MY QUEEN ( I Love My CEO 2)

MY QUEEN ( I Love My CEO 2)
DALAM DEKAPAN ALBERT


__ADS_3

Albert mengatakan hal tersebut sambil mengacak - acak rambutnya, Albert yang masih berada di dalam ruangan Michelle dan tidak melihat Michelle karena Michelle telah kembali sejak tadi membuat Albert merasakan jika Michelle sedang menyembunyikan sesuatu.


"Baiklah aku mencari tau apa yang sebenarnya terjadi dengan mu sayang,aku sangat yakin kau sedang tidak dalam keadaan baik - baik saja"


Selesai mengatakan hal tersebut Albert langsung beranjak dari ruangan Michelle dan kembali ke apartment nya.


Malam hari ini semua kembali tenggelam di dalam pikirannya masing - masing.


"Selamat pagi sayang"


Malam yang telah berganti dengan pagi membuat Alexander bangun terlebih dahulu dan seperti nya menjadi sebuah rutinitas yang baru bagi Alexander untuk memberikan ciuman selamat pagi kepada istri yang dia cintai.


"Selamat pagi sayang"


Keisha mengatakan hal tersebut dengan bahasa isyarat sambil mencium kening Alexander.


"Sayang,kau tau sekarang aku sangat bahagia, bahagia karena pada akhirnya aku memiliki istri yang dengan setia dan sabar menghadapi ku"


Alexander kembali mengatakan hal tersebut sambil mendekap erat tubuh Keisha dan seperti biasa tangan Alexander akan selalu menjelajah ke tubuh indah istrinya tersebut.


"Alexander,apakah ini sekarang menjadi kebiasaan baru mu?"


Keisha mengatakan hal tersebut dengan bahasa isyarat dan menyingkirkan tangan Alexander dari tubuhnya.


"Ya ini akan menjadi rutinitas ku setiap hari mulai hari ini dan seterusnya"


Alexander mengatakan hal tersebut sambil menyambar bibir Keisha dan kembali melahap nya,seakan - akan menjadi sarapan wajib Alexander.


"Aku akan mengajari mu permainan yang menarik di sana"


Alexander menunjuk kamar mandi dengan tangannya dan Keisha hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah suaminya tersebut.


"Ayo"


Alexander langsung membuka semua pakaian Keisha dan menggendongnya di kamar mandi,terjadi pergulatan yang luar biasa di dalam kamar mandi tersebut, Alexander selalu bisa membuat Keisha menjadi tak berdaya dengan aksinya, Alexander sangat pintar menyenangkan tubuh Keisha.


"Bagaimana apakah semua tindakan ku pada mu pagi ini mempesona?"


Diakhir permainan Alexander meminta penilaian dari Keisha.


"Kau terlihat lebih tampan berkali - kali lipat ketika kau melakukan hal itu kepada ku"


Keisha yang mengerti bahwa suaminya ingin mendapatkan pujian segera memberikan apa yang Alexander mau.


"Dan kau terlihat semakin cantik ketika kau melepaskan semua pakaian mu"


Alexander mencubit hidung Keisha dan pada akhirnya membantu Keisha mengeringkan badan dan mengenakan pakaiannya.


"Ayo kita sarapan Alexander"


"Aku sudah kenyang karena aku telah memakan mu pagi ini"

__ADS_1


"Alexander ayo lah,kau harus makan,jangan kau berkata demikian"


Keisha mulai kesal dengan jawabannya Alexander dan Keisha mengatakan hal tersebut dengan bahasa isyarat miliknya.


"Baiklah nyonya Alexander,aku akan mengikuti setiap perintah mu"


Setelah mengatakan hal tersebut, Alexander segera mengajak Keisha turun ke meja makan dan mereka sarapan bersama.


"Ayo aku antar kau ke toko bunga"


"Alexander"


"Ya"


"Aku boleh meminta sesuatu pada mu?"


Di meja makan selesai sarapan Keisha coba untuk mengatakan satu hal kepada Alexander.dengan bahasa isyaratnya.


"Katakan,apa yang kau inginkan?"


"Alexander bolehkah aku belajar mengendarai mobil?"


Alexander yang mendengarkan permintaan Keisha langsung mengernyitkan dahinya.


"Untuk apa?bukan kah disini banyak supir pribadi yang akan siap untuk melayani mu?"


"Iya aku tau,namun aku tidak ingin bergantung kepada mereka,aku ingin mandiri,aku ingin menjadi wanita yang kuat aku...."


"Syarat apa?"


"Syaratnya adalah harus ada persetujuan dari ku,aku berbuat ini bukan karena aku over protective terhadap mu,namun karena aku dihargai sebagai pemimpin mu dan agar kita sama sadar bahwa sekarang kita tidak pernah sendiri, segala sesuatu harus diskusikan berdua kita akan melakukan hal ini sampai nanti maut memisahkan kita,apa kau setuju?"


Keisha tersenyum dengan semua penjelasan Alexander, Keisha sangat mengerti apa yang di maksud oleh Alexander.


"Aku sangat mengerti sayang, sekarang kau berangkat lah terlebih dahulu,aku akan menggunakan supir,aku akan membersihkan ini terlebih dahulu,aku ingin hanya aku yang membersihkan sarapan kita ini"


Keisha mengatakan hal tersebut dengan bahasa isyarat.


"Baiklah dalam hal ini suami akan patuh dengan istri,jangan lupa nanti siang kau harus kembali ke rumah ada beberapa perancang busana yang aku panggil khusus untuk pesta mu nanti malam"


"Iya sayang


"


Alexander langsung berdiri dari tempat duduknya dan mengecup kening istrinya lalu berangkat.


Sementara itu di Rumah Sakit terjadi perdebatan kecil antara Albert dan Michelle.


"Katakan padaku,kau pergi kemana?dengan jelas aku meminta mu untuk menunggu, karena aku yang akan mengantarkan mu pulang,kenapa ketika aku sampai di ruangan mu kau sudah tidak ada"


"Albert aku pulang,kepala ku sakit aku tidak kuat lagi,"

__ADS_1


"Kenapa kau tidak memberitahukan ku tentang keadaan mu?"


"Aku tidak mau menganggu mu yang sedang bersama pasien"


"Itu bukan satu alasan kuat sayang,kau bisa memberikan pesan ke dalam ponsel ku,kau juga bisa menitipkan pesan pada perawat sebelum kau pulang"


"Apa sekarang aku harus memberitahukan kemanapun aku pergi?"


"Ya harus"


"Apa urusan mu Albert?"


"Apa urusan ku kau bilang?hei dengarkan aku ini calon suami mu,jadi sudah sepantasnya aku tau keadaan mu"


"Masih calon kan bukan suami,lagi pula kita tidak pernah tau kedepan nya hubungan kita ini akan menjadi seperti apa"


"Apa maksud pembicaraan mu Michelle?"


Albert mengatakan hal tersebut dengan wajah merah padam karena menahan marah.


"Kau tau pikiran dan hati ku sudah terisi penuh tentang mu,dan kau bilang bahwa hubungan ini bisa berubah?"


"Sudah Albert aku ingin sendiri,jangan kau ganggu aku"


"Aku tidak menganggu mu,namun kau sangat aneh,apa yang bisa aku perbuat agar kau tidak seperti ini?"


"Tinggalkan ruangan ini Albert!"


"Bagaimana jika aku tidak mau?"


"Maka aku yang akan pergi!"


Michelle langsung berdiri dari tempat duduknya dan langsung menuju pintu ruangannya.


"Tunggu aku belum selesai bicara!"


Gerakan Albert begitu cepat, Albert langsung menarik lengan Michelle dan mendekap Michelle.


"Lepaskan aku!"


"Aku tidak mau Michelle!"


"Lepaskan aku,atau aku akan berteriak!"


Michelle mengatakan hal tersebut sambil meronta - meronta,namun tetap saja Albert tidak melepaskan wanitanya.


"Lepaskan aku Albert"


Dengan suara lemah Michelle kembali memohon kepada Albert dan seketika itu juga Michelle pingsan di dalam pelukan Albert.


Hai,pembaca setia tuan Alexander vote dan like yang banyak yah agar authornya semangat.😘😘

__ADS_1


__ADS_2