MY QUEEN ( I Love My CEO 2)

MY QUEEN ( I Love My CEO 2)
ANCAMAN ALEXANDER


__ADS_3

Satu suara yang sudah tidak asing menyapa Keisha dari belakang tempat duduk dan begitu Keisha mencari sumber suara tersebut, nampak satu laki - laki tampan sudah berdiri dan tersenyum ke arah Keisha.


"Dokter Jansen,apa kabar Dokter,hari ini suamiku memindahkan jadwal konsultasi ku kepada Dokter Gladin,apakah Dokter Jansen sudah tau?"


"Ya nona aku sudah mengetahuinya"


Keisha hanya menatap wajah Dokter Jansen ketika Dokter Jansen mengatakan hal tersebut.


"Dokter apakah anda baik - baik saja? nampaknya ada yang sedang anda pikirkan?"


Keisha mengatakan hal tersebut menggunakan bahasa isyarat sambil terus memandang ke arah wajah Dokter Jansen.


"Ya, sebenarnya aku tidak tau apa alasan tuan Alexander memindahkan nona kepada Dokter Psikiater yang lain, padahal besar keinginan ku untuk melihat nona sembuh"


Wajah sedih Dokter Jansen membuat hati Keisha yang lembut merasa kasian.


"Dokter,maafkan,aku juga sebenarnya tidak tau apa alasan suamiku memindahkan aku ke Dokter yang lain,tapi aku akan tetap mempercayai keputusan yang telah dia buat,Dokter tenang saja, sebentar lagi aku pasti sembuh,Dokter juga harus menyembuhkan banyak pasien yang lain,masih banyak yang membutuhkan Dokter Jansen"


Keisha mengatakan hal tersebut dengan bahasa isyarat dan senyuman manis Keisha semakin membuat Dokter Jansen diam - diam menggila kepadanya.


"Apakah kita masih bisa berteman nona?"


"Ya tentu saja,asalkan pertemanan kita memiliki batasan"


Keisha langsung menjawab pertanyaan Dokter Jansen dengan cepat.


"Tentu saja nona,jadi karena sekarang kita sudah resmi menjadi teman,aku melihat mu begitu bahagia hari ini"


Dokter Jansen mencoba untuk memancing Keisha agar hubungan mereka semakin dekat.


"Ya Dokter,aku bahagia karena suami ku akan membuka satu toko bunga untuk ku"


"Toko bunga?jadi nona Keisha menyukai bunga?"


Keisha menganggukan kepalanya saat Dokter Jansen mengatakan hal tersebut kepadanya.


"Aku juga menyukai bunga, berkabar lah dengan ku jika toko bunga itu sudah buka,dengan senang hati aku akan berkunjung ke toko bunga nona Keisha"


"Pasti Dokter Jansen,aku akan memberikan diskon khusus sebagai awal mulai pertemanan kita ini"

__ADS_1


Keisha mengatakan hal tersebut dengan bahasa isyarat dan dengan senyuman yang sangat manisz,dan sekali lagi karena senyuman itulah Dokter Jansen semakin jatuh hati.


"Tuan Alexander,kenapa tuan Alexander tidak langsung menuju ke tempat nona Keisha bersama dengan Dokter Jansen?"


Tak jauh dari tempat duduk Keisha dan Dokter Jansen,sedari tadi ada sepasang mata yang terus mengamati kedekatan mereka.


"Kau benar Peter, alangkah baiknya aku segera kesana sebelum mereka semakin bertambah akrab"


Pagi ini setelah Alexander sampai di kantor, pikiran Alexander tidak tenang,jadi setelah membereskan sebagian pekerjaan nya Alexander segera menuju ke Rumah Sakit untuk menyusul Keisha,namun Alexander sungguh terkejut ketika melihat Dokter Jansen dan Keisha berada di taman dan Alexander bisa melihat istrinya tertawa lepas dengan laki -laki lain.


"Keisha istriku,sedang apa kau disini"


Alexander berteriak kepada Keisha dan Keisha yang mendengar suara tersebut langsung menoleh ke belakang dan detik itu juga Keisha langsung berdiri dari tempat duduknya.


"Alexander bukannya kau berada di kantor?"


Keisha mengatakan hal tersebut dalam bahasa isyarat dengan terheran - heran.


"Ya tadinya aku ingin membereskan pekerjaan ku,namun hatiku tidak tenang sehingga aku segera menyusul mu kemari"


Alexander mengatakan hal tersebut sambil pandangan matanya mengarah tajam kepada Dokter Jansen.


"Keisha benar Alexander, kesehatan mentalnya sudah semakin membaik,jadi kau tidak perlu risau lagi"


Dokter Jansen mengatakan hal tersebut sambil beranjak dari tempat duduknya dan kini berdiri di samping Keisha.


"Ya Dokter Jansen, kesehatan mental istriku memang semakin membaik,namun aku menjaga dari hal - hal lain yang membuat kesehatan hatinya menjadi tidak baik"


Alexander kembali menatap tajam ke arah Dokter Jansen saat mengatakan hal tersebut, sedangkan Keisha memandang ke arah Alexander berusaha untuk mencerna perkataan Alexander.


"Peter antar istriku ke ruang eksklusif sekarang!"


"Baik tuan,mari nona"


Peter menggiring Keisha ke ruang eksklusif Chandradinata yang berada di lantai paling atas di Rumah Sakit tersebut.


Pandangan mata Keisha kini beralih dari Alexander kepada Dokter Jansen, begitupun sebaliknya, Keisha ingin sekali bertanya kepada Alexander apa maksud perkataan nya,namun Keisha melihat tatapan Alexander sedang tidak baik itu sebabnya Keisha memutuskan untuk mengikuti Peter ke ruang eksklusif.


"Jadi apa mau mu Jansen?"

__ADS_1


"Tuan muda Alexander,tak kusangka kau begitu cepat menangkap maksud ku, sehingga kau langsung memindahkan konsultasi nona Keisha"


"Aku dan kau sama - sama laki - laki,tentu aku tau apa yang ingin kau dapatkan,namun kau jangan pernah bermimpi untuk bisa memiliki nya,karena dia adalah istriku,dan aku tidak akan pernah membiarkan satu ujung jarinya tersentuh oleh laki - laki selain diriku"


Tatapan Alexander begitu tajam menatap ke arah Dokter Jansen.


"Kau tidak usah terlalu yakin dengan perkataan mu Alexander,kau harus ingat istri mu pernah mengalami trauma yang mendalam,dan trauma tersebut yang membuatnya sampai harus berurusan dengan Dokter Psikiater"


"Kau sudah cacat di depan istri mu karena hal ini"


Kini tatapan Dokter Jansen tak kalah tajam ke arah Alexander.


"Kurang ajar kau!!"


Alexander langsung memegang kerah baju Dokter Jansen bersiap untuk memberikan pukulan,namun sedetik Alexander sadar bahwa mereka masih berada di taman dan banyak pasang mata melihat mereka.


"Jaga kelakuan mu tuan muda,kau harus ingat kau adalah keturunan Chandradinata"


Seketika itu juga Alexander melepaskan cengkraman nya terhadap Dokter Jansen.


"Ya aku memang keturunan Chandradinata yang terkenal,tapi apapun akan kulakukan termasuk membunuh laki - laki jika dia berani menyentuh istriku"


"Hahaha, temperament mu ini yang terkadang berbahaya,aku tidak akan pernah yakin jika kau bisa melindungi nona Keisha dengan baik"


"Kau!!"


"Tuan hentikan,banyak orang yang melihat tuan Alex"


Alexander yang hendak menyerang kembali Dokter Jansen kali ini harus dihentikan oleh Peter yang sudah kembali dari ruang eksklusif.


"Ayo tuan Alex,jika sampai anda melakukan penyerangan disini, masalah akan bertambah panjang,dan ini bukan penyelesaian yang terbaik"


Peter terus mengatakan hal tersebut kepada Alexander agar kemarahan Alexander dapat segera dikendalikan.


"Baiklah Pete ayo kita pergi,Jansen asal kau ingat aku akan melakukan segala cara ketika aku harus mempertahankan wanita yang aku cintai"


Dokter Jansen hanya tersenyum memandang kepergian Alexander yang telah selesai mengatakan hal tersebut.


"Aku terima tantangan mu Alexander,kau belum tau siapa yang kau hadapi saat ini,jika kau bisa melakukan apapun untuk mempertahankan wanita yang kau cintai,maka aku juga dapat melakukan segala cara untuk mendapatkan wanita yang aku inginkan"

__ADS_1


__ADS_2