
Kau harus bertanggung jawab karena kau sudah memujiku"
Keisha yang sama sekali tidak mengerti hanya terdiam,namun tiba - tiba dengan gerakan cepat Alexander langsung melepaskan kancing - kancing yang berada di dalam dress Keisha.
"Aku mau memakan mu sekarang juga"
Tanpa persetujuan dari Keisha pagi ini Alexander sudah melepaskan semua pakaian Keisha dan kini tidak ada satu helai pakaian pun melekat di tubuh istrinya tersebut.
"Kau sangat cantik jika seperti ini sayang"
Alexander membelai punggung istrinya dan pada akhirnya mendekap tubuh tanpa pakaian tersebut.
"Alexander apakah menjadi kebiasaan baru mu melakukan hal ini di dalam kantor?"
Keisha mengatakan hal tersebut dengan bahasa isyarat sambil menikmati semua sentuhan dari Alexander.
"Ya mulai dari sekarang ini akan menjadi kebiasaan baruku"
Alexander mengatakan hal tersebut sambil membalikan tubuh Keisha agar bisa berhadapan dengannya.
"Tubuh indah ini selamanya akan terus menjadi milik ku, siapapun yang berani menyentuh tubuh ini selain diriku akan aku tembak mati, bersiaplah aku akan memanjakan mu"
Setelah mengatakan hal tersebut Alexander mencumbu Keisha dengan tidak beraturan, Alexander melancarkan serangannya kepada Keisha dengan tiada ampun, Alexander sangat merasa bahagia jika pada akhirnya dapat membuat tubuh indah Keisha bertekut lutut terhadapnya.
Sementara itu kini Peter sudah sampai di sanggar lukis Lilian.
"Peter ada apa kau kemari?"
Sesampainya Peter di sanggar lukis Natan dan Lisa langsung menyambut kedatangan Peter.
"Tuan Nathan dan nona Lisa,saya ingin bertemu dengan nona Lilian"
"Ah seperti itu,masuklah Lilian masih ada berada di dalam ruangannya"
"Terima kasih tuan Nathan"
Setelah mengatakan hal tersebut Peter segera menuju ke dalam ruangan Lilian,dari balik kaca Peter bisa melihat jika Lilian sedang melukis di dal ruangannya.
"Nona Lilian"
Peter membuka pintu ruangan Lilian sambil mengatakan hal tersebut.
"Kak Peter,kakak kemari?ada apa?"
Lilian kaget karena melihat Peter berdiri di depan pintu masuk ruangannya.
"Saya ingin melihat mu melukis"
Kata - kata itu spontan keluar dari mulut Peter.
"Kak Peter apakah sungguh perkataan mu itu?"
__ADS_1
Peter yang sudah salah tingkah hanya bisa menganggukan kepalanya.
"Kakak ayo kemari,aku akan menjadikan kakak sebagai model dari lukisan aku"
Lilian segera menarik tangan Peter dan meminta Peter duduk di tempat yang telah Lilian sediakan.
"Kakak kenapa ingin melihat lukisan ku?"
Lilian mengatakan hal tersebut sambil mulai kembali memainkan kuas di kanvasnya.
"Apakah aku tidak boleh melakukan hal itu?jika tidak aku akan pergi"
Peter mengatakan hal tersebut dengan nada dingin karena sesungguhnya saat ini hati Peter sedang berdegup kencang melihat wanita yang cintai.
"Baiklah,aku tidak akan bertanya banyak hal lagi kepada mu,asal kakak berada di dekat ku saja aku sudah senang"
Sejenak Lilian menatap Peter lalu mulai berkonsentrasi lagi terhadap lukisannya.
Sedangkan Peter dengan leluasa bisa menatap lekuk tubuh wanita yang dia cintai tersebut dalam diam.
"Aku tidak kuat lagi menahan nya"
Tiba - tiba saja Peter berdiri dan memeluk Lilian dari belakang.
"Maafkan aku tetaplah seperti ini walaupun hanya beberapa saat"
Beberapa perkataan yang Peter katakan beserta tindakan yang dia lakukan dapat membuat Lilian tercengang.
"Sssstt"
Peter langsung membalikan badan Lilian dan mencium bibir munggil tersebut.
Ciuman hangat yang diberikan oleh Peter mampu membuat semua alat lukis yang sedang dipegang oleh Lilian sampai terjatuh.
Ciuman yang awalnya manis kini perlahan berubah menjadi ciuman liar,Peter seperti kehilangan kendali dengan perlahan tangannya mulai menjelajah ke area tubuh Lilian dan membuka beberapa kancing baju Lilian.
"Kak hentikan!!"
Lilian langsung tersentak dan berteriak ketika Peter berhasil memegang area sensitive Lilian
"Jangan kak,aku hanya ingin menyerahkan semua ini setelah pernikahan yang sah"
Dengan nafas yang tersenggal karena berusaha meredakan gairahnya Lilian mengatakan hal tersebut kepada Peter, pakaian dan rambutnya yang sudah kusut menjadi tanda bahwa hampir saja Peter membuat tubuh Lilian tersebut telanjang.
"Maafkan aku nona,maafkan bukan maksudku untuk melakukan hal tersebut kepada mu,aku tidak akan melakukannya lagi aku berjanji,maafkan aku yang telah hilang Kendali"
Peter langsung menjauh dari tubuh Lilian,Peter takut gairahnya akan kembali ada jika dia kembali mendekat ke arah Lilian.
"Kak apakah dengan kakak mencium ku tadi memberikan tanda bahwa kakak sekarang membalas perasaan cintaku?"
Peter yang telah kembali stabil kini menatap Lilian dari dekat.
__ADS_1
"Maafkan aku nona Lilian maafkan"
"Jadi apa kak maksudnya?kakak pikir aku wanita murahan ha?"
Air mata Lilian mulai mengalir deras ketika Lilian bertanya namun tidak mendapatkan jawaban apapun dari Peter.
"Sekarang kakak pergi dari sini!"
"Nona aku"
"Pergi aku bilang!!"
Lilian menunjukan arah pintu keluar kepada Peter dan meminta Peter untuk pergi sekarang juga.
"Baiklah"
Tanpa memandang lagi ke arah Lilian Peter langsung pergi dari hadapan Lilian.
"Kak mengapa kau begitu sulit untuk mengatakan perasaan mu? apakah mengatakan cinta itu begitu sulit?lantas apa maksud perbuatan mu tadi"
Lilian menangis sambil merapikan kembali semua pakaian nya yang sudah kusut,Lilian menangis seperti tidak dihargai ketika dia melihat beberapa tanda cinta mengukir jelas di lehernya.
Sementara itu kini Michelle yang sudah tiba di Rumah Sakit dan menunggu hingga pasien Albert kosong segera masuk ke dalam ruang kerja Albert.
"Albert"
Dengan suara pelan Michelle mengatakan hal tersebut.
"Ah masuklah"
Albert yang mengetahui Michelle masih berdiri di depan pintu langsung menyuruhnya masuk.
"Tadi kenapa kau tidak ikut sarapan dan langsung berangkat ke Rumah Sakit?"
"Ya hari ini aku berangkat karena ada beberapa pasien yang harus aku tangani"
Albert mengatakan hal tersebut dengan nada dingin.
"Ah jadi seperti itu, baiklah jika begitu aku akan melanjutkan pekerjaan ku"
"Pergilah"
Deg
Michelle seperti menemukan sisi Albert yang lain di pagi ini, Michelle yang sudah tidak bisa mengatakan apa - apa lagi langsung pergi dari hadapan Albert, Michelle sadar bahwa segala sesuatu bisa terjadi dengan masa lalunya yang sudah terbongkar.
"Sayang aku ingin sekali memeluk mu,namun sampai pada pagi ini entah mengapa masih terasa sulit bagi ku untuk bisa menerima masa lalu mu,aku tau setiap orang pasti memiliki masa lalu namun tetap masih terasa sulit bagiku"
Albert yang sudah sendiri di dalam ruangan mengatakan semuanya itu, perasaan cinta Albert yang tidak berubah kepada Michelle namun di satu sisi hati Albert yang masih belum bisa menerima masa lalu Michelle membuatnya menjadi dingin saat Michelle mencoba untuk menghampiri nya.
"Aku butuh sendiri dan berpikir"
__ADS_1
Hai,pembaca setia tuan Alexander vote dan like yang banyak yah agar authornya semangat