MY QUEEN ( I Love My CEO 2)

MY QUEEN ( I Love My CEO 2)
AKU MENGINGINKAN WANITA MU


__ADS_3

Katakan saja Alexander"


Keisha menjawab semua perkataan Alexander di atas tempat tidurnya menggunakan bahasa isyarat.


"Apakah kau tau orang kandung mu?"


Keisha langsung memalingkan wajahnya untuk menghadap ke arah Alexander.


"Sejak kecil aku hanya memiliki seorang Kakek,kata Kakek beliau menemukan aku di tempat sampah dalam keadaan yang hampir mati,saat itu pekerjaan Kakek mencari barang bekas pakai di tempat pembuangan sampah dan di situlah aku bertemu dengan Kakek"


Dengan bahasa isyarat Keisha menjelaskan itu semua kepada Alexander.


"Apa kau tidak ingin mencari keberadaan orang tua mu?"


"Alex,tidak ada seorang anak yang tidak ingin mencari keberadaan orang tuanya,begitu pula dengan ku,namun aku bisa apa?saat itu aku tumbuh dalam garis kemiskinan,untuk makan saja terkadang kami tidak cukup,jadi aku harus memendam keinginan ku untuk mencari siapa orang tua kandung ku,lagipula"


"Lagipula kenapa?"


Alexander sangat penasaran ketika tiba - tiba Keisha menghentikan bahasa isyaratnya dan memilih untuk lebih banyak diam.


"Aku sempat berpikir untuk apa aku mencari keberadaan mereka"


"Kenapa kau memiliki pemikiran seperti itu?"


"Jika benar mereka sayang padaku,lantas mengapa mereka membuang aku ke tempat seperti itu?"


Keisha kembali menghentikan bahasa isyaratnya dan tetesan air mata langsung keluar dari ke dua matanya.


"Hei,tenanglah,maafkan aku bukan maksudku untuk membuat kau menangis seperti ini?"


Alexander yang mengetahui istrinya menangis segera memeluknya.


"Ya Alex,aku mengerti jika kau ingin tau semua jati diriku,kau adalah suamiku,kau dari keluarga terhormat dengan latar belakang yang jelas,kau memiliki keluarga yang sangat mendukungmu,pasti kau juga ingin tau asal usul istri mu ini,maafkan aku"


Keisha mengatakan hal tersebut kembali di dalam bahasa isyaratnya.


"Maaf?untuk apa kau meminta maaf kepadaku?"


"Maaf karena aku bukan seorang istri dengan latar belakang yang jelas"


Tangan Keisha gemetar saat menggunakan bahasa isyarat untuk memberitahukan hal tersebut kepada Alexander.


"Dengarkan aku,memang aku dari keluarga terhormat dan memang aku memiliki keluarga yang memberikan dukungan terhadap ku,namun bukan berarti ketika aku ingin tau tentang asal usul mu karena aku merasa kau bukan istri yang pantas untuk ku"


"Lantas untuk apa kau ingin mengetahui semuanya?"


"Aku ingin membantu mu untuk mencari ke dua orang tua mu,aku ingin kau tau asal usul keluarga mu, karena aku percaya ada sebuah cerita sehingga kau bisa berada di tempat pembuangan sampah tersebut"

__ADS_1


"Sayang apakah kau sama sekali tidak memiliki petunjuk apapun? karena sekecil apapun petunjuk yang kau miliki akan sangat berarti"


Perkataan Alexander membuat Keisha terdiam..


"Alex aku tidak tau apakah ini pentunjuk atau bukan,namun di punggung aku memiliki tanda lahir seperti ini"


Sambil menggunakan bahasa isyarat Keisha langsung membuka bagian belakang bajunya dan menunjukan tanda lahir yang berada di punggungnya itu.


Alexander yang melihat punggung indah itu seperti tersihir dan ingin segera memeluknya,namun sekali lagi Alexander harus bisa menahan semua hasratnya karena saat ini bukan saat yang tepat untuk kembali menerkam istrinya.


"Baiklah tunggu sebentar"


Alexander langsung mengambil camera dan mengambil foto tanda lahir tersebut.


"Cepat tutup kembali punggung mu, sebelum aku membuka baju mu dari arah depan"


Perkataan Alexander langsung membuat Keisha segera menutup punggungnya kembali.


"Sayang,mari kita lihat dari tanda lahir yang ada di punggung mu ini kita bisa mengumpulkan bukti apa lagi, sekarang sudah malam,ayo tidur"


Alexander kembali memeluk erat Keisha untuk mengajaknya beristirahat.


"Alexander"


Keisha mencoba memanggil Keisha dengan bahasa isyaratnya.


"Besok adalah waktunya aku untuk memeriksa kan diri ke Dokter Jansen,apakah kau bisa menemani ku?"


"Ah jadi besok waktunya kau untuk periksa kembali? baiklah,aku pasti akan menemani mu, sekarang tidurlah aku sudah sangat mengantuk"


Alexander mencium kening Keisha agar membuat Keisha tertidur dan benar saja tanpa butuh waktu lama Keisha langsung memejamkan matanya,kini tinggal Alexander yang masih terjaga.


Sayang siapa kau sebenarnya?tanda lahir ini sangat aneh.


Alexander mengatakan hal tersebut di dalam hatinya sambil memandangi foto tanda lahir istrinya tersebut,segera Alexander mengambil ponsel dan menghubungi seseorang.


"Baiklah Peter,tolong kau bantu aku selidiki tanda lahir ini"


Selesai Alexander mengatakan semuanya kepada Peter Alexander langsung menutup panggilan nya terhadap Peter .


Sayang, meskipun kau sekarang adalah istriku,namun masih banyak misteri dari mu yang belum aku ketahui,tapi dengan segera aku akan mengetahui nya,selamat tidur Ratuku.


Alexander mengatakan hal tersebut sambil memeluk istrinya yang sudah terlebih dulu tidur.


"Selamat pagi sayang,ayo kita segera ke Rumah Sakit"


Malam yang telah larut kini berganti dengan pagi, setelah Keisha dan Alexander bersiap - siap mereka segera menuju ke Rumah Sakit untuk bertemu dengan Dokter Jansen.

__ADS_1


"Selamat pagi Alexander dan nona Keisha"


Dokter Jansen membungkukkan badannya untuk memberikan hormat.


"Pagi Jansen,pagi ini kami datang untuk melakukan konsultasi lanjutan"


"Baiklah silahkan duduk"


Dokter Jansen mempersilahkan Keisha dan Alexander untuk duduk berhadapan.


"Jadi nona silahkan ceritakan lagi tentang masalah mu"


Keisha lalu mulai menceritakan banyak hal kepada Dokter Jansen,Dokter Jansen dan Keisha terlibat pembicaraan yang sangat seru,sesekali Keisha tertawa mendengarkan lelucon Dokter Jansen,dan Alexander memandang hal ini menjadi sesuatu hal yang tidak biasa.


"Baiklah nona Keisha ini aku tuliskan resep lanjutan untuk mu"


"Terima kasih Dokter Jansen"


Keisha mengatakan rasa terima kasihnya dengan membungkukkan badannya di hadapan Dokter Jansen.


"Sayang ayo kita pulang, terima kasih Jansen"


Selesai mengatakan hal tersebut Alexander langsung mengajak Keisha untuk meninggalkan ruangan Dokter Jansen.


Sepanjang perjalanan Alexander hanya diam dan Keisha hanya memandang wajah suaminya tersebut.


Sesampainya di rumah putih Alexander pun segera langsung kembali masuk ke dalam mobilnya tanpa berpamitan lagi kepada Keisha.


"Peter"


"Ya tuan"


"Untuk jadwal pemeriksaan istriku berikutnya kau pindahkan saja pada Dokter wanita"


"Baik tuan"


"Ayo jalan Peter"


Selesai mengatakan hal tersebut Alexander segera menuju kembali ke kantornya.


Sementara itu di Rumah Sakit.


"Alexander satu kesalahan besar dengan kau memindahkan istrimu ke Dokter Psikiater yang lainnya,dengan ini aku bisa lebih leluasa bergerak,aku menginginkan istrimu Alexander"


Dengan tersenyum Dokter Jansen memandang pemberitahuan di ponsel bahwa jadwal konsultasi Keisha berikutnya dipindahkan kepada Dokter Psikiater yang lainnya.


"Mari kita lihat siapa laki - laki yang akan mendapatkan nona Keisha,aku suka berkompetisi terutama tentang wanita"

__ADS_1


Setelah mengatakan hal tersebut Dokter Jansen segera meninggalkan ruang prakteknya,dan dengan penuh keyakinan bahwa Dokter Jansen bisa merebut Keisha dari tangan Alexander.


__ADS_2