MY QUEEN ( I Love My CEO 2)

MY QUEEN ( I Love My CEO 2)
CAMBUKAN UNTUK KEISHA


__ADS_3

Peter segera menutup ponselnya dan Alexander menatap tajam ke arah Peter.


"Ada apa Peter?"


"Tuan sepertinya saya harus menyampaikan kabar buruk untuk tuan Alexander"


"Kabar buruk?"


"Ya tuan,nona Keisha menghilang"


Detik itu juga perasaan Alexander terasa sangat sakit.


"Dia kabur maksudmu?"


"Ya tuan Alexander"


"Bagaimana itu bisa terjadi?"


"Menurut keterangan dari para pengawal nona Keisha melarikan diri saat berada di pusat perbelanjaan yang ramai tuan"


"Cepat cari keberadaan nya,dia hanya seorang wanita pasti dia belum terlalu jauh,cepat Peter!"


Teriakan Alexander langsung menggema di sekeliling ruangan,dan detik itu juga Alexander baru merasakan takut kehilangan Keisha.


"Gadis bodoh apa yang membuat mu melakukan hal ini,arrrrrh"


Alexander seakan - akan marah dengan semua hal yang tiba - tiba saja terjadi, Alexander ingin sekali lari mencarinya,namun keadaan Alexander yang membuatnya hanya bisa tetap terduduk di atas kursi roda.


Sementara itu di Chandradinata Corp,Doni yang sudah mendapat kabar dari kepala pengawal segera berlari ke arah ruangan Edward.


"Tuan Edward"


"Ya ada apa Don?"


"Tuan saya harus menyampaikan sebuah kabar untuk tuan"


"Katakan"


"Dari kabar yang saya terima,nona Keisha menghilang"


"Menghilang?tadi pagi dia masih berada di rumah Don?"


Edward langsung kaget dengan perkataan dari Doni karena tadi pagi Edward masih sarapan pagi dengan Keisha dan juga Alexander.


"Coba ceritakan lebih terperinci lagi Don"


Doni pada akhirnya menceritakan semua hal yang dia dapatkan dari kepala pengawal.


"Hmm,apa kau tidak menaruh curiga Don?"


"Curiga?"


"Ya curiga akan menghilangnya Keisha,tapi sepertinya hal ini hanya istriku yang dapat menjawabnya,ayo antarkan aku ke Rumah Sakit untuk bertemu dengan Kimmy"


"Baik tuan Edward"


Dengan cepat Edward menyambar jas hitamya di kursi dan segera mengikuti Doni ke parkiran mobil.


"Baiklah Richard tolong kau lacak keberadaan Keisha,aku sudah mengetahui semuanya dari istriku soal kalung itu,saat ini Keisha menghilang dan dengan alat pelacak yang terpasang di kalung tersebut seharusnya Keisha akan segera bisa di temukan"


Selesai mengatakan hal tersebut di ponsel, Edward segera menutup panggilan nya terhadap Richard dan sepanjang perjalanan ke Rumah Sakit Edward banyak terdiam dengan pemikiran nya.


"Sayang,untuk apa kau kemari"


Kimmy heran melihat Edward tiba -tiba sudah ada di pintu kantornya.


"Apa kau sedang sibuk?"

__ADS_1


"Tidak terlalu ada apa Edward?"


Kimmy segera menutup laptop nya dan kini serius memandang Edward.


"Aku ingin bertanya sesuatu hal kepada mu"


"Katakan"


"Apakah Alexander mengatakan sesuatu hal yang kasar terhadap Keisha?"


Deg


Mendengar pertanyaan Edward,Kimmy langsung terdiam.


"Untuk apa kau bertanya seperti itu Edward?"


"Kau harus tau saat ini Keisha melarikan diri"


Deg


Kimmy langsung menyandarkan diri dan terduduk lemas di atas tempat duduknya.


"Ya Tuhan"


"Ada apa sayang?"


"Edward ini semua salahku"


"Maksudmu?"


"Ayo ikut aku dan dengarkan ini"


Kimmy beranjak dari tempat duduknya dan mengajak Edward untuk menuju tempat pemutaran rekaman yang berada pada kalung Keisha,Kimmy mengulang beberapa jam sebelum Keisha meninggalkan rumah.


"Dengarkan lah"


"Jadi selama ini seperti itu putra kita sungguh tidak bisa di maafkan!"


Edward melepaskan alat tersebut dari telingga nya dan memukul - mukulkan tangannya ke tembok.


"Edward sabar"


"Bagaimana aku bisa sabar,jika aku melihat dia memperlakukan wanita seperti itu,pantas saja Keisha lari dan entah apa lagi yang terjadi setelah ini"


Edward kembali memukul - mukul kan tangan nya di atas tembok dan pada akhirnya Kimmy hanya bisa memeluk suami tercinta nya itu.


"Ayo kita pulang,kita selesaikan dirumah,kita beritahukan kesalahan Alexander"


Edward yang mendapatkan pelukan dari Kimmy pada akhirnya bisa kembali tenang..


"Aku akan menghubungi Richard"


"Aku sudah menghubungi nya"


Edward mengatakan hal tersebut kepada Kimmy sambil duduk di kursi.


"Lalu apa yang dikatakan Richard?"


"Dia belum bisa memastikan dapat mengetahui keberadaan nya atau tidak karena alarm tanda bahaya tidak berbunyi"


Kimmy langsung terduduk lemas.


"Jadi saat ini menantu kita berada dimana?"


"Entahlah"


Edward pada akhirnya hanya bisa menggelengkan kepalanya,tak beberapa lama kemudian Doni datang membawa satu berkas kepada Edward.

__ADS_1


"Tuan ini laporan dari kepala pengawal"


Doni memberikan satu berkas kepada Edward dan Kimmy.


"Dari CCTV terlihat bahwa nona Keisha berlari dari pusat perbelanjaan dan tak jauh dari sana satu mobil menghampiri nona Keisha dan mobil tersebut membawa nona Keisha"


"Lacak mobil tersebut Don"


"Baik tuan Edward"


"Apakah Alexander sudah mengetahui laporan ini?"


"Peter sedang membawa laporan ini kepada tuan Alexander tuan"


"Baiklah Don,terima kasih"


"Edward apa yang harus kita lakukan sekarang?"


"Sayang tidak ada pilihan lain,kita hanya bisa menunggu penyelidikan"


Edward mengatakan hal tersebut sambil memijit - mijit pelipisnya.


"Baiklah,ayo kita pulang kita bicarakan hal ini bersama dengan Alexander"


"Ya kau benar,aku ingin membuat perhitungan dengan anak ku itu"


"Kumohon Edward tidak dengan cara kekerasan kau memberitahukan hal ini kepada Alexander"


Kimmy sangat cemas jika Edward kontrol karena marah.


"Selama kau berada di sampingku,aku tidak akan seperti itu sayang"


Edward mencium puncak kepala Kimmy dan mengajak nya meninggalkan ruangan tersebut menuju ke parkiran mobil untuk kembali ke rumah putih.


Menjelang malam satu mobil masuk ke sebuah rumah kuno di pinggiran kota


"Siram wanita itu dengan air"


"Baik Nona"


Satu pengawal membawa satu ember air dingin dan langsung menyiramkan air tersebut ke sekujur tubuh Keisha yang masih pingsan dan seketika itu juga Keisha langsung terbangun.


"Selamat datang nona"


Satu wanita menggunakan topeng berdiri di apit oleh ke dua pengawal.


Aku berada dimana?kepalaku sakit sekali rasanya.


Keisha memandang ruangan yang remang - remang tersebut sambil mencoba mengingat kejadian demi kejadian sehingga bisa sampai di tempat ini.


"Hei apakah kau mendengarkan aku?"


Satu orang wanita bertopeng tersebut kembali mendekati Keisha dan menarik rambutnya.


"Oh aku lupa jika kau adalah gadis bisu haha"


Sakit sekali,siapa kau?suara ini sangat tidak asing bagiku.


Sambil menahan sakit Keisha mengatakan hal tersebut di dalam hatinya.


"Pengawal,siksa wanita ini secara perlahan,aku ingin dia mati dengan cara yang sangat menyakitkan"


"Baik nona"


Dan kemudian pengawal itu mengambil cambuk dan mulai memberikan cambukan demi cambukan kepada Keisha.


Ini sakit,apa yang sebenarnya kalian mau dari aku?"

__ADS_1


Karena tidak dapat berteriak pada akhirnya Keisha hanya bisa menahan sakit sambil menangis.


__ADS_2