
"Cukup papa,saat ini tidak ada yang boleh menghina istriku lagi,jika karena istriku aku tidak diterima lagi di keluarga ini maka aku akan pergi"
Alexander mengatakan hal tersebut sambil bangkit dari kursinya dengan keadaan marah.
"Ayo sayang kita pergi dari sini"
"Alex kau tinggalkan wanita itu atau kau tetap berada disini!"
Edward berteriak kepada Alexander,namun Alexander sama sekali tidak menoleh kembali ke meja Edward dan Kimmy.
"Kurang ajar!"
"Sssstt,cukup sayang banyak tamu yang sedang melihat kita semua,lebih baik selesai acara ini kita bicarakan sesama anggota keluarga"
Kimmy mencoba untuk menenangkan Edward yang emosinya sudah begitu naik,saat ini semua awak media sedang menyorot adegan demi adegan Alexander dan Edward dan itu sudah menjadi siaran langsung di televisi national sebagai berita terhangat dengan judul siapa sebenarnya istri Alexander Chandradinata.
"Baiklah sayang aku mengerti"
Edward meredakan kembali emosinya dan kembali tenang,kini Edward baru sadar jika wajahnya sudah masuk ke dalam televisi national dan semua orang sedang menonton acara tersebut tak tak terkecuali dengan Keisha.
Air mata Keisha kembali terjatuh ketika di dalam kamar pribadinya Keisha melihat Alexander menggandeng Melisa dan memperkenalkan Melisa sebagai istrinya, menyebutnya seorang wanita pelacur dan kini Keisha juga akan menjadi incaran para awak media.
__ADS_1
"Nona Keisha,ada yang ingin bertemu dengan anda"
Satu pelayan mengetuk pintu kamar pribadi Keisha dan karena hal tersebut Keisha segera menghapus air matanya.
"Siapa?"
"Tuan Zhou Chou"
"Bilang saja aku tidak ada"
"Tapi nona semua pelayan sudah mengatakan jika nona sedang berada di ruangan pribadi"
Keisha sebenarnya sedang tidak ingin menemui siapapun,hatinya masih terluka dengan pemberitaan media yang baru saja dia lihat.
"Baik nona"
Keisha menuliskan hal tersebut di secarik kertas kepada pelayan dan setelah itu Keisha kembali bersiap -siap sebelum keluar menemui tuan Chou Zou
Aku harus tetap tenang,ya harus tetap tenang tidak boleh panik,semua akan baik -baik saja Keisha*.
Keisha mengatakan hal tersebut di depan cermin dan berusaha untuk menghapus setiap air matanya yang masih mengalir.
__ADS_1
Dengan perlahan Keisha keluar kamar dan melihat tuan Chou Zou sudah tersenyum hangat kepadanya.
"Hai nona Keisha,apakah kau sudah makan siang?"
Begitu Keisha keluar tuan Chou Zou melihat setetes air mata yang masih tertinggal di pelupuk matanya,namun tuan Chou Zou tidak akan bertanya lebih lanjut tentang kesedihan Keisha.
"Tuan Chou Zou,aku belum makan siang,mungkin nanti aku akan meminta pelayan untuk menghidangkan makanan untuk ku"
Keisha memaksakan senyum manis di hadapan tuan Chou Zou,namun senyuman paksaan itu tidak akan pernah bisa menipu tuan Chou.
"Kau tak perlu meminta pelayan mu untuk memasak,ini aku bawakan makan siang untuk mu,jika kau tidak keberatan kita bisa makan disini sekarang"
Keisha melihat sebuah ketulusan dari wajah tuan Chou Zou sehingga pada akhirnya Keisha tidak menolak untuk makan siang bersama dengannya.
Selesai makan siang.
"Nona ada apa di luar?"
Tuan Chou Zou melihat ada banyak awak media yang menunggu kehadiran Keisha di depan toko bunga cinta.
Hai,pembaca setia tuan Alexander vote dan like
__ADS_1
author yah agar authornya bisa tambah semangat lagi.