MY QUEEN ( I Love My CEO 2)

MY QUEEN ( I Love My CEO 2)
MICHELLE DAN DOKTER JANSEN


__ADS_3

Dokter Jansen hanya tersenyum memandang kepergian Alexander yang telah selesai mengatakan hal tersebut.


"Aku terima tantangan mu Alexander,kau belum tau siapa yang kau hadapi saat ini,jika kau bisa melakukan apapun untuk mempertahankan wanita yang kau cintai,maka aku juga dapat melakukan segala cara untuk mendapatkan wanita yang aku inginkan"


Sambil mengatakan hal tersebut Dokter Jansen pergi dari taman Rumah Sakit.


"Alexander apa yang sebenarnya terjadi?"


Begitu Alexander sampai di ruangan eksklusif, Keisha langsung bertanya kepada Alexander dengan bahasa isyaratnya.


"Peter tinggalkan kami berdua disini"


"Baik tuan"


Setelah Peter undur diri dari hadapan mereka Alexander langsung mengunci ruangan eksklusif dan memeluk tubuh istrinya dari belakang.


"Jangan bergerak, tetaplah diam seperti ini,aku ingin memeluk mu dalam posisi seperti ini untuk beberapa saat"


Keisha sangat heran dengan sikap Alexander pada pagi hari ini,namun pada akhirnya Keisha memilih untuk diam dan mengikuti apa yang telah di minta oleh Alexander.


"Katakan pada ku,kau istriku bukan?"


Keisha sangat heran dengan pertanyaan Alexander dan dengan perlahan Keisha menganggukan kepalanya.


"Jika kau istriku,kau hanya akan memberikan cinta mu pada ku saja kan?"


Pertanyaan ke dua ini membuat Keisha bertambah heran,namun sekali lagi Keisha memilih untuk diam dan hanya menganggukan kepalanya.


"Jika ada laki - laki yang mendekati mu,apakah kau akan meninggalkan aku?"


Deg


Pertanyaan Alexander yang ketiga membuat Keisha pada akhirnya membalikan badannya dan kini posisi nya saling berhadapan dengan Alexander.


"Alexander sebenarnya apa yang sudah terjadi dengan mu? pertanyaan mu ini sungguh aneh"


Dengan terheran - heran Keisha mengatakan hal tersebut di dalam bahasa isyarat.


"Aku hanya ingin bertanya kepada istriku saja"


"Betul hanya itu?"


"Ya hanya itu"


Keisha mengernyitkan dahinya dan merasa masih belum yakin dengan apa yang dikatakan oleh Alexander.


"Sayang kau belum menjawab pertanyaan ku yang ke tiga, bagaimana jika ada laki - laki yang menginginkan cinta mu?"


Keisha memandang wajah suaminya yang masih mengharapkan jawaban darinya.


"Alexander,aku tidak akan pernah meninggalkan mu, karena aku adalah istri mu dan aku adalah separuh dari jiwa mu,disini aku malah ragu dengan mu"


Sejenak Keisha berhenti dengan bahasa isyaratnya.

__ADS_1


"Ragu?kenapa kau ragu dengan ku?"


"Ya ragu,apakah kau bisa percaya padaku"


Deg


Pertanyaan Keisha seperti menyerang Alexander sendiri,ya selama ini Alexander hanya berkonsentrasi tentang ketakutan cinta istrinya,namun dia sama sekali tidak pernah berpikir akan hal ini.


"Sayang,aku pasti percaya dengan mu,aku istriku pasti aku akan percaya pada mu


Alexander mengatakan hal tersebut dengan penuh kenyakinan,namun tidak dengan Keisha, Keisha hanya menatap wajah suami yang saat sedang berusaha menyakinkan dirinya.


"Alexander,aku akan mencoba mempercayai kata - kata mu"


Keisha mengucapkan bahasa isyarat dengan sebuah kecupan manis mendarat di kening Alexander.


"Jadi ini hasil dari konsultasi mu hari ini? sekarang kau sudah berani bertindak dahulu dengan mencium suami mu, bagaimana jika aku meminta hal lebih akibat dari ciuman mu tadi?"


Alexander mencubit hidung Keisha sambil mengatakan hal tersebut.


"Nanti,jika aku sudah sembuh,kapanpun kau meminta aku akan memberikan hal itu kepada mu"


"Janji?"


"Janji Alexander"


Senyum merekah di antara Alexander dan juga Keisha dengan segala yang sudah terjadi pada hari ini.


"Ayo aku antar kau kembali ke rumah putih,tapi maafkan aku karena aku harus kembali ke kantor saat ini juga"


Keisha mengatakan hal tersebut dengan bahasa isyarat dan menggandeng tangan Alexander.


Dengan penuh kebahagiaan Alexander dan Keisha menuju ke parkiran mobil untuk kembali ke rumah putih.


Diruangan yang lainnya.


"Sayang,kau yakin tidak akan bertanya langsung kepada Alexander tentang peristiwa yang kita lihat di taman hari ini?


Albert dan Michelle yang telah melihat pertengkaran Alexander dan Dokter Jansen di taman kini berdiskusi di dalam ruangan Michelle.


"Tidak Albert,aku rasa Alexander dan Keisha bisa menyelesaikan semua hal ini dengan baik"


"Baiklah jika memang seperti itu,aku akan mengikuti perkataan mu,kau mau kemana?"


"Aku harus ke ruangan pasien Albert"


"Ya,ya aku juga sama,selamat bekerja calon nyonya Lee"


Albert mengecup kening Michelle dan segera berlalu dari hadapan Michelle.


Kini tinggal Michelle merenung seorang diri di dalam ruangannya.


"Ini tidak bisa di biarkan,aku harus ke ruangan nya sekarang"

__ADS_1


Michelle segera beranjak dari ruangannya menuju ke tempat yang lain,dan yang jelas itu bukan ruangan pasien.


"Wah,ada angin apa yang membuat Dokter Michelle sampai berkunjung kemari"


"Kau tak usah banyak basa - basi Jansen"


"Kau masih tetap sama Dokter Michelle"


"Jansen sekarang katakan padaku apa urusan mu dengan adik ku Alexander?"


Tanpa banyak basa - basi Michelle yang telah tiba di ruangan Jansen langsung meminta Jansen untuk mengatakan ada urusan apa dia dengan adiknya Alexander.


"Tidak ada sesuatu hal yang berarti yang perlu aku ceritakan tentang urusan ku dengan Alexander"


"Ini semua akan menjadi urusan ku jika itu menyangkut adik ku!!"


Michelle mulai berkata tegas kepada Dokter Jansen.


"Hahahaha,kenapa kau tidak pernah bisa bersikap lembut Dokter Michelle"


Dokter Jansen mengatakan hal tersebut sambil mendekatkan wajahnya ke arah Michelle.


"Kau tak perlu mendekatkan wajah mu seperti ini Jansen"


"Lalu apa yang kau mau nona Michelle Chandradinata?"


"Jangan ganggu adik ku!"


"Bagaimana kalau aku tidak mau untuk melakukannya nona Michelle?"


"Maka aku akan membuat perhitungan dengan mu Jansen"


"Lakukan jika sanggup"


Jansen kini semakin mendekat ke arah Michelle.


"Menjauh dari ku Jansen!"


"Hahaha,menjauh?kenapa?apa kau tidak ingat malam itu kau bertindak sangat agresif di atas tempat tidur ku?"


"Bagaimana jika hal itu aku bongkar kepada tunangan mu yang masih kecil itu?"


Dokter Jansen membisikkan perkataan demi perkataan tersebut ke telingga Michelle.


Tiba - tiba Michelle mengarahkan tangannya ke arah wajah Dokter Jansen,ya Michelle menampar wajah Dokter Jansen.


"Jaga perkataan mu tuan Jansen terhormat"


Selesai menampar dan mengatakan hal tersebut kepada Dokter Jansen, Michelle langsung keluar dari ruangan Dokter Jansen dan berlari ke arah ruangan nya.


"Kenapa,kenapa dia kembali mengungkitnya"


Michelle yang telah sampai di dalam ruangannya kini hanya bisa menangis karena sebuah masa lalu yang sudah tidak ingin di ingat,masa lalu yang dia tutup rapat tanpa ada seorang pun yang tau.

__ADS_1


"Kau lihat saja Jansen aku tidak akan pernah membiarkan mu untuk mengatakan apapun kepada semua keluarga ku"


Dengan mengusap air matanya Michelle mengatakan hal tersebut.


__ADS_2