
Sayang percaya lah situasi yang saat ini aku hadapi sungguh tidak enak,di satu sisi aku harus meninggalkan mu dalam keadaan hamil namun di satu sisi aku harus ikut dalam pembebasan Lilian,sungguh dua wanita ini adalah wanita yang sangat aku cintai.
Alexander terus mengatakan hal tersebut di dalam hati sambil terus melangkahkan kaki menuju ke dalam ruang rawat Keisha
"Alexander apa yang terjadi aku sejak tadi terus menunggu mu"
Begitu Alexander membuka pintu kamar,di atas tempat tidur Alexander melihat Keisha terbangun dan langsung memberikan beberapa pertanyaan.
"Istriku kenapa bangun malam - malam seperti ini?"
Dengan tenang Alexander mendekat ke arah Keisha dan mencium puncak kepala istrinya tersebut berkali - kali.
"Alexander apakah kau baik - baik saja?"
Keisha mengatakan hal tersebut dengan bahasa isyarat dan mengenggam tangan Alexander begitu erat.
"Aku baik - baik saja,apa kabar little boy"
Alexander langsung mencium perut Keisha berulang -ulang dan Keisha memandangi hal tersebut dengan perasaan haru.
"Alex kita belum mengetahui jenis kelamin nya kenapa kau sudah memberikan panggilan Little boy kepada nya?"
Keisha mengatakan hal tersebut dengan bahasa isyarat sambil tersenyum.
__ADS_1
"Bagiku laki - laki atau perempuan tidak masalah,jika laki - laki akan tampan seperti ku,namun jika perempuan tentunya akan cantik seperti mu"
Alexander mengatakan hal tersebut sambil mengusap kepala Keisha.
"Alexander,kemari Dan duduklah"
Keisha meminta Alexander duduk di sisi nya dan mengatakan hal tersebut di dalam bahasa isyarat.
"Ada apa sayang?"
"Kau besok akan pergi?"
Deg
"Darimana kau tau jika esok aku akan pergi?"
"Sayang kau harus ingat,aku ini istri mu dan seorang istri akan memiliki firasat yang kuat mengenai hal yang saat ini terjadi dengan suaminya,jadi tanpa memberitahukan pun Dari raut wajah mu sekarang aku bisa merasakan hal tersebut"
Keisha mengatakan hal tersebut dengan senyuman dan dengan menggunakan bahasa isyarat.
"Ya,ya dalam hal ini mungkin benar jika wanita lebih kuat perasaan nya"
"Apakah kau akan pergi membebaskan Lilian?"
__ADS_1
"Ya aku akan pergi ke Cambodia,karena Lilian berada di sana"
"Bagus jika seperti itu,lalu kenapa raut wajah mu masih seperti ini?"
Keisha kembali bertanya kepada Alexander dengan bahasa isyarat karena Keisha melihat raut wajah Alexander yang murung.
"Jika boleh memilih aku tidak ingin pergi ke Cambodia"
"Kenapa Alexander dia adalah adik kandungmu"
"Aku ingin tetap disini bersama dengan mu"
Keisha tersenyum dengan semua perkataan yang telah Alexander ucapkan..
"Alexander kau tidak boleh egois seperti ini,Lilian adalah adik mu dan ini dia dalam bahaya,sudah sepantasnya kau ikut pergi bersama dengan anggota Chandradinata yang lainnya"
"Jangan khawatir kan aku,keadaan ku akan tetap baik - baik saja dan aku akan tetap menunggu mu hingga kau kembali lagi kemari"
Keisha mengatakan hal tersebut dengan bahasa isyarat sambil tersenyum ke arah Alexander, Alexander yang sudah mendengarkan penjelasan dari Keisha hanya bisa terdiam,dan dengan perlahan Alexander memeluk tubuh wanita yang saat ini begitu dia cintai.
"Sayang jangan banyak bergerak dan bertanya,aku ingin memeluk mu seperti ini sebentar saja"
Keisha pada akhirnya hanya bisa terdiam meskipun saat ini Keisha bisa merasakan sebuah ke anehan.
__ADS_1
Hai,pembaca setia tuan Alexander vote dan like yah ayang banyak agar authornya semangat