MY QUEEN ( I Love My CEO 2)

MY QUEEN ( I Love My CEO 2)
MANTAN TEMAN TIDUR


__ADS_3

"Lepaskan aku,atau aku akan berteriak!"


Michelle mengatakan hal tersebut sambil meronta - meronta,namun tetap saja Albert tidak melepaskan wanitanya.


"Lepaskan aku Albert"


Dengan suara lemah Michelle kembali memohon kepada Albert dan seketika itu juga Michelle pingsan di dalam pelukan Albert.


"Astaga sayang apa yang sebetulnya sedang terjadi dengan mu"


Albert mengatakan hal tersebut sambil menggendong Michelle ke arah Unit Gawat Darurat.


"Suster ayo berikan aku obat itu"


Albert langsung meletakan Michelle di ruangan tersebut dan memberikan tindakan agar Michelle sadar kembali.


"Sayang kau kenapa?"


Michelle yang sudah membuka mata langsung melihat bahwa kini dirinya sudah berada di ruang Unit Gawat Darurat.


"Aku sudah bilang kepada mu agar kau meninggalkan aku,namun kau sama sekali tidak mendengarkan aku"


Michelle mengatakan hal tersebut sambil masih memakai selang oksigen.


"Ini bukan alasan yang sebenarnya bukan?"


Albert menatap wajah Michelle dalam - dalam mencoba untuk mencari kebenaran dari perkataan demi perkataan Michelle.


"Albert aku mohon"


Suara Michelle kini semakin terdengar lirih.


"Baik lah karena ini permintaan mu maka aku akan menuruti nya"


Dengan berat hati Albert pada akhirnya meninggalkan Michelle di ruang Unit Gawat Darurat,hati Albert sangat kacau ketika dia dengan terpaksa meninggalkan Michelle di ruangan tersebut sendirian,namun hal tersebut harus tetap Albert lakukan demi permintaan Michelle kepadanya.


"Maafkan aku Albert"


Air mata Michelle yang sudah akan jatuh dengan sekuat tenaga kembali dia hapus,saat ini Michelle sedang tidak ingin menangis meratapi segala sesuatu hal telah terjadi,dan dengan perlahan Michelle bangkit dari tempat tidur di Unit Gawat Darurat untuk kembali ke rumah.


"Malam nanti Alexander mengadakan pesta untuk Keisha,aku harus datang dan memperlihatkan jika aku baik - baik saja"


Di dalam mobil Michelle mulai mengatakan hal tersebut di dalam hatinya,dan dengan perlahan pada akhirnya Michelle melajukan kendaraaan nya.


Sore pun berganti dengan malam dan hari ini di gedung utama Chandradinata sangat ramai,banyak tamu penting hadir di dalam acara tersebut Alexander memberikan undangan mewah kepada semua kolega bisnis nya, Alexander mengatakan bahwa hari ini adalah hari ulang tahun Keisha.

__ADS_1


Jadi semua rekan bisnis memberikan hadiah mahal untuk istri Alexander.


"Sayang kau terlihat sangat cantik,pasti Alexander akan sangat bangga mengenalkan mu di hadapan semua rekan bisnis nya"


Di dalam kamar Kimmy nampak memberikan pujian kepada Keisha,hari ini Keisha betul - betul nampak seperti ratu,gaun panjang berwarna putih di padukan dengan mahkota bertahta berlian yang saat ini dipakainya.


Ini adalah pesta impian Keisha, seorang gadis desa miskin dengan latar belakang keluarga yang tidak jelas bermimpi memiliki pesta dan dia adalah Ratunya di dalam pesta tersebut.


Alexander mewujudkan semua mimpi Keisha,kasih sayang Alexander yang sangat besar membuat Alexander mewujudkan apapun yang Keisha inginkan.


"Betul Ma kak Keisha sangat cantik malam hari ini"


Lilian yang berdiri disamping Kimmy ikut memuji kecantikan Keisha.


"Terima kasih Ma,terima kasih Lilian,hari ini aku sangat bahagia"


Keisha mengatakan hal tersebut dengan alat tulis yang dia bawa.


Sementara itu di bawah, Edward,tuan Adrian dan juga Alexander sedang menemani kolega bisnis mereka.


"Bagaimana Alexander apakah kau sudah puas dengan pesta rancangan mu untuk istri yang sangat kau cintai?"


Edward yang sudah mengetahui perasaan cinta Alexander yang begitu besar kepada Keisha mulai menggoda nya dengan banyak kata - kata.


"Papa, seperti nya papa sudah tau apa yang saat ini Alexander rasakan, pasti rasa ini juga pernah Papa alami ketika Papa muda bersama dengan Mama Kim"


"Jaga istri mu dengan sangat baik,karena di luar sana banyak Harimau yang sedang mengaum untuk meminta hal yang begitu kita cintai"


"Alexander mengerti Pa"


Setelah mengatakan hal tersebut Edward segera meninggalkan Alexander dan bergabung dengan rekan kerja yang lainnya.


Sementara itu Alexander menghampiri Albert yang nampak tertunduk lesu.


"Albert apa kau baik - baik saja?"


"Alex aku sedang tidak baik - baik saja"


"Jika begitu ceritakan apa yang membuat mu seperti ini?"


"Nanti saja aku sedang tidak ingin merusak kebahagiaan mu Alexander,kau lihat istri mu begitu cantik sekali"


Albert meminta Alexander untuk menoleh kebelakang dan Alexander seperti melihat Ratu yang sedang menuruni tangga,aura Keisha seperti aura seorang ratu yang sangat cantik.


"Kau benar istriku sangat cantik,dan aku akan memberikan pengamanan ekstra agar mata laki - laki tidak mengarah kepadanya"

__ADS_1


"Pergilah"


Selesai mengatakan hal tersebut Alexander langsung menghampiri Keisha dan terus mendampingi Keisha, mengawasi Keisha karena banyak mata laki - laki sedang menatap nya saat ini.


"Sayang kau lihat putra kita,dia begitu tergila - gila pada istrinya"


Edward membisikkan kata - kata tersebut ke telingga Kimmy.


"Ya aku melihatnya Edward,dan aku bahagia"


Tak percuma darah Edward Chandradinata ada di dalam dirinya,rasa cinta pada istrinya pasti sama persis seperti apa yang aku rasakan padamu saat ini.


Edward mengatakan hal tersebut sambil mencium serta menggigit punggung Kimmy yang terbuka.


"Hentikan Edward"


"I love you sayang"


Edward nampak bermesraan dengan istri nya pada malam hari ini, suasana berjalan kondusif sampai ada satu laki - laki masuk ke dalam ruangan dan dalam keadaan mabuk.


"Kalian tidak berhak bersenang - senang di atas penderitaan ku"


"Jansen sedang apa kau disini?"


Alexander langsung mengenali laki - laki tersebut.


"Tentu saja aku ingin menikmati pesta ini"


"Tapi aku tidak mengundangmu,jadi sekarang pergi!"


"Aku akan pergi sebelum aku mengatakan satu kebenaran di depan umum"


"Kalian lihat wanita yang berada di ujung sana"


Tangan Jansen langsung menunjuk ke Michelle yang sedang duduk.


"Kalian harus tau dia bukan wanita baik - baik,karena wanita tersebut pernah menjadi teman tidur ku selama dua tahun, wanita itu juga pernah menggugurkan janin nya karena mementingkan nama baik,dia pernah mengugurkan anak ku!"


Jansen mengatakan hal tersebut dengan sangat kencang, sedangkan wajah Michelle langsung nampak pucat karena semua oranh kini mengarahkan pandangan ke arahnya,termasuk semua awak media.


Michelle terdiam dan tak bisa bergerak sama sekali dengan ucapan dari Dokter Jansen.


"Hentikan omong kosong mu Jansen,kau sedang mabuk, sekarang kau pergi!"


Tiba - tiba terdengar suara Albert berteriak sangat kencang di hadapan banyak orang.

__ADS_1


"Tuan Albert yang terhormat tunangan yang kau banggakan itu bukan lah wanita baik -baik,dia berlindung di balik ketegasan nya,dia pernah menjadi mantan teman tidurku di masa lalu"


Hai,pembaca setia tuan Alexander vote dan like yang banyak yah agar authornya semangat.


__ADS_2