"Alex kenapa kau meminta semua pelayan ini keluar?"


"Ya aku meminta mereka semua keluar, karena aku ingin menikmati kecantikan mu hanya seorang diri saja"

__ADS_1


Alexander maju dan kini duduk didepan meja rias dan tersenyum kepada Melisa.


"Hari ini kau seperti ratu dan aku adalah rajanya"


__ADS_2