
Tangannya gemetar, wajahnya tidak berani menatap wajah ku,se takut itukah kau kepada ku,se takut itukah kau kepada suami mu sendiri,arrrrrrh sampai kapan aku kuat menahan semuanya ini"
Alexander kembali menguyur kepalanya dengan air dingin dan berusaha keras untuk meredakan gairah nya sebelum keluar dari dalam kamar mandi.
Tuan Alexander kenapa lama sekali berada di dalam kamar mandi,apakah dia baik - baik saja?
Keisha yang mengetahui Alexander belum keluar dari dalam kamar mandi mulai cemas jika terjadi sesuatu hal pada Alexander yang masih berada di dalam.
"Tuan Alexander, apakah anda baik - baik saja?"
Pintu kamar mandi terbuka dengan perlahan dan Alexander keluar dengan hanya berbalutkan handuk pada pinggangnya.
"Kau masih peduli juga padaku?"
Alexander mengatakan hal tersebut sambil menuju ke lemari pakaian untuk mengambil pakaian tidurnya,sedangkan Keisha hanya terdiam mendengarkan ucapan Alexander.
"Kenapa kau terdiam seperti itu?"
Alexander yang telah selesai mengambil pakaian dan memakainya segera menoleh ke arah Keisha yang masih terpaku memandangnya.
"Tuan aku,aku"
Belum selesai Keisha mengucapkan bahasa isyaratnya,Keisha segera berlari ke dalam pelukan Alexander dan menangis.
Alexander yang mendapatkan pelukan dari Keisha langsung terdiam, Alexander sangat mengetahui mengapa Keisha seperti itu.
"Sudahlah,kau tak perlu menangis,ayo jangan seperti anak kecil,temani aku makan malam"
Alexander mencium puncak kepala Keisha dan membalas setiap pelukannya,Keisha yang mengetahui suaminya sudah lapar, langsung mengendurkan pelukannya dan memandangnya.
"Tuan tidak marah dengan ku"
Bahasa isyarat menjadi komunikasi Keisha yang paling utama kepada Alexander.
"Untuk apa aku marah padamu memang apa salah mu?"
Dengan nada yang datar Alexander membalas setiap pertanyaan Keisha.
"Ayo duduk kita makan"
Alexander dengan acuh mengajak Keisha untuk duduk, Keisha yang sudah tau bahwa hati Alexander sedang tidak beres pada akhirnya memilih untuk mengikuti kata - kata suaminya,Keisha melayani suaminya makan malam dan makan malam mereka lalui tanpa banyak berkata - kata.
__ADS_1
"Kemarilah"
Selesai makan Alexander mengajak Keisha duduk di tempat tidur mereka dan Keisha mengikuti semua yang Alexander perintahkan.
"Kau tau bahwa aku sangat mencintai mu?"
Dengan perlahan Alexander mengatakan hal tersebut kepada Keisha dan Keisha pun menganggukan kepalanya.
"Jika kau mengetahui cinta ku pada mu, sekarang katakan kenapa kau begitu ketakutan jika aku menyentuh mu?"
Deg
Pertanyaan Alexander membuat Keisha terdiam karena sebetulnya dia juga tidak tau apa yang telah terjadi pada tubuhnya mengapa hanya kepada Alexander tubuhnya mengalami penolakan.
"Tuan,boleh aku mengatakan sesuatu hal yang jujur kepada mu?"
Dengan rasa takut Keisha menggunakan bahasa isyarat untuk mengatakan sebuah kejujuran kepada Alexander.
"Katakanlah"
"Sebenarnya aku juga kurang mengerti mengapa aku menolak tuan Alex,aku tau tuan Alexander adalah suamiku,dan aku pun ingin melayani tuan Alexander dan menjadi istri yang baik tapi"
"Tapi apa?"
"Saat tuan mulai membuka pakaian ku,aku seperti teringat perbuatan demi perbuatan kasar tuan Alexander di masa lalu"
Deg
Alexander langsung terdiam ketika Keisha mengatakan secara terbuka kepada Alexander tentang semua hal yang mengganjal di hatinya.
Kini Alexander mengerti bahwa kata maaf saja ternyata tidak akan pernah cukup untuk menyelesaikan semua ini,namun Keisha menjadi seperti ini itu semua karena perbuatan nya sendiri terhadap Keisha.
"Sayang maafkan aku,semua ini adalah salahku,aku yang membuat mu seperti ini"
Alexander langsung memeluk pinggang Keisha dan mendaratkan ciuman sayang di keningnya.
"Tuan, semua ini bukan hanya salah tuan Alex,namun aku juga turut berperan di dalam kesalahan ini,aku yang membuat tuan Alexander kehilangan nona Melisa,aku adalah pemeran utama di dalam semua cerita tuan Alexander yang tiba - tiba berubah"
"Itu sebabnya rasa bersalah yang sangat dalam bercampur dengan perlakuan kasar tuan Alex membuat aku menjadi seperti ini,maafkan aku tuan Alexander"
Keisha menggunakan bahasa isyarat sambil menangis,Keisha tau bahwa dalam hal ini dirinya ikut turut andil dalam setiap peristiwa yang telah terjadi.
__ADS_1
Alexander yang melihat istrinya menangis langsung memeluk istrinya tersebut dan pelukan Alexander membuat air mata Keisha semakin mengalir sangat deras.
Sayang,maafkan aku, seharusnya aku bisa mengerti posisi mu yang pada saat itu pasti sangat sulit,maafkan setiap perkataan demi perkataan ku yang sangat membekas di hati mu,rasa sakit yang kau alami pasti sangat parah.
"Sudah,jangan menangis, sekarang semua ini telah terjadi saatnya kita memperbaiki segalnya,kita tutup masa lalu itu secara bersama - sama"
Keisha langsung mengendurkan pelukannya ketika Alexander mengatakan hal tersebut.
"Tuan apakah tuan ingin tau untuk apa aku melakukan semuanya itu?"
Deg
Mata ke dua Alexander kini beradu dengan ke dua mata Keisha,ya dalam hati sebenarnya Alexander sangat ingin mengetahui semuanya namun saat ini Alexander melihat kondisi istrinya sedang tidak stabil
"Sayang,aku sangat ingin tau mengapa kau melakukan hal tersebut di masa lalu,namun apakah kau masih sanggup untuk bercerita?"
"Ya tuan aku sanggup"
Keisha dengan mantap mengatakan hal tersebut kepada Alexander dan dengan menarik nafasnya dalam - dalam Keisha memulai setiap cerita nya.
Keisha mengatakan yang sebenarnya bahwa anak yang dia kandung adalah anak dari tuan Lio, bagaimana tuan Lio merenggut mahkotannya dengan cara kotor, bagaimana tuan Lio tidak mau mengakui kehamilan Keisha, bagaimana tuan Lio memaksa Keisha untuk menghancurkan hubungan Alexander dengan tidur bersama Alexander.
"Kurang ajar!aku tidak akan memaafkan mu Lio!!"
Mata Alexander memerah,tangannya mengepal,tanda bahwa malam hari ini Alexander sangat marah.
"Tuan aku mohon jangan tuan Alex membuat perhitungan dengan tuan Lio"
Alexander langsung mengernyitkan dahinya ketika Keisha mengatakan hal tersebut dengan bahasa isyarat.
"Atas dasar apa aku tidak perlu membalaskan ini semuanya?"
"Karena Kakek masih bersama dengan tuan Lio,Kakek dijadikan jaminan,pada saat itu tuan Lio mengatakan jika Keisha tidak mau mengikuti semua rencanannya maka dia akan membunuh Kakek,sampai saat ini Kakek masih berada di tangan tuan Lio"
Deg
Hati Alexander seperti teriris sebilah pisau ketika dia mendengarkan pengakuan Keisha,Keisha mengatakan hal tersebut dengan air mata yang terus mengalir,rasa ketakutan,rasa sayang Keisha akan keluarga membuat Keisha nekat melakukan hal ini.
"Tenanglah,tenang"
Alexander yang mengetahui istrinya mulai kembali gemetar kini langsung memeluknya kembali,sejenak Alexander harus meredakan kemarahan nya dan lebih berkonsentrasi terhadap ketenangan istrinya.
__ADS_1
"Mari kita pikirkan bersama cara untuk membebaskan Kakek mu,kau adalah istriku keluarga mu adalah keluarga ku juga,yang terpenting sekarang kau harus tenang"
Alexander memeluk dan menenangkan Keisha di dalam pelukannya, Alexander langsung melupakan semua kemarahan nya dan itu dia lakukan hanya untuk istri yang semakin hari semakin dia cintai.