
Setelah mengatakan hal tersebut Edward dan juga Alexander segera keluar dari ruang eksklusif untuk mengurus kematian dari tuan Jaya.
Hari itu menjadi hari yang penuh dengan duka di keluarga Chandradinata karena kematian dari tuan Jaya,pemakaman di hadiri oleh banyak orang, beberapa stasiun televisi nasional meliput proses pemakaman dari tuan Jaya, keluarga Chandradinata adalah keluarga paling terkenal di Negara W, sehingga kematian salah satu anggota keluarganya menjadi sorotan dari publik.
"Michelle,Alex,Lilian ayo kita kembali ke ruamh terlebih dahulu"
Edward mengajak keluarganya untuk kembali terlebih dahulu ke rumah putih, sedangkan Tuan Adrian dan nyonya Tiara serta para pengawal masih berada di area pemakaman tuan Jaya.
"Adrian ayo kita pulang"
Tuan Adrian hanya terdiam dengan ajakan dari istrinya tersebut.
"Tiara,apakah kita tidak bisa lebih lama lagi berada disini?"
Tuan Adrian seakan tidak mau meninggalkan pusaran sang Ayah, hubungan tuan Adrian dan juga tuan Jaya yang begitu dekat membuat tuan Adrian hari ini sangat merasakan kehilangan.
__ADS_1
"Adrian,Papa sudah tenang berada di sana,jika dia melihat mu seperti ini maka Papa juga pada akhirnya tidak akan menjadi tenang, ikhlas kan Papa sayang"
Nyonya Tiara mencoba memeluk suaminya yang masih dalam posisi duduk di kursi di samping pusaran sang Ayah.
"Ya Tiara aku akan mencobanya"
"Dan aku akan membantu mu Adrian,ayo kita pulang kehidupan kita masih harus tetap berlanjut"
Tuan Adrian berdiri dari tempat duduknya dan segera pergi meninggalkan makam sang Ayah bersama dengan nyonya Tiara untuk kembali menuju ke rumah utama.
Sedangkan Edward dan keluarga hari ini sudah kembali ke rumah putih.
Begitu sampai di rumah Michelle langsung meninggalkan semua anggota keluarganya yang masih berkumpul di ruang keluarga untuk masuk ke dalam kamar, Michelle masih terasa terpukul atas kematian dari tuan Jaya.
"Pa,Ma,Kak Michelle sepertinya masih terpukul atas kematian dari Kakek Buyut"
__ADS_1
"Itu benar Pa,Ma,apa yang dikatakan oleh Kak Alex itu benar,lebih tepatnya saat ini Kak Michelle pasti merasa dia sudah gagal mejadi seorang Dokter,kak Michelle kan perfect"
Edward dan Kimmy saling pandang seakan -seakan dengan pandangan mata, mereka sedang mencari solusi bagaimana menyembuhkan mental Michelle.
"Baiklah,malam hari ini Mama dan Lilian akan tidur dengan Michelle dan Papa akan tidur dengan Alexander,kita saling berbicara dari hati ke hati antara laki -laki dengan laki -laki,serta wanita dengan wanita bagaimana?"
"Lilian setuju ide dari Mama Kim, bagiamana Papa Ed dan kak Alexander?"
Edward kembali memandang istrinya,seakan ingin mengatakan tidak mau,tapi Kimmy memberikan Edward senyuman dengan harapan bahwa Edward mau mengabulkan permohonan nya kali ini dan pada akhirnya dengan menarik nafas panjang Erward menyetujui apa yang Kimmy minta.
"Baiklah,baiklah Papa setuju dengan ide dari Mama, Alexander bagaimana denganmu kau tidak merasa canggung kan malam ini harus tidur dengan Papa?"
"Alex tak masalah Pa,Alex ingin banyak berdiskusi antara laki -laki saja, Alexander tidak ingin mengetahui hal ini dari luar,Alex ingin langsung tanyakan kepada Papa saja,laki -laki yang saat ini Alex percaya"
"Bagus,ayo tunggu apa lagi"
__ADS_1
Kimmy dan Lilian segera berdiri dan pergi menyusul ke kamar Michelle, sedangkan Alexander masih bersama dengan Edward diruang keluarga.
Malam hari ini mereka berbincang serius pembicaraan laki -laki dewasa.