MY QUEEN ( I Love My CEO 2)

MY QUEEN ( I Love My CEO 2)
UNGKAPAN HATI MICHELLE


__ADS_3

"Mari kita lihat siapa laki - laki yang akan mendapatkan nona Keisha,aku suka berkompetisi terutama tentang wanita"


Setelah mengatakan hal tersebut Dokter Jansen segera meninggalkan ruang prakteknya,dan dengan penuh keyakinan bahwa Dokter Jansen bisa merebut Keisha dari tangan Alexander.


"Sayang apakah kau masih marah padaku?"


Tak jauh dari ruangan Dokter Jansen,saat ini ada satu laki - laki sedang memohon maaf kepada wanita yang dia cintai.


"Ya aku marah padamu Albert"


Michelle segera berdiri dari kursinya ketika Albert tiba - tiba masuk ke dalam ruangannya.


"Ayolah tak baik jika kemarahan dipendam lebih dari satu hari"


Michelle yang kini berdiri menatap jendela hanya terdiam memandang taman yang berada di halaman Rumah Sakit.


"Kau tau kenapa kemarin aku begitu marah padamu?"


"Bagaimana aku bisa mengetahuinya jika kau terus menerus berbicara dan wajah kesal mu terus menatap ku saat marah"


Dengan perlahan Albert mendekatkan dirinya ke tubuh Michelle,namun Michelle yang mengetahui gelagat Albert segera menghindar.


"Kau tau,saat kau menjemputku aku berharap bisa mencurahkan isi hatiku padamu,pasien ku meninggal di meja operasi karena kondisinya yang terus menerus menurun,kau tau sampai saat ini meskipun aku sudah menjadi Dokter,saat aku melihat pasien ku meninggal rasanya masih sedih, apalagi jika aku harus memberitahukan hal tersebut kepada keluarga"


"Kau tau biaya perawatan penyakit jantung itu termasuk mahal,tak jarang para keluarga pasien harus menjual harta mereka untuk keluarganya bisa mendapatkan pelayanan terbaik di Rumah Sakit"


"Dan aku sebagai Dokter Spesialis Bedah Jantung merasa ingin membantu mereka dengan keahlian ku,namun sekali lagi aku bukan Tuhan yang bisa menentukan kehidupan seseorang,Dokter yang hebat sepertiku juga terbatas"


"Rasanya begitu sedih saat aku harus melihat tangisan demi tangisan keluarga yang ditinggalkan,kau pasti tau dulu aku pernah menderita kangker dan aku masih bisa mengingat bagaimana Mama Clarissa setiap hari memeluk dan berdoa agar aku bisa sembuh"


"Dan sekarang aku betul - betul ingin menolong mereka,namun Dokter juga terbatas,itulah penyebab kemarahan ku padamu,entah mengapa saat hatiku sedih hanya nama mu yang terus berada di dalam ingatan ku"


"Aku berharap ketika aku selesai melihat tangisan keluarga tersebut,aku bisa berbagi cerita ini kepada mu,namun saat aku berlari turun ke lobby untuk segera menjumpai mu,namun saat aku telah sampai aku belum menemukan mu"


"Memang tak seharusnya aku bergantung pada siapapun,kau benar hal kemarin adalah masalah kecil yang seharusnya tidak perlu aku besar - besarkan"

__ADS_1


Michelle mengatakan isi hatinya masih dengan memandang taman dari jendela,namun kini yang berbeda adalah air mata Michelle mulai terjatuh.


"Sayang maafkan aku,aku sama sekali tidak berpikir sampai sejauh itu,maafkan aku"


Albert yang sudah mengetahui permasalahan yang sebenarnya langsung memeluk Michelle dari arah belakang.


"Kau tak salah Albert,mungkin hanya aku yang terlalu egois berharap kau bisa menjadi tumpuan ku yang selama ini aku cari"


Michelle menangis ketika perkataan demi perkataan tersebut terus keluar dari mulutnya


"Kau tau wanita mandiri itu hanya butuh untuk didengarkan,karena ketika mereka percaya pada seseorang laki - laki maka setiap rahasia dan setiap masalah yang biasanya dia pikirkan sendiri akan diceritakan kepada pria nya"


Air mata Michelle mengalir semakin deras saat Michelle mengatakan hal itu.


"Karena kau tau wanita mandiri itu sangat susah percaya pada seseorang"


Kini setelah semua yang mengganjal dari harinya keluar, Michelle langsung terdiam dari isak tangisan nya.


"Sayang maafkan aku,aku tidak tau jika permasalahan mu sampai seperti ini,saat ini mungkin aku tidak bisa menjanjikan banyak untuk mu,karena memang laki - laki itu lemah di pendengaran nya,namun jika aku kembali tidak peka,aku mohon kau harus mengatakan yang sebenarnya agar aku tau kesalahan ku,aku ingin kita berdua bisa saling berkata jujur apapun perasaan kita saat ini,aku berharap kejadian kemarin tidak terulang lagi"


Michelle langsung membalikan badannya dan kini posisi mereka saling berhadapan.


"Ya aku mengerti, sekarang hapus air mata mu"


Albert langsung mengambil sapu tangan yang berada di dalam saku celana nya dan mengusap air mata Michelle.


"Ya aku tidak akan menangis lagi,aku calon istri yang cengeng"


"Ya cengeng,galak,namun cantik dan yang paling penting aku sangat mencintai calon istriku ini"


Albert mencium mesra kening Michelle.


"Keluarlah,aku harus kunjungan ke kamar pasien"


Michelle segera melepaskan pelukan dari Albert karena dia harus pergi mengunjungi par pasien nya.

__ADS_1


"Ya aku juga harus kembali ke Unit Gawat Darurat,I Love You Dokter Michelle"


Albert memberikan ciuman jarak jauh kepada Michelle dan berlalu dari ruangan Michelle.


"Aku juga mencintai mu adik kecil ku"


Michelle membalas pelan perkataan cinta Albert dan segera ikut keluar dari ruangannya.


Rutinitas yang padat membuat semua anggota keluarga Chandradinata begitu sibuk beraktivitas pada hari ini,namun ada satu wanita yang sangat bosan dengan rutinitas hariannya yang hanya berada di dalam rumah saja.


"Sayang,kenapa kau tidak ikut menyambutku di bawah"


Tangan Alexander langsung melingkar ke pinggang Keisha,saat sore ini Alexander kembali ke rumah putih dan tidak mendapatkan Keisha ikut menyambutnya.


"Ah kau sudah kembali Alexander,aku sudah menyiapkan air untuk kau mandi dan makanan"


Keisha yang mendapatkan pelukan dari suaminya segera membalikan badan dan mengucapkan hal tersebut kepada Alexander dalam bahasa isyarat.


"Ya aku akan mandi sebelum kau menjawab pertanyaan ku tadi"


"Aku akan menceritakan semuanya kepada mu,namun kau harus membersihkan diri dulu"


Keisha mengatakan hal tersebut dengan bahasa isyarat dan segera meminta Alexander untuk melepaskan pelukannya.


"Ya,ya suami akan patuh pada istri,ayo kau mau ikut aku mandi?"


Alexander mengatakan hal tersebut sambil tersenyum nakal.


"Alexander,aku,aku"


Keisha segera menghentikan bahasa isyaratnya,entah mengapa hatinya begitu sedih saat Alexander ingin mengajaknya untuk bermesraan sebagai pasangan suami istri,namun rasa takut di dalam diri Keisha membuatnya belum bisa melakukan tugasnya dengan baik.


"Sudah jangan dipikirkan perkataan ku tadi,aku akan masuk ke dalam kamar mandi,jangan kau pergi dari kamar ini,apa kau mengerti"


"Iya Alexander mana mungkin aku pergi"

__ADS_1


Alexander mengusap kepala Keisha dengan lembut dan segera masuk ke dalam kamar mandi.


"Tuhan aku berharap pengobatan ku dengan Dokter Psikiater ini bisa berhasil dengan cepat"


__ADS_2