MY QUEEN ( I Love My CEO 2)

MY QUEEN ( I Love My CEO 2)
PERINTAH DOKTER KIMMY


__ADS_3

Edward membalas ciuman Kimmy dengan memberikan berkali - kali ciuman di puncak kepala istrinya tersebut.


"Ayo kita pulang Edward,kau pasti sangat lelah"


Edward tersenyum dan mengikuti langkah kaki istrinya tersebut.


"Sayang apakah aku boleh tau apa saja yang kau bicarakan dengan menantu kita?"


Saat di dalam mobil dan dalam perjalanan pulang Edward mencoba bertanya kembali kepada istrinya, Edward sangat penasaran hal apa saja yang telah di bicarakan oleh ke dua wanita tersebut sehingga membuatnya menunggu cukup lama.


"Edward,ini hanya pembicaraan antara wanita saja,semacam curahan hati Keisha"


"Pasti ini tentang kelakuan anak kita Alexander kan?"


Edward mengatakan hal tersebut sambil menarik Kimmy ke dalam pelukannya,hal tersebut selalu Edward lakukan agar istrinya merasa hangat.


"Sayang,jika memang ini berhubungan dengan Alexander tanpa aku menceritakan terperinci kau pasti sudah tau arah pembicaraan kami"


Kimmy mencoba untuk tidak memberitahukan curahan hati Keisha kepada Edward.


"Ya,ya sedikitnya aku tau hal apa saja yang telah dilakukan anak kita Alexander kepada Keisha,dan aku sangat percaya jika istriku yang sangat bijaksana ini pasti bisa menenangkan hati menantunya"


Edward mengatakan hal tersebut sambil menciumi Kimmy di segela arah.


"Hentikan serangan mu ini Edward,kau sama sekali tidak berubah,kau bisa menerkamku dimanapun kau mau"


Kimmy langsung bangkit dari pelukan Edward karena Kimmy tau apa yang akan terjadi ketika dia masih memutuskan untuk berada di dalam pelukan suaminya itu.


"Waktu tidak akan membuatku berubah sayang,aku bisa menerkam mu dimanapun yang aku mau"


Edward langsung menurukan tirai pembatas mobil,menarik Kimmy kembali kedalam pelukannya dan kembali melancarkan aksinya, sedangkan Kimmy pada akhirnya memilih untuk pasrah ketika Edward melakukan semua serangannya tersebut.


Malam yang berganti dengan pagi membuat Keisha pada hari ini terbangun di ruang eksklusif Chandradinata,masuknya sinar matahari melalui jendela kamar membuatnya terbangun dari tidur panjangnya.


Sudah pagi,dan aku masih berada disini,lebih baik aku segera membersihkan diri dan menuju ke ruangan tuan Alex,siapa tau tuan Alex membutuhkan kehadiran aku.


Dengan mengatakan hal tersebut Keisha segera bangkit dari tempat tidurnya,dan membersihkan diri di dalam kamar mandi.


"Selamat pagi Keisha,nyonya Kim menyuruhku untuk mengikuti kemanapun kau pergi"


Saat Keisha sudah rapi dan keluar dari dalam kamar,Keisha melihat Aira sudah menyiapkan sarapan untuk nya di meja makan.

__ADS_1


"Pagi Ra,terima kasih kau selalu ada bersama dengan ku"


Keisha menuliskan hal tersebut sambil mencoba mengambil roti panggang yang telah Aira buatkan untuknya.


"Ra, setelah selesai makan,aku akan ke ruang rawat tuan Alexander,siapa tau dia membutuhkan aku"


Keisha menunjukan tulisannya tersebut kepada Aira dan Aira hanya mengernyitkan dahinya membaca tulisan dari sahabatnya itu.


"Keisha disini banyak perawat dan tuan Alexander di rawat diruangan VVIP dimana pasti keluarga Chandradinata sudah menempatkan banyak orang yang menjaganya,jadi untuk apa kau kesana,kita tau bahwa tuan Alex begitu membencimu"


Keisha terdiam dengan semua perkataan dari Aira,memang semua yang dikatakan oleh Aira itu benar,namun entah mengapa pagi ini Keisha ingin tetap berada disana.


"Tapi Ra"


Belum sempat Keisha melanjutkan tulisannya,Aira langsung mengambil buku tulis Keisha.


"Aku mengerti,ayo aku temani kau pergi ke ruang rawat tuan Alexander,tapi kau harus habiskan semua makan mu dulu"


Keisha tersenyum dengan semua hal yang Aira katakan,Aira tidak pernah tega jika sahabatnya menderita,namun kini Aira belajar mengerti apa yang ada di dalam hati Keisha bahwa cinta terkadang itu buta.


Sementara itu di ruang rawat ada Albert yang datang untuk melakukan kunjungan Dokter.


"Pagi tuan Alexander,bagaimana rasanya mabuk sambil mengendarakan Mobil?"


"Kurang ajar kau Albert,auuw sakit"


Alexander ingin mencoba untuk menggunakan tangannya untuk memukul Albert, namun kini untuk menggeser tangannya Alexander sudah sangat meraskan kesakitan.


"Tenang Alex, untuk sementara kau tidak akan bisa membalas semua perkataan ku"


"Apa yang terjadi dengan ku Albert? kenapa semua tangan dan kakiku sangat sakit jika di gerak kan"


"Yang terjadi ke dua tangan dan kaki mu patah semuanya"


"Apa,patah semua?"


"Ya, seperti yang kau lihat sekarang"


"Sialan!!"


Alexander mengumpat beberapa kali karena keadaannya sendiri pada saat ini.

__ADS_1


"Hei Alexander kau seharusnya bersyukur,hanya kau yang hidup dalam kecelakaan beruntun ini,semua korban yang kau tabrak meninggal di tempat kejadian,bukan kau mengumpat seperti itu"


Albert memberikan nada tingginya kepada Alexander agar Alexander sadar bahwa dia masih beruntung karena bisa selamat dalam kejadian ini.


"Alexander,katakan padaku apa yang membuatmu sampai seperti ini?setau aku kau tidak pernah menyentuh alkohol pada saat kita masih kuliah,namun kini kau begitu akrab dengan minuman tersebut sampai kau seperti ini"


Alexander terdiam dengan setiap pertanyaan dari Albert,kini dia baru sadar bahwa dulu dia bukan laki - laki pemabuk seperti sekarang.


"Semua gara - gara wanita itu!!"


"Wanita itu? maksudmu nona Keisha?"


"Ya siapa lagi wanita yang telah menghancurkan semua masa depan ku"


"Bukan semua masa depan mu Alex,nona Keisha hanya merubah sedikit masa depan mu saja"


"Itu sama saja Albert"


Alexander begitu marah ketika dia mengingat dan menyebut nama Keisha.


"Ya,ya aku hanya mengingatkan padamu,jangan sampai rasa bencimu yang terlalu dalam pada akhirnya membuatmu bertekuk lutut di hadapannya karena kau mencintai wanita itu"


"Cih,tidak akan pernah aku mencintai wanita itu,aku akan membuat nya seperti di neraka setelah aku puas aku akan membuang wanita itu ke tempat sampah"


Dan tepat di saat Alexander mengatakan hal tersebut pintu ruangan terbuka dan Alexander melihat Keisha masuk ke dalam ruangannya.


"Selamat pagi nona Keisha"


Albert mencoba mengalihkan pembicaraan ketika Keisha masuk ke dalam ruangan.


"Selamat pagi tuan Albert, bagaimana keadaan tuan Alexander?"


Keisha mencoba berkomunikasi dengan Albert menggunakan bahasa isyarat.


"Keadaan dia sudah membaik,dia hanya perlu di rawat saja"


"Terima kasih tuan Albert"


"Hei Albert,aku meminta beberapa perawat untuk membantuku,aku tidak sudi di rawat wanita pelacur seperti dia!"


Alexander kembali berteriak ketika Albert mengatakan kepada Keisha bahwa Keisha yang harus merawat Alexander.

__ADS_1


"Maafkan aku Alexander,namun atas perintah Bibi Kim hanya istri mu yang diperbolehkan untuk menyentuh mu selama sakit,menemani mu dan merawat segala kebutuhan mu, perawat hanya diperboleh untuk datang bersama Dokter dan selebihnya perawat tidak akan membantu mu apa - apa"


Perkataan Albert membuat Alexander begitu marah,namun saat ini dia tidak bisa berbuat apa - apa karena kondisi tubuhnya sangat lemah.


__ADS_2