
Terima kasih"
Dengan bahasa isyarat Keisha mengatakan hal tersebut dan Alexander langsung memeluk tubuh istrinya.
Maaf,untuk hal ini aku yang patut untuk di salahkan,tak seharusnya aku memaksamu,aku ingin meminta maaf atas setiap tindakan ku kepadamu,namun entah mengapa lidah ini terasa begitu kelu untuk mengatakan maaf kepada mu.
Alexander mengatakan hal tersebut di dalam hatinya .
"Bersiap - siap lah kita akan berangkat pagi ini"
Alexander mencium kening Keisha dan membiarkan wanita yang dia cintai itu beranjak dari tempat tidur untuk menuju ke dalam kamar mandi.
"Kenapa aku tidak pernah bisa menahan diriku ketika aku berhadapan dengan dia,kenapa aku begitu menginginkan tubuhnya,Tuhan aku mencintai nya dan aku ingin dia nyaman bersama dengan ku,aku ingin menghabiskan masa tua ku bersama dengan nya,bantu aku untuk bisa mengendalikan diriku"
Alexander mengatakan hal tersebut sambil menutup wajahnya, Alexander kembali mengacak - acak rambutnya agar dia bisa sadar bahwa saat ini dia harus lebih bisa sabar dan mengendalikan dirinya.
"Ayo Alexander kau pasti bisa, istri mu sedang sakit dia butuh dukungan mu,dia butuh Dokter Psikiater jadi jangan kau rusak hati dan jangan biarkan air matanya kembali mengalir saat dekat dengan mu"
Dengan langkah mantap Alexander segera menyusul Keisha untuk masuk ke dalam kamar mandi untuk mandi bersama agar lebih cepat.
"Hai Alexander kau sudah kembali kesini lagi, ternyata kau cukup cepat dalam melakukan nya"
Alexander dan Keisha yang telah sampai di Rumah Sakit segera menuju ke ruangan Dokter Jansen dan untuk pertama kalinya Keisha berjumpa dengan Dokter tampan tersebut.
"Ya semua karena kau Jansen,hari ini aku membawa istriku untuk berkonsultasi dengan mu"
"Selamat datang nona"
Alexander memberikan hormat kepada Keisha,wajah tampan nya terlihat semakin tampan ketika memberikan salam kepada Keisha.
"Terima kasih Dokter, perkenalkan nama ku Keisha"
Keisha menuliskan semua perkataan nya tersebut dalam secarik kertas.
"Nona aku mengerti bahasa isyarat, gunakan saja bahasa tersebut agar kau lebih nyaman,ayo kalian duduklah"
Dokter Jansen meminta Alexander dan Keisha duduk berhadapan dengan Dokter Jansen.
"Jadi Alexander apakah kita bisa memulai konsultasi hari ini?"
"Ya Jansen lakukanlah"
"Baiklah nona coba ceritakan apa masalah mu"
__ADS_1
Keisha kembali menatap Alexander ketika Dokter Jansen meminta nya untuk menceritakan kembali masalah hubungan suami istri mereka.
"Katakan saja,aku akan berada di samping mu"
Alexander mengatakan hal tersebut kepada Keisha dan dengan dukungan dari suaminya Keisha menjadi lebih berani untuk memulai bercerita.
"Baiklah Dokter Jansen aku akan menceritakan semuanya kepada Dokter"
Setelah mengatakan hal tersebut Keisha mulai bercerita banyak hal kepada Dokter Jansen termasuk ke anehan yang terjadi pada dirinya dimana tubuh Keisha menolak sentuhan dari Alexander.
"Baiklah aku mengerti permasalahan nona,akan ada beberapa kali pemeriksaan,untuk hari ini aku akan menuliskan resep untuk nona minum"
"Terima kasih Dokter"
Setelah Dokter Jansen selesai menuliskan resep, Alexander dan Keisha pamit undur diri dari hadapan Dokter Jansen.
"Menarik,sungguh menarik"
Dengan perlahan Dokter Jansen bergumam setelah dia mendengarkan semua cerita dari Keisha.
"Jika saat ini aku bukan Dokter Psikiater mu,pasti aku akan ingin lebih tau lagi tentang masa lalu dan jati dirimu nona,namun jika aku melakukan hal tersebut maka aku akan melangar kode etik kedokteran"
Dokter Jansen kembali bergumam dan mulai tergoda untuk memikirkan sesuatu hal yang sebetulnya tidak menjadi bagian konsultasinya.
"Aku harus pergi ke kantor,kau istirahat lah di rumah"
"Baik tuan"
"Jangan panggil aku tuan, karena aku bukan tuan mu"
"Baiklah Alex"
Keisha mengatakan hal tersebut dalam bahasa isyarat dan dengan senyumannya, setelah Keisha berkonsultasi dengan Dokter Jansen hatinya menjadi lebih baik.
"Aku pergi dulu,jika kau butuh sesuatu panggil Aira"
Alexander mencium kening Keisha dan langsung masuk kembali ke dalam mobilnya.
"Peter,apa kau mengenal dekat Dokter Jansen?"
Di dalam perjalanan Alexander mencoba untuk bertanya kepada Peter tentang Dokter Jansen.
"Tuan Dokter Jansen adalah Dokter Psikiater terbaik di Negara W,di usia muda Dokter Jansen sudah banyak meraih penghargaan,jadi tuan tidak perlu khawatir"
__ADS_1
"Ah baiklah jika seperti itu,sore nanti aku akan bertemu Albert untuk membicarakan tentang penyelidikan dimana Kakek dari istriku saat ini berada kau aturlah waktu yang terbaik untuk diskusi ini segera berlangsung"
"Baik tuan"
Sepanjang perjalanan menuju ke kantor Alexander memilih untuk diam, Alexander melihat pemandangan dari dalam mobil,saat ini ada satu yang membuat hati Alexander tidak begitu tenang,namun Alexander sendiri tidak tau hal yang apa yang sebenarnya membuatnya gundah.
Sepanjang hari itu Alexander begitu sibuk dengan pekerjaan nya, sehingga Alexander pada akhirnya lupa dengan kegundahan hatinya sendiri.
"Jadi hal apa saja yang akan kita bicarakan hari ini Alexander?"
Menjelang sore Albert yang telah menyelesaikan jadwal praktek nya segera menunju ke Perusahaan Farmasi tempat Alexander berada.
"Duduklah,ada beberapa hal yang ingin aku bicarakan kepadamu"
"Soal apa?"
"Tentang istriku"
Albert yang sudah duduk berhadapan dengan Alexander segera bersiap untuk mendengarkan curahan hati dari sahabatnya itu.
"Katakan,apakah kalian ada masalah?"
"Ya ada"
Alexander lalu menceritakan semua hal yang saat ini sedang dia selidiki, Alexander menceritakan tentang Kakek dari Keisha yang saat ini masih berada di dalam gengganman tuan Lio,namun Alexander tidak menceritakan hubungan suami istri mereka yang saat ini sedang mengalami masalah.
"Aku mengerti yang kau khawatirkan, saat ini yang sedang kita hadapi adalah tuan Lio Tanama,jika dilihat dari setiap cerita mu,tuan Lio adalah orang yang sangat licik,maka kita perlu berhati - hati dalam menghadapi nya,saranku tempatkan beberapa detektif rahasia untuk mencari keberadaan nona Keisha,aku yakin Kakek dari nona Keisha tidak akan jauh dari Negara W"
Albert mencoba membantu Alexander untuk berpikir..
"Ya kau benar,Peter selidiki kasus ini"
"Baik tuan"
"Alexander kau tidak ingin bercerita lebih dari ini?apa kau yakin kau sudah baik - baik saja?"
Albert kembali bertanya kepada Alexander karena Albert masih merasakan jika Alexander belum tuntas untuk bercerita.
"Tidak Albert hanya itu yang itu yang menjadi masalah ku"
"Bagus jika tidak ada masalah lagi,karena aku harus kembali ke Rumah Sakit untuk menjemput tunangan ku,kami berencana akan makan malam bersama,kau jaga lah wanita mu baik - baik"
Albert mengatakan hal tersebut sambil menepuk pundak Alexander dan segera keluar dari ruangan Alexander
__ADS_1
Sejenak perasaan yang tak biasa kembali Alexander rasakan,satu perasaan yang Alexander masih belum tau, Alexander hanya menatap jendela agar bisa lebih tenang.