MY QUEEN ( I Love My CEO 2)

MY QUEEN ( I Love My CEO 2)
ALEXANDER YANG SIBUK


__ADS_3

Sudah jangan dipikirkan perkataan ku tadi,aku akan masuk ke dalam kamar mandi,jangan kau pergi dari kamar ini,apa kau mengerti"


"Iya Alexander mana mungkin aku pergi"


Alexander mengusap kepala Keisha dengan lembut dan segera masuk ke dalam kamar mandi.


"Tuhan aku berharap pengobatan ku dengan Dokter Psikiater ini bisa berhasil dengan cepat"


Hal ini yang terus menjadi doa Keisha setiap hari,Keisha ingin membahagiakan suaminya,Keisha ingin membuat suaminya bisa mendapatkan haknya.


"Hei apa yang sedang kau pikirkan?


"


Alexander yang sudah keluar dari dalam kamar mandi mendapati Keisha yang duduk terdiam di kursi.


"Alexander,aku minta maaf"


Beberapa perkataan yang Keisha ucapkan kepada Alexander dengan bahasa isyarat begitu Alexander keluar.


"Minta maaf untuk apa"


"Karena sebagai suami kau belum mendapatkan hak mu"


Tangan Keisha gemetar ketika Keisha mengatakan hal tersebut dalam bahasa isyarat.


"Bukan belum mendapatkan haknya,dulu aku pernah melakukan hal itu dengan mu kan?,namun perbedaan nya sekarang adalah ingin melakukan hal tersebut dengan cinta,dimana bukan sebuah ke egoisan di dalamnya,namun diantara kita berdua harus saling mendapat kepuasan,dan aku akan menunggu hal itu sampai kau siap untuk melakukannya"


"Terima kasih sayang"


Keisha mengatakan hal tersebut di dalam bahasa isyarat dan dengan mencium kening Alexander.


"Cepat kenakan pakaian mu,aku sudah menyiapkan makan malam untuk mu"


Keisha segera memberikan pakaian Alexander karena Alexander keluar dari dalam kamar mandi hanya bertelanjang dada.


"Baiklah suami akan patuh dengan apa yang dikatakan oleh istrinya"


Alexander mengusap puncak kepala Keisha dan segera beranjak dari sisi Keisha.


Malam hari itu terjadi keharmonisan sepasang suami istri,saat makan malam Keisha melayani suaminya dengan penuh kasih sayang dan Alexander sangat menikmati semua hal yang telah dilakukan Keisha kepadanya.


"Sekarang katakan hal yang membuatmu gundah pada hari ini?"


Selesai makan malam Alexander segera mengajak Keisha ke arah balkon menatap malam dari tempat tersebut.

__ADS_1


"Apakah wajah ku terlihat seperti itu?"


"Ya, wajah mu sangat sedih ketika aku melihatnya tadi,jadi apakah kau masih tidak mau mengakui di hadapan suami mu sendiri?"


Alexander segera memeluk pinggang Keisha dari belakang,dan Keisha segera membalikan badannya agar bisa melihat wajah Alexander.


"Alexander aku bosan"


Keisha pada akhirnya mengutarakan isi hatinya lewat bahasa isyarat.


"Bosan?"


"Ya Alex,kau pergi bekerja,Aira sibuk,setiap hari aku hanya di dalam kamar tanpa melakukan apa - apa lagi"


Alexander menatap wajah Keisha dan Alexander bisa melihat hal yang dikatakan oleh istrinya tersebut adalah sumber kesedihannya.


"Jadi apa yang membuatmu agar tidak terasa bosan?"


"Sebelum aku terdampar di Negara ini,dulunya aku selalu pergi ke ladang,dan agar uang kami cukup untuk makan,aku juga bekerja di toko bunga"


Keisha mengatakan hal tersebut dengan bahasa isyarat sambil tersenyum karena kembali mengingat - ingat ketika dia masih di tempat asalnya.


"Jadi istriku ini pencinta bunga?kau mirip Mama Kim"


Alexander mengatakan hal tersebut sambil mengusap kepala Keisha.


Keisha yang mendengarkan perkataan Alexander langsung begitu bahagia.


"Kau serius?"


Dengan menggunakan bahasa isyarat Keisha seperti tidak percaya dengan ucapan Alexander.


"Ya aku serius,jangankan satu toko bunga,kalau kau mau aku bisa mendirikan satu Perusahaan baru khusus bunga,atau aku bisa membangun seratus toko bunga atas nama mu,jadi sekarang kau mau aku melakukan apa?"


"Satu toko bunga itu lebih dari cukup untuk ku"


Keisha mengatakan hal tersebut dengan bahasa isyarat sambil mencium kening Alexander.


"Satu ciuman sayang mu bisa membuat ku untuk membuka lebih banyak toko bunga untuk mu sayang"


"Satu itu sudah lebih dari cukup Alex"


Keisha dengan tegas kembali mengulang perkataannya dengan bahasa isyarat.


"Baiklah suami akan patuh pada istri,ayo kita tidur,besok jadwal mu untuk berkonsultasi dengan Dokter Psikiater"

__ADS_1


"Ayo"


Keisha mengatakan hal tersebut dalam bahasa isyarat dan menarik tangan Alexander.


Malam yang indah menjadi bayang - bayang Alexander dan Keisha.


"Sayang ayo kita berangkat,pagi ini aku sangat semangat untuk berkonsultasi dengan Dokter Psikiater,aku ingin segera sembuh"


Di dalam kamar,Alexander dan Keisha yang sudah siap segera menuju ke Rumah Sakit,namun belum sempat keluar dari dalam kamar tiba - tiba Alexander menerima panggilan penting dari ponselnya.


"Sayang maafkan aku, sepertinya aku tidak dapat menemani mu ke Rumah Sakit,ada beberapa urusan di kantor yang harus segera aku selesaikan"


"Ah seperti itu,tak masalah Alexander,aku bisa pergi sendiri ke Rumah Sakit"


Dengan mantap Keisha mengatakan hal tersebut dengan bahasa isyarat kepada Alexander.


Kau tidak boleh pergi sendiri,biar Peter yang akan menemani mu,aku akan menggunakan supir pribadi,dan aku tidak ingin mendapatkan bantahan.


Mendengar perkataan Alexander Keisha menganggukan kepalanya sambil tersenyum.


Sepanjang perjalanan ke Rumah Sakit Keisha begitu semangat untuk berkonsultasi dengan Dokter Psikiater,di dalam hati dan pikiran Keisha hanya ada satu hal yaitu bahwa dia ingin segera sembuh.


"Selamat pagi nona Keisha, perkenalkan aku adalah Dokter Gladin yang sekarang akan menjadi Dokter Psikiater pribadi anda, secara khusus tuan Alexander menunjuk saya untuk membantu nona Keisha"


Sesampainya di Rumah Sakit, Keisha sangat heran karena di lobby sudah ada Dokter wanita paruh baya yang menyambutnya.


"Dokter Gladin?dimana Dokter Jansen?"


Keisha mengatakan hal tersebut kepada Peter dan juga Dokter Gladin.


"Nona mungkin tuan Alexander lupa memberitahukan bahwa tuan Alexander sudah menggantikan Dokter Jansen dengan Dokter Gladin"


"Ah jika itu sudah merupakan perintah suami ku,maka aku akan mengikutinya,aku percaya pada setiap pilihan suami ku,ayo Dokter Gladin,aku ingin segera sembuh"


Keisha mengatakan hal tersebut dengan bahasa isyarat dan Dokter Gladin segera membawan Keisha menuju ruang prakteknya .


Hari ini pemeriksaan yang dijalani Keisha tidak berlangsung lama, suasana hati Keisha sangat baik pada hari ini.


Ah taman di Rumah Sakit ini betul - betul indah,tidak ada salahnya aku duduk disini sebentar sebelum kembali ke rumah.


Keisha yang berjalan melewati taman pada akhirnya berhenti dan memilih untuk duduk di tengah - tengah taman tersebut.


"Selamat pagi nona Keisha"


Satu suara yang sudah tidak asing menyapa Keisha dari belakang tempat duduk dan begitu Keisha mencari sumber suara tersebut, nampak satu laki - laki tampan sudah berdiri dan tersenyum ke arah Keisha.

__ADS_1


"Dokter Jansen,apa kabar Dokter,hari ini suamiku memindahkan jadwal konsultasi ku kepada Dokter Gladin,apakah Dokter Jansen sudah tau?"


"Ya nona aku sudah mengetahuinya"


__ADS_2