
Asalkan apa Ma?"
"Asalkan saat ini kau harus berjanji akan selalu terbuka kepada kami, bagaimana kami bisa menolongmu jika kau tidak pernah terbuka sayang"
"Michelle mengerti Ma"
"Bagus, sekarang istirahat lah jangan biarkan intimidasi menguasai mu,Mama akan tidur dengan mu malam hari ini"
Kimmy mengusap kepala Michelle,bagi Kimmy Michelle masih seperti anak kecil untuk nya, meskipun Michelle hanyalah putri sambungnya namun Kimmy sangat sayang kepada Michelle.
Malam ini Kimmy memutuskan untuk tidur di kamar Michelle dan mendengarkan keluh kesah Michelle,Kimmy mencoba untuk melihat dan merasakan masalah ini dari sudut pandang Michelle agar Kimmy tidak terhanyut oleh emosi dan tetap bisa stabil dalam menyelesaikan konflik.
"Selamat pagi sayang"
Pagi ini Kimmy segera kembali ke kamar Edward dan mendapatkan Edward tidur meringkuk sendirian di dalam kamar, selama ini Edward adalah orang yang paling sangat keberatan jika Kimmy jauh darinya.
"Pagi istriku yang cantik"
Edward yang sudah membuka mata melihat kembali istrinya.
"Ayo cepatlah bersiap - siap,kau harus segera berangkat ke kantor kan"
Kimmy mengatakan hal tersebut sambil mengusap kepala Edward.
"Bagaimana misi mu semalam di kamar Michelle sayang?"
"Semuanya terkendali, Edward sekarang Michelle sudah tenang,aku harap nanti saat sarapan jangan kau memarahi nya lagi, Michelle sudah mau menanggung segala konsekuensi nya,jadi kita tidak boleh menghakimi dia lagi "
"Justru saat - saat ini Michelle akan menghadapi masa -masa terberat yang akan datang dari public dan pemulihan kepercayaan dirinya di depan Albert,kau harus tau setiap wanita hal ini merupakan aib terbesar di dalam hidupnya,jadi aku mohon jangan kau menambah lagi dengan kau marah - marah kepadanya"
Edward yang mendengar permintaan Kimmy yang panjang lebar hanya bisa terdiam.
"Ya,ya aku mengerti sayang,aku akan mengikuti semua perintah mu"
"Bagus,aku juga sudah mengatakan kepada Clarissa hal yang sama,agar Clarissa memberitahukan Richard agar tidak memarahi nya lagi karena Michelle begitu takut pada kalian berdua"
"Hmmm apakah aku begitu menakutkan?"
Edward mengatakan hal tersebut sambil menarik Kimmy ke dalam pelukannya.
"Mau apa kau Edward,ini sudah pagi"
"Aku akan memberikan hukuman kepadamu karena semalam kau tidak tidur bersama dengan ku"
Tanpa banyak berkata - kata Edward langsung menyambar semua tubuh Kimmy,pagi ini Edward menerkam kembali tubuh Kimmy dan terjadi pergulatan yang singkat sebelum Edward dan Kimmy turun untuk sarapan.
"Selamat pagi semuanya"
__ADS_1
Jian Lee dan Fanny turun ke meja makan untuk sarapan,di meja makan tersebut sudah ada Michelle,Lilian,dan semua anggota Chandradinata yang lainnya.
"Alexander bagaimana apakah kau sudah puas dengan pesta mu semalam?"
Jian Lee menepuk - nepuk pundak Alexander.
"Sangat puas paman,asalkan istriku bahagia aku juga akan bahagia"
Alexander mengatakan hal tersebut sambil mengenggam tangan Keisha,pagi ini semuanya berbincang seperti biasa seperti tidak ada masalah apapun,namun hanya Michelle yang sejak tadi tidak berani menatap ke arah mereka.
"Maaf,maafkan Michelle, semuanya maafkan Michelle"
Tiba - tiba keluar kata - kata tersebut dari mulut Michelle dan semua anggota keluarga langsung menghentikan percakapan mereka dan memandang ke arah Michelle.
"Michelle salah, Michelle bukan wanita baik - baik, Michelle tidak berharga lagi Michelle.."
"Sssssst, sayang jangan kau mengatakan lagi hal itu"
Clarissa yang sudah melihat air mata Michelle segera mengambil sapu tangan dan menenangkan putri kandungannya tersebut.
"Ma,maafkan Michelle"
Air mata Michelle mengalir sangat deras ketika Clarissa menghapus air matanya dengan sapu tangan.
"Sayang,setiap dari kita pasti memiliki masa lalu,dan masa lalu seseorang itu terkadang tidak terlalu bagus,saat ini yang terpenting bukan masa lalu tersebut tapi pertobatan yang ada di dalam diri kita"
"Apa yang dikatakan oleh Mama Clarissa itu benar sayang,yang terpenting sekarang kau tidak melakukan nya lagi"
"Paman Jian Lee,bibi Fanny maafkan Michelle"
"Its oke sayang,kami tidak akan pernah mengungkitnya lagi"
Fanny tersenyum kepada Michelle.
"Fan, dimana Albert?"
Kimmy yang hari ini tidak melihat Albert untuk sarapan langsung menanyakan hal tersebut kepada Fanny.
"Albert tadi berpamitan kepada ku,hari ini dia harus segera ke Rumah Sakit karena ada pasien jadi dia tidak bisa sarapan bersama dengan kita"
Fanny mengatakan hal tersebut kepada Kimmy.
"Semuanya aku harus segera pergi,hari ini ada pasien"
Michelle yang mengetahui bahwa Albert yang sudah berangkat langsung ikut menyusulnya.
Aku tau kau sedang menghindari aku Albert.
__ADS_1
Di dalam mobil hal tersebut yang dikatakan oleh Michelle, Michelle mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi,pagi ini Michelle memutuskan untuk kembali mengejar Albert.
Sementara itu selesai sarapan Lilian langsung pamit untuk pergi ke sanggar lukis miliknya,namun ada sepasang mata yang sejak tadi memperhatikan nya.
"Peter,kau menyukai adik ku kan?"
Di dalam mobil Alexander melihat tatapan mata Peter yang tak biasa ketika melihat Lilian masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya.
"Maafkan saya tuan,mana mungkin saya berani untuk menaruh hati terhadap Nona besar"
Keisha yang mendengarkan ungkapan hati Peter hanya tersenyum dan Alexander langsung bisa mengartikan senyuman tersebut.
"Peter,tidak ada yang bisa menghalangi cinta untuk bertumbuh subur di dalam hati mu,yang perlu kau lakukan hanyalah mengakui perasaan itu dan mengejarnya,karena laki - laki itu memang berburu cinta Peter"
"Tuan,nona Sudah sampai"
Peter mencoba untuk mengalihkan pembicaraan agar Alexander tidak membahas nya lagi,namun yang dilihat Peter kini Alexander ikut turun Keisha dari dalam mobil.
"Hampiri adik ku di sanggar lukisnya ekpresikan perasaan cinta mu sebelum terlambat,aku akan melanjutkan perjalanan ku ke kantor dengan supir pribadi istri ku"
Alexander menepuk pundak Peter dari luar mobil dan tersenyum ke arah Peter.
"Terima kasih tuan Alexander"
"Pergilah kau juga layak untuk bahagia"
Selesai mengatakan hal tersebut Alexander langsung masuk ke dalam bersama dengan Keisha, menuju ruang pribadi Keisha.
"Alexander"
"Ya sayang"
"Aku kagum padamu kau begitu baik kepada Peter"
Keisha mengatakan hal tersebut menggunakan bahasa isyarat.
"Suami mu ini akan selalu memberikan kesempatan untuk yang mengejar cintanya,kau tau aku berubah karena cinta dan aku bisa seperti ini juga karena cinta"
Alexander mengatakan hal tersebut sambil tersenyum,mengunci pintu,dan menurunkan semua tirai jendela.
"Kau harus bertanggung jawab karena kau sudah memujiku"
Keisha yang sama sekali tidak mengerti hanya terdiam,namun tiba - tiba dengan gerakan cepat Alexander langsung melepaskan kancing - kancing yang berada di dalam dress Keisha.
"Aku mau memakan mu sekarang juga"
Hai,pembaca setia tuan Alexander vote dan like yang banyak yah agar authornya semangat.
__ADS_1