
Dengan tenang Michelle memberikan arahakan kepada semua petugas medis yang sudah siap siaga tersebut.
"Dokter Michelle bagaimana?"
Ketika tuan Jaya sudah berada di dalam ruang Unit Gawat Darurat dan ketika para perawat dan Dokter dengan memerikss denyut nadi tuan Jaya,di dalam pemeriksaan tersebut tidak terdapat kembali denyut nadi yang mereka cari.
"Suster,Kakek sudah tiada"
Hati Michelle begitu sedih ketika saat ini didepan matanya Michelle melihat salah satu keluarga yang dia cintai menghembuskan nafas terakhirnya.
"Sus catat waktu meninggalkan dari pasien,aku akan informasikan hal ini kepada keluarga pasien"
"Baik Dokter Michelle"
Para perawat dan para Dokter segera melepaskan semua alat - alat medis yang sebelumnya sudah sebagian terpasang, sedangkan Michelle dengan perlahan membuka pintu ruang Unit Gawat Darurat dan dengan hati yang tenang mencoba memberikan kabar duka ini kepada keluarganya sendiri ynh yang kini sudah menunggu dibalik pintu.
"Cucuku bagaimana keadaan Kakek buyut?"
Begitu Michelle keluar,nyonya Tiara langsung menghampirinya.
"Nenek buyut,aku minta semua keluarga yang hadir saat ini berkumpul di ruang ekslusif di lantai atas"
"Ada apa Michelle?"
__ADS_1
"Kakek Adrian,ayo ikut Michelle ke atas"
Pada akhirnya tuan Adrian dan nyonya Tiara mengikuti langkah kaki Michelle menuju ke ruang eksklusif Chandradinata dan tak beberapa lama kemudian muncul Lilian serta tuan Edward,Kimmy dan juga Alexander secara bersamaan di lobby depan Rumah Sakit.
"Pah ada apa dengan Kakek buyut?Nenek memberitahukan kepadaku jika Kakek masuk Rumah Sakit"
"Sayang kami juga baru tiba dari Negara H jadi kami juga belum tau"
"Tuan Edward nona Michelle meminta semua anggota keluarga berkumpul di ruang eksklusif Chandradinata"
Salah satu pelayan menghampiri mereka yang masih berada di dalam lobby Rumah Sakit dan dengan patuh mereka semua mengikuti pengawal tersebut ke ruang eksklusif Chandradinata.
"Ma,Pa bagaimana keadaan Kakek Jaya"
"Michelle sayang Bagaimana keadaan Kakek buyut"
Kimmy mencoba untuk menghampiri Michelle yang masih duduk terdiam.
"Kakek buyut meninggalkan terkena serangan jantung Ma"
Michelle pada akhirnya memberitahukan hal tersebut kepada Kimmy dan seluruh isi ruangan yang belum mengetahui kabar duka tersebut pada akhirnya mulai menangis akibat rasa kehilangan ini.
"Ma, Michelle gagal menyelamatkan Kakek Ma, Michelle bukan Dokter yang hebat"
__ADS_1
Seketika Michelle menangis di dalam pelukannya Kimmy.
"Sayang dengarkan Mama,kau tetap Dokter jantung terbaik di Negara W,semua yang terjadi sudah seizin dari Tuhan sayang,saat ini Kakek buyut sudah tidak merasakan lagi rasa sakit,saat ini Kakek buyut sudah bisa tenang, Michelle harus percaya akan hal itu"
Michelle yang terus menangis kini hanya bisa tenggelam di dalam pelukan Kimmy.
"Pa kita harus secepatnya mengurus pemakaman Kakek buyut"
Suara Alexander membuat lamunan Edward memudar.
"Ya Alexander kau benar,ayo kita kerjakan sekarang"
"Lilian ikut Pa"
"Tidak kau di sini saja menemani Kak Michelle dan Mama"
"Tapi Kak Alex?"
"Ssssstt,Papa tidak ingin ada perdebatan di dalam suasana duka ini,jika kalian seperti itu maka tidak akan ada yang akan ikut Papa untuk mengurus nya"
"Baik Pa Lilian akan tinggal disini menemani kak Michelle dan juga Mama"
Setelah mengatakan hal tersebut Edward dan juga Alexander segera keluar dari ruang eksklusif untuk mengurus kematian dari tuan Jaya.
__ADS_1