
"Aku akan mencobanya"
Keisha menuliskan hal tersebut di dalam kertas dan pada akhirnya Keisha masuk ke dalam kamar mandi dan mencoba menggunakan tes kehamilan tersebut.
Tak beberapa lama kemudian Keisha keluar dari dalam kamar mandi dengan tangan dan kaki gemetar memegang hasil tes kehamilan tersebut.
"Key bagaimana hasilnya"
Keisha hanya terdiam dan memberikan hasil tes kehamilan tersebut kepada Aira.
"Garis dua,Key kau betul -betul hamil,siapa nama tuan muda itu Key"
Kini Keisha mulai kembali menangis,dan pelan -pelan pada akhirnya dia kembali duduk dan mengambil alat tulisnya.
"Ra,nama tuan muda itu adalah tuan muda Lio"
__ADS_1
Aira langsung terkaget ketika Keisha menulis nama tuan muda yang pernah bersama dengan dirinya dan pada akhirnya membuat dirinya pasrah melakukan hal itu.
"Key,kau tau tidak rumor yang beredar tuan muda Lio adalah pemakai para nona malam,dan kemungkinan kecil jika pada nantinya tuan Lio mau bertanggung jawab atas kehamilan mu ini"
"Aku tau Ra,dan sekarang aku sedang memikirkan cara untuk aku bisa bertemu dengan tuan Lio dan mengatakan hal ini kepadanya"
"Sulit Key,tuan muda Lio sangat sibuk"
"Tapi Ra aku tetap ingi mencoba menemuinya,kau mau membantuku kan?aku sama sekali tidak tau Negara ini"
Keisha menuliskan semua itu dengan berlinang air mata,dan Aira yang iba melihat kehancuran dari Keisha pada akhirnya mencoba untuk membantunya.
"Terima kasih Ra"
Keisha menuliskan kata -kata itu dihadapan Aira dan kini kembali memeluk Aira dengan tangisannya tanpa suara.
__ADS_1
"Sudah sekarang kau istirahat saja dulu,nanti akan aku bilang kepada kepala pelayan bahwa kau sedang sakit"
Keisha hanya menganggukkan kepalanya dan Aira kini menutup pintu kamar Keisha dan membiarkan Keisha agar bisa tenang.
Sore hari menjelang malam pun tiba,hari ini Alexander,Melisa,Kimmy,serta Edward sedang berbincang santai di taman.
"Melisa sayang,jadi kapan kami bisa datang ke rumah mu untuk meminta mu menjadi calon istri anak kami?"
Kimmy tiba - tiba melontarkan satu pertanyaan kepada Melisa dan itu membuat Melisa cukup terkaget,Melisa belum menceritakan kepada keluarga Chandradinata jika saat ini keluarganya sedang dalam keadaan diambang kehancuran.
"Bibi Kim,apa ini tidak terlalu cepat?"
"Tentu saja tidak sayang,mungkin kami hanya akan mengikatmu di dalam pertunangan terlebih dahulu, setelah satu tahun baru kalian akan melangkah ke arah pernikahan,bukan begitu Edward?"
Edward yang sedari tadi hanya mendengarkan percakapan istrinya kini pada akhirnya mulai akan bersuara.
__ADS_1
"Apa yang dikatakan oleh istriku itu benar, kami ingin agar nona bisa memiliki status yang lebih menjanjikan lagi di dalam hubungan kalian,apa kau siap Alex jika kau akan membawa hubungan mu dengan nona Melisa ke arah yang lebih serius?"
Edward menepuk pundak Alexander yang semenjak tadi hanya melamun dengan pikiran nya yang tak lagi berada di sana.