
"Dengan kematian tuan Lauren apakah tugas ku sudah selesai?"
Rena yang mendengarkan perkataan tersebut kini tersenyum sambil menatap Melisa.
"Belum ada satu tugas penting lagi yang harus kau selesaikan"
"Ada tugas lagi?"
"Ya untuk tugas kali ini kau akan menyukai nya,ayo ikut aku"
Rena mengajak Melisa keluar dari ruangan tersebut menuju ruangan yang lainnya.
Sementara itu di Cambodia.
"Sayang ada apa dengan mu?"
Richard begitu kaget ketika melihat Clarissa tiba - tiba melepaskan gelas yang saat ini dipegang olehnya.
"Entahlah Richard perasaan ku sungguh tidak enak"
Richard menatap Clarissa dan mulai untuk kembali memeluknya.
"Coba ceritakan kepada ku,apa yang kau rasakan?"
"Entahlah,aku tiba -tiba teringat akan Kakek Lauren"
__ADS_1
"Teringat Kakek Lauren?"
"Ya Richard beberapa hari ini aku bermimpi buruk tentang Kakek Lauren,aku seperti akan Kehilangan Kakek untuk selama -lamanya"
Clarissa mulai kembali menangis setiap kali dia membicarakan Kakek Lauren, meskipun Kakek Lauren pernah meminta dirinya melakukan hal jahat di masa muda,namun bagi Clarissa Kakek Lauren tetaplah keluarga kandung nya.
"Kau bisa menangis dengan sepuas mu jika kau ingin menangis sayang,nanti aku akan mencari tau bagaimana keadaan Kakek Lauren di Negara B, karena akses berita di Negara tersebut sangat tertutup oleh siapapun"
"Terima kasih Richard,terima kasih karena kau tidak pernah membenci Kakek Lauren meskipun beliau berbuat banyak kesalahan"
"Sayang keluarga mu adalah keluarga ku,siapapun keluarga yang kau cintai maka aku akan mencintainya juga,kau adalah istriku,separuh dari jiwa ku, sekarang tenanglah"
Richard memeluk erat Clarissa yang terus menangis.
Sementara itu kini Lilian dan juga Kimmy sudah tiba di Rumah Sakit,Lilian dan Kimmy langsung menuju ke ruang Unit Gawat Darurat tempat Peter masih menjalani masa kritisnya.
Lilian langsung bertanya ke salah satu Dokter yang kebetulan memang sedang menunggu kedatangan nya .
"Nona Lilian tuan Peter telah melewati masa kritisnya,hari ini kami akan memindahkan tuan Peter ke ruang rawat"
Perkataan dari Dokter tersebut sangat membuat hati Lilian bahagia"
"Ma aku akan menunggu Peter disini"
"Ya sayang,mama akan ke ruangan kak Michelle dan juga ke ruangan kak Alexander, beritahukan Mama jika terjadi sesuatu hal apa kau mengerti?"
__ADS_1
"Ya ma"
Selesai mengatakan hal tersebut Kimmy langsung berjalan kembali untuk menuju ke ruangan Michelle dan Alexander.
"Kak Peter aku percaya kau akan selamat aku percaya kau tidak mudah meninggalkan Lilian, setelah kau sehat aku akan meminta banyak penjelasan dari mu"
Lilian mengatakan hal tersebut sambil melihat Peter dari kaca jendela Unit Gawat Darurat yang akan di pindahkan ke ruang rawat,hati Lilian hari ini begitu bahagia.
Sementara itu di Negara B Rena membawa Melisa ke satu ruangan tertutup yang penuh dengan ornamen - ornamen aneh.
"Yang mulia Ratu ini ruangan apa?"
Melisa melihat banyak tengkorak dan boneka voodoo di dalam ruangan tersebut.
"Ini adalah ruang pemujaan"
"Ruang pemujaan?"
Melisa sangat kaget dengan hal baru yang kini dia ketahui dari seorang Ratu Negara B.
"Yang mulia Ratu melakukan pemujaan di ruangan ini?"
"Ya Melisa,dan aku ingin kau belajar untuk melakukan nya juga karena ini akan berhubungan dengan rencana kita selanjutnya"
Hai,pembaca setia tuan Alexander vote dan like
__ADS_1
author yah agar authornya bisa tambah semangat lagi.