MY QUEEN ( I Love My CEO 2)

MY QUEEN ( I Love My CEO 2)
RENA DAN MR.BLACK


__ADS_3

Linlin panggil Melisa untuk menghadap kepada ku, kini waktunya dia untuk bekerja kepadaku"


"Baik yang mulia ratu"


"Dimana putra mahkota?"


"Putra mahkota sedang berada di taman"


"Baiklah aku akan kesana"


Ratu Negara B tersebut segera pergi ke taman untuk menyusul putra mahkota.


"Kakek Lauren,rupanya Kakek bersama dengan Edward"


"Rena,Kakek sedang ingin berbincang dengan Edward"


"Sudah aku bilang nama Rena sudah lama mati Kek, sekarang namaku adalah Siau Mei"


"Ya,ya tapi bagiku kau tetap Dokter Rena"


Senyum merekah terpancar dari laki - laki tua yang kini menggunakan kursi roda.


"Ma,Kakek sudah semakin menua biarkan dia memanggil mama dengan sebutan yang beliau inginkan"


"Ya Edward,Mama akan selalu setuju dengan mu"


"Mama belum menjawab pernyataan ku mengapa nama mama berubah dari Rena menjadi Siau Mei"


Rena yang mendengarkan pertanyaan dari Edward kini hanya terdiam.


"Edward putraku, Edward sang putra mahkota,apakah begitu penting cerita itu terhadap mu?"


"Tak terlalu penting ma,tapi yang terpenting mama selalu bersama dengan ku itu sudah cukup"


Edward sang putra mahkota kini memeluk Rena.


"Bagus tetaplah seperti ini terus,minggu depan kau jadi berangkat ke Negara W?"


"Jadi ma, Edward akan pergi beberapa hari ke Negara itu untuk urusan pekerjaan dengan tuan Lio Tanama"


"Baiklah,Mama sudah meminta tuan Lio untuk menemani mu selama di Negara W,jangan pergi tanpa pengawalan dari tuan Lio apakah kau mengerti?"


"Dengan senang hati Ma, Edward akan melakukan hal tersebut"


Edward kembali memeluk Rena dengan penuh kasih sayang, sedangkan tuan Lauren hanya bisa tersenyum di atas kursi rodanya.


"Yang mulia,nona Melisa sudah berada di dalam ruangan anda"


"Baiklah,ayo Linlin"

__ADS_1


"Jaga dirimu baik - baik sayang,karena di luar sana banyak orang jahat yang berwajah baik,dan kau harus berhati - hati"


Rena mengatakan hal tersebut sambil tersenyum dan meninggalkan Edward dan tuan Lauren masuk kembali ke dalam ruangannya.


"Linlin,apakah kau sudah menutup akses Pangeran Edward ketika nanti dia berada di Negara W?"


"Sudah yang mulia Ratu"


"Bagus aku hanya tak ingin dia bertemu dengan keluarga Chandradinata,karena semua itu belum waktunya"


"Baik yang mulia"


Dokter Rena mengatakan hal tersebut kepada Linlin sambil menuju ke arah ruangannya, Edward adalah putra tunggal Dokter Rena dan saat ini dia lah yang calon raja berikutnya.


"Selamat pagi yang mulia Ratu"


Melisa mengucapkan hal tersebut sambil memberikan hormat kepada Rena.


"Pagi Melisa, duduklah ada beberapa hal yang ingin aku beritahukan kepadamu"


Rena mengajak Melisa duduk di dalam ruangannya.


"Apakah kau tau tentang racun teratai putih?"


Dokter Rena langsung mengatakan hal tersebut kepada Melisa.


"Yang mulia Ratu mengapa yang mulia menanyakan hal tersebut kepada ku?"


Melisa hanya terdiam dengan semua hal yang telah dikatakan oleh Dokter Rena.


"Apa yang mulia Ratu mau dariku?"


"Aku minta kau melakukan satu rencana,dan semua rencana itu ada di dalam buku ini"


Dokter Rena memberikan satu buku kecil kepada Melisa.


"Bagaimana jika aku menolak?"


"Pertanyaan bagus Nona Su,jika anda menolak maka aku akan membongkar identitas mu yang sebenarnya bahwa kau adalah seorang nona Su, pembunuh bayaran wanita yang ingin membunuh seseorang dan aku mengetahui siapa yang ingin kau bunuh dengan trik kotor mu namun gagal"


"Perlu kau tau,jika kau berada di dalam perlindungan ku kau akan tetap aman,namun aku tidak menjamin jika kau berani berkhianat kepada ku"


"Yang mulia Ratu anda sama sekali tidak memberikan pilihan terhadap ku"


"Untuk apa harus ada pilihan jika hal itu sebenarnya tidak perlu ada,akan membuang banyak waktu,lakukan tugas mu dengan baik maka aku tetap menjaga identitas mu dengan baik nona Su"


Melisa terdiam dengan semua perkataan dari Dokter Rena dan pada akhirnya hanya bisa menganggukan kepalanya.


"Baiklah aku setuju dengan kesepakatan ini yang mulia Ratu"

__ADS_1


"Bagus, sekarang pergilah"


Melisa memberikan hormat kepada Dokter Rena dan kemudian meninggalkan Dokter Rena di dalam ruangannya seseorang diri.


"Kau tau meskipun aku hanya seorang wanita,namun aku bisa berlaku lebih kejam daripada laki - laki,tanpa kekerasan dan dalam diam,itu semua sudah cukup untuk membunuh banyak orang"


Dokter Rena tersenyum mengerikan di dalam ruangan tersebut.


"Aku sudah mengetahui keberadaan mu,namun belum waktunya aku untuk menyentuh mu,kita nikmati saja permainan ini"


"Yang mulia,ada Mr Black sudah menunggu anda di kamar"


Dokter Rena langsung terdiam ketika Linlin mulai masuk ke dalam ruangannya.


"Ah baiklah Linlin,aku akan menyambut nya dengan baik,tutup semua ruangan rahasia tersebut agar Edward putraku tidak mengetahui nya"


"Baik yang mulia Ratu"


Dokter Rena segera beranjak dari ruangan nya dan pergi untuk menemui Mr.Black,banyak sekali rahasia yang tersimpan di Negara B,Negara dengan Pemerintahan Monarki absolute yang sampai saat ini belum begitu terbuka terhadap dunia luar.


Sementara itu di Negara B,hari ini Kimmy sedang mengadakan acara makan malam untuk kehamilan Keisha.


"Pelan - pelan sayang,tak seharusnya kau ikut membantu kami,kau harus beristirahat"


Kimmy yang melihat Keisha sedang merangkai bunga untuk acara makan malam mulai khawatir dengan kandungan.


"Ma,aku tidak sakit aku hanya sedang mengandung jadi jangan perlakukan aku seperti orang sakit"


Keisha mengatakan semua hal tersebut dengan alat tulisnya.


"Mama mengerti sayang,dulu mama juga diperlakukan seperti itu saat mengandung Alexander, apalagi oleh Papa Edward"


Kimmy mengatakan hal tersebut sambil tersenyum.


"Pergilah,untuk mempersiapkan diri, sebentar lagi Alexander akan pulang, meskipun kau sedang hamil istri harus tetap tampil cantik di hadapan suami,apalagi saat akan menyambut suami pulang bekerja"


"Keisha mengerti Ma"


Setelah mengatakan hal tersebut dengan alat tulisnya, Keisha segera beranjak dari tempat duduknya untuk mempersiapkan diri menyambut kehadiran Alexander.


Aku bahagia dengan semua hal yang telah terjadi di dalam keluarga ku,namun kenapa jauh di dalam lubuk hati ku yang paling dalam,aku tetap khawatir terhadap gadis itu,Tuhan lindungi Keisha menantuku,jaga dia dan kandungan.


Kimmy mengatakan hal tersebut di dalam hati sambil tetap menata hiasan bunga tersebut.


Sementara itu di Rumah Sakit, Albert yang sudah selesai praktek segera menuju ruangan Michelle.


"Sayang,ayo kita pulang"


Michelle yang mendengarkan kembali panggilan itu langsung menoleh ke suara yang memanggil nya.

__ADS_1


Hai,pembaca setia tuan Alexander vote dan like yang banyak yah agar authornya semangat


__ADS_2