
"Kami mengikuti saja yang terbaik untuk kami"
Tiba Melisa mengatakan hal tersebut yang tambah membuat gusar Alexander.
"Alex ada apa dengan mu?"
Kimmy yang menyadari perubahan raut wajah dari Alexander segera menanyakan hal tersebut lebih lagi kepada anaknya.
"Tidak ada Ma, semuanya aman terkendali"
Dengan wajah yang dipaksakan untuk terlihat biasa Alexander berusaha untuk tidak terlihat tegang atau menyimpan rahasia di depan ke dua orang tuanya.
"Baiklah karena tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi,ada baiknya kita segera istirahat"
Edward yang sudah mulai lelah karena banyaknya urusan hari ini, segera menyudahi setiap pembicaraan pada hari ini,dan pada akhirnya mereka segera beranjak untuk beristirahat di kamarnya masing - masing.
Sementara itu,di suatu tempat nampak malam hari ini Keisha sedang duduk termenung seorang diri.
"Hari ini terasa sepi, sungguh aku merasakan kesepian yang teramat dalam,Kek aku berharap Kakek baik - baik saja,hanya Kakek keluarga yang aku miliki.
Tuhan di tengah kesendirian ku,aku hanya punya Engkau tempat aku mengadu,saat ini aku berdoa kepada MU untuk orang - orang yang aku cintai,berikan mereka kekuatan yang hanya daripada Mu saja.
Tuhan Engkau lindungi anak yang saat ini berada di dalam kandungan ku,anak ini tidak bersalah Tuhan,berikan aku kekuatan untuk aku bisa melahirkan dia dengan selamat tanpa kurang suatu apapun,ada dan tidak adanya seorang ayah untuk dirinya nanti.Amin*
Di malam yang gelap,di dalam hatinya Keisha berdoa agar setiap masalah dan setiap hal yang saat ini sedang menimpa dirinya mampu dia selesaikan dengan baik,tidak ada lagi tempat untuk Keisha bersandar selain dia hanya berdoa dan memohon perlindungan kepadaNYA.
Sementara itu di kediaman rumah utama,disisi yang lainnya,nampak Lilian sedang melukis di taman,disaat hampir semua anggota keluarga sudah tertidur,di saat itulah Lilian terbangun untuk melukis.
"Kau cantik nona,maafkan aku yang tidak dapat mengutarakan rasa ini kepadamu, setidaknya dalam waktu dekat ini karena tugas utamaku belum selesai"
Satu orang laki -laki sedang mengamati Lilian dari balik pepohonan,satu orang laki -laki yang selalu menolak perasaan cinta Lilian,tapi di dalam hatinya selalu berkata lain.
Kini laki -laki tersebut sedang mengamati gadis yang perlahan mulai masuk ke dalam relung hatinya yang paling terdalam.
"Siapa disana?"
Tiba - tiba Lilian berteriak kencang ketika dia mendengar ada satu bunyi langkah kaki yang sedang menginjak dedaunan yang kering.
__ADS_1
"Aku ulangi siapa disana?keluar!"
Dengan suara yang lantang Lilian kembali berteriak kepada suara tersebut,namun Lilian yang tidak mendapatkan apa - apa segera berlari untuk mendekat ke arah pohon tersebut dan menemukan seseorang.
"Kak Peter,sedang apa kakak ada disini malam - malam?"
Lari Lilian yang sangat kencang membuat dia pada akhirnya lebih cepat untuk sampai ke pohon tersebut.
"Maafkan saya nona,saya hanya sedang berpatroli disini dan tiba - tiba saya bertemu dengan nona Lilian disini"
Mata Lilian memandang tajam ke arah Peter,Lilian mencoba mencari tau apakah ada kebohongan dari apa yang sudah Peter katakan kepada dirinya.
"Kakak sedang berbohong kepada ku,katakan yang sejujurnya mengapa kakak ada disini?"
Lilian yang tidak percaya akan ucapan dari Peter berusaha untuk terus mencari tau kebenaran perkataan tersebut dari tatapan mata Peter.
"Sungguh nona,aku sedang berpatroli dan saat ini tiba -tiba bertemu dengan mu"
"Bohong!"
Lilian kembali berteriak ke arah Peter,namun wajah dingin Peter seakan - akan mengisyaratkan jika dirinya sedang tidak berbohong.
Peter segera meninggalkan Lilian yang masih memandanginya dari belakang.
"Sampai kapan kakak menyembunyikan perasan kakak ha? apa kakak akan terus menjadi laki - laki pengecut yang tidak berani mengungkapkan perasaanya?"
Lilian mencoba untuk berteriak,namun langkah kaki Peter sama sekali tidak berbalik ke arah Lilian.
"Kak Peter jahat!"
"Aduh sakit!!"
Di tengah - tengah teriakan Lilian kepada Peter,tiba -tiba Lilian berteriak kesakitan karena terjatuh,dan suara Isak tangis Lilian pada akhirnya sukses membawa laki - laki dingin tersebut berbalik dan berlari menghampiri Lilian kembali.
"Nona anda tidak apa -apa?apakah ada yang terluka parah?"
"Kakiku sakit"
__ADS_1
Lilian berusaha untuk menangis dan melihat betapa Peter sangat khawatir akan kondisinya saat ini.
"Baiklah nona, sebelumnya aku meminta maaf kepada mu karena harus melakukan hal ini"
Tiba - tiba saja tanpa persetujuan dari Lilian, Peter menggendong Lilian dan mulai membawa Lilian untuk masuk ke dalam rumah utama.
Lilian begitu bahagia dalam dekapan Peter,dia bisa merasakan aroma khas dari laki -laki yang begitu dia cintai,dia bisa merasakan detak jantung dan hembusan nafas dari laki -laki tersebut.
"Nona,tunggu disini aku akan mengambil obat untuk mu"
Pada akhirnya Peter meletakkan Lilian di ruang utama dan segera pergi mengambilkan obat untuk Lilian,sedangkan Lilian hanya tersenyum dengan segala hal yang saat ini dilakukan Peter kepadanya.
"Nona maaf"
Peter yang telah kembali segera membuka rok bagian kaki Lilian dan memberikan obat untuk gadis tersebut.
"Kak Peter,pelan - pelan"
Dengan memanfaatkan situasi Lilian kembali memeluk Peter dan tenggelam di dalam dada bidang dari laki -laki tersebut, sambil Peter terus mengobati luka -luka dari Lilian.
"Nona sudah selesai,nona sudah selesai"
Lilian yang masih asyik tenggelam di dalam pelukan dari Peter, terpaksa harus kembali pada kenyataan jika Peter sudah selesai mengobati setiap luka -lukanya.
"Ah,terima kasih kak Peter"
Tiba - tiba Lilian memberikan ciuman singkatnya kepada Peter dan ciuman tersebut sukses membuat Peter menjadi terdiam.
"Nona, seharusnya nona lebih menjaga martabat nona dan nona tak pantas melakukan hal ini"
"Aku hanya ingin mengucapkan terima kasih kepada pangeran yang sudah mengobati luka -luka ku ini"
Lilian hanya tersenyum ke arah Peter dan tanpa butuh waktu yang lama Peter segera meninggalkan ruangan tersebut tanpa menoleh lagi ke arah Lilian.
"Aku bahagia sekali malam ini, maafkan aku kak Peter aku harus melakukan cara ini, namun hanya dengan cara ini aku bisa mengetahui perasaan mu yang sebenarnya terhadap ku,rasa khawatir mu,rasa peduli mu terhadap ku cukup membuat aku yakin bahwa sebenarnya kau juga memiliki perasaan yang sama terhadapku"
Lilian tersenyum dengan setiap ucapannya tersebut dan detik itu juga Lilian bangkit berdiri dan berjalan ke kamar dengan penuh kebahagiaan di dalam hatinya.
__ADS_1
Perlakuan Peter kepadanya malam hari ini cukup membuat Lilian yakin bahwa sebenarnya Peter memiliki perasaan yang sama seperti dirinya.