
"Tuan,kau harus ingat aku,aku pernah tinggal di tempat Madam Naureta dan pada malam itu kau memberikan aku obat sehingga aku tidak mengingat lagi apa yang telah aku lakukan kepada mu"
Keisha menuliskan semuanya itu di atas kertas dan menunjukan kepada tuan Lio dengan bercucuran air mata,rasa sesak begitu menyeruak di dalam hatinya ketika tuan Lio tidak mengingat dia,bahkan mengingat apa yang telah dilakukan olehnya terhadap Keisha.
"Ya,aku ingat sekarang,kau gadis bisu yang aku sewa dari tempat lokalisasi Madam Naureta,jadi sekarang kau hamil?"
Keisha menganggukan kepalanya kepada tuan Lio dengan wajah yang penuh dengan harapan.
"Lalu apa peduliku jika kau hamil?"
"Tuan ini anak tuan"
Keisha kembali menuliskan hal tersebut agar tuan Lio bisa kembali membacanya.
"Anak ku? hahahaha,kau membuat aku ingin tertawa lebih keras lagi akan lelucon di pagi hari ini"
"Aku tidak peduli itu anak siapa,kau harus ingat aku itu hanya menyewa tubuhmu,aku memakai tubuhmu untuk menyalurkan hasratku,dan kau adalah seorang nona malam,mana mungkin aku percaya padamu"
"Tapi tuan,saat aku melakukannya,tuan adalah orang pertama yang menyentuhku,aku juga yakin tuan dapat merasakan jika malam itu adalah hal yang pertama dariku"
__ADS_1
Keisha menuliskan perkataan itu dengan air mata yang semakin mengucur dengan hebatnya,Keisha berharap setidaknya tuan Lio mau mengakui anak yang saat ini berada di dalam kandungannya tersebut.
"Dengarkan,aku banyak sekali bertemu dengan nona malam seperti dirimu,dan perlu kau tau aku memang selalu memesan seorang perawan dari Madam Naureta untuk aku bisa tidur dengan dirinya,aku bersedia membayar perawan tersebut dengan harga sangat tinggi dan biasanya aku memakai tubuh mereka sampai aku bosan setelah itu aku buang,jadi jika kau mengatakan kau pertama kali melakukannya dan aku pasti tau,tentu aku tau Karena semua gadis yang aku sewa selalu dalam keadaan perawan"
Senyum mengerikan terpancar Dari wajah tuan Lio dan itu membuat Keisha pada akhirnya tidak dapat berkata - kata lagi.
"Minggir,kalian sudah menganggu aku"
"Tuan sahabatku Keisha belum selesai bicara"
Aira yang sedari tadi diam kini sudah tidak tahan lagi untuk berbicara Karena dirinya melihat Keisha yang semakin terpukul dengan jawaban demi dari jawaban yang diberikan oleh tuan Lio.
Tuan Lio mengatakan hal tersebut kepada asiaten pribadinya dan berjalan masuk ke Mobil tanpa melihat ke dua gadis tersebut lagi.
"Minggir atau kalian mati tertabrak oleh Mobil kami"
"Kami tidak takut"
Aira yang hendak kembali melawan perlahan ditarik kembali oleh Keisha untuk menepi dan membiarkan mobil tersebut masuk ke dalam pintu gerbang.
__ADS_1
"Key,kenapa kau membiarkan mereka lewat begitu saja,masalah kita belum selesai Key"
Dengan kesal Aira menahan amarahnya Karena Keisha menahan dirinya saat dia akan kembali menyerang tuan Lio.
"Ra,ayo kita pulang, mereka orang yang memiliki kekuasaan,kita bukan lawan dari mereka"
"Tapi Key"
"Ayo pulang Ra"
Keisha menuliskan semua kata -katanya itu sambil mencoba untuk menghapus air mata nya,kesedihan yang melandanya saat ini begitu kuat sehingga dia tidak tau lagi harus berbuat apa.
Dan pada akhirnya Aira memilih untuk mengikuti semua kata -kata Keisha dan pada akhirnya mereka bersiap pulang dengan menunggu kendaraan umum.
Saat mereka sedang menunggu ditepi jalan,nampak satu mobil mewah melintas dengan kencang melewati mereka dan masuk ke dalam halaman dari perusahaan tuan Lio.
"Peter tadi aku seperti melihat Keisha"
Mobil Alexander melintasi ke dua gadis yang saat ini sedang menunggu kendaraan umum.
__ADS_1