MY QUEEN ( I Love My CEO 2)

MY QUEEN ( I Love My CEO 2)
HANCURKAN HUBUNGAN MEREKA


__ADS_3

Keisha segera menarik lengan dari Aira agar dia bisa diam.


"Apa yang kau mau dariku tuan Lio?"


Keisha menuliskan semua perkataan nya tersebut sambil menahan amarahnya.


"Yang aku inginkan adalah hancurnya hubungan Alexander dan Melisa,dan disini aku ingin kau yang melakukan hal tersebut"


Deg


Ketika Keisha mendengarkan perkataan dari tuan Lio,hatinya bergetar hebat,dia memang mulai menaruh hati kepada Alexander,tapi dia sama sekali tak memiliki rencana busuk seperti tuan Lio.


"Jika aku tidak mau melakukan apa yang kau minta bagaimana?"


Tuan Lio tersenyum ketika dia membaca tulisan Keisha tersebut.


"Gampang,aku akan membunuh kakek mu, sekarang kau tinggal memilih apa yang harus kau lakukan,nyawa kakekmu berada di tanganmu sendiri nona Keisha"


Mata tuan Lio menatap tajam ke arah Keisha dan kini Keisha juga berani membalas tatapan mata dari tuan Lio.


"Tuan Lio,kenapa kau kejam sekali terhadap Keisha,seakan - akan kau tidak memberikan pilihan kepada dirinya"


Aira yang sedari tadi diam kini mulai bersuara kembali.


"Aku tidak kejam,aku hanya menginginkan apa yang seharusnya menjadi milikku,lagipula jika sampai rencana ini berhasil kau juga mendapat kan keuntungan, setidaknya anak yang berada di dalam perutmu itu pada akhirnya memiliki seorang ayah,yang kau butuhkan adalah itu kan?"


Mata tuan Lio Kembali memandang tajam ke arah Keisha yang sedari tadi pikiran nya sudah pergi entah kemana ketika kini dia dihadapkan pada sebuah pilihan yang sulit.


"Apa yang harus aku lakukan untuk rencana busuk mu itu?"


"Keisha jangan kau ikuti dia,kau akan masuk ke dalam lubang yang lebih dalam jika kau mengikuti semua hal gila yang akan dia perbuat pada nantinya"

__ADS_1


Keisha yang mendapatkan peringatan dari Aira seakan - akan sudah tidak perduli lagi dengan sahabatnya itu,saat ini yang terpenting buat Keisha adalah keselamatan Kakeknya dan status ayah untuk bayi yang dia kandung.


"Akui anak mu itu adalah anak Alexander"


Perkataan singkat dari tuan Lio membuat hati Keisha bergetar hebat,karena jika sampai dia melakukan hal itu,maka dia akan terlibat satu kebohongan besar dan itu akan dia lakukan kepada keluarga Chandradinata.


"Keisha jangan kau lakukan itu"


"Diam!"


Tiba - tiba tuan Lio berteriak kepada Aira yang sedari tadi mencoba untuk terus menghalau Keisha untuk terus berbuat nekat.


Kini Keisha hanya terdiam seribu bahasa karena saat ini dia tidak tau lagi apa yang harus dia lakukan dan dengan menarik nafas panjang pada akhirnya Keisha mengambil satu keputusan besar di dalam hidupnya.


"Baiklah,aku akan melakukan nya,semua aku lakukan untuk Kakek dan juga untuk bayi di dalam kandungan ku ini"


Itulah yang Keisha tuliskan kepada tuan Lio dan kini tuan Lio menatap wajah manis Keisha sambil tersenyum penuh arti.


"Baiklah,ini ada sebuah buku kecil yang harus kau bawa malam ini,di dalamnya ada semua penjelasanku tentang rencana yang telah aku susun rapih supaya hubungan Melisa dan Alexander bisa berakhir dengan sangat menyedihkan,kau baca saja malam ini dan kau akan mengerti kapan padanya kau harus bertindak"


Tuan Lio menunjukkan jarinya ke arah Aira dan meminta Aira agar tetap tutup mulut untuk hal apa saja yang dia lihat pada malam hari ini.


Tuan Lio menyerahkan satu buku kecil ke dalam tangan Keisha dan setelah itu tuan Lio meminta ke dua gadis tersebut keluar dari dalam ruang kerjanya.


"Keisha,kau sudah gila mengapa kau mau menuruti semua yang dikatakan laki -laki itu!"


Aira berteriak histeris di jalan dan kembali mencoba untuk menyadarkan Keisha,namun Keisha hanya terus berjalan,terdiam dan tidak memperdulikan Aira sedikit pun,hatinya, pikiran kini sangat kacau dengan hal - hal bodoh yang kedepannya harus dia segera lakukan.


Sesampainya di rumah utama Aira dan Keisha langsung berpisah tempat tanpa pembicaraan sedikit pun,Keisha yang sedang kacau memilih untuk diam dan segera masuk ke dalam kamar tidurnya.


"Sayang ada apa dengan mu, beberapa hari ini aku sering melihat mu melamun di balkon kamar ini"

__ADS_1


Di satu sisi,nampak Kimmy sedang berdiri termenung di balkon kamar dan tiba - tiba melihat Keisha dan Aira yang baru saja membuka pintu gerbang.


Apa yang mereka lakukan pada malam hari ini dari luar?


Tiba - tiba saja Kimmy bertanya - tanya di dalam hatinya sendiri ketika dia melihat dua orang gadis yang dilihat nya membuka pintu gerbang tersebut.


"Sayang kau mendengarkan aku?"


Edward yang sedari tadi bertanya kepada Kimmy dan tidak mendapatkan jawaban apapun kini mulai memeluk pinggang istrinya itu dan menciumi tengkuknya.


"Edward hentikan kelakukan mu ini"


Kimmy yang tiba-tiba mendapatkan serangan dari Edward pada akhirnya membalikan badannya dan mencium mesra kening Edward.


"Kau sama sekali tidak merespon panggilan ku,jadi hal ini yang bisa aku lakukan kepadamu agar kau merespon ku"


Edward tersenyum nakal kepada Kimmy, meskipun saat ini usia mereka tidak lagi muda,namun kehangatan dari mereka sama sekali tidak pernah berkurang sedikitpun.


"Entahlah Edward,ada satu perasaan yang tak biasa yang saat ini dengan perlahan mulai menghinggapi diriku,aku sendiri tidak tau apa perasaan ini yang jelas rasanya sungguh tidak enak"


Kimmy mencoba menceritakan kepada Edward hal yang dia rasakan saat ini,namun sepertinya Edward tak banyak dapat menolong Kimmy.


"Sayang, sebenarnya aku tidak terlalu mengerti jika hal tersebut berhubungan dengan perasaan seorang wanita,karena aku memang bukan dirinya,jadi aku hanya bisa memberikan mu pelukan setiap waktu dan berjanji untuk selalu berada di sisimu"


Edward kembali memeluk istrinya dan mencium kening istrinya dengan mesra.


"Ya aku mengerti Edward, semoga ini hanya perasaan ku saja,ayo tidur"


Kimmy kini berusaha untuk tidak merespon hal yang saat ini dia rasakan dan memilih untuk mengajak suaminya tersebut kembali tidur.


Sementara itu di dalam kamar Keisha kini mulai membaca satu persatu rencana licik yang sudah di tulis tuan Lio di dalam buku kecil tersebut.

__ADS_1


Haruskah aku melakukan ini semua?tidur dengan seorang laki - laki demi menyelamatkan kakek,apakah tubuh ku ini seakan - akan tidak ada gunanya lagi sehingga dengan mudah bisa disentuh oleh laki -laki lain,dan jika aku tidak mau melakukan hal ini,berarti aku sama saja menyuruh mereka untuk membunuh kakek.


Keisha kembali menangis sambil dia terus membaca buku kecil pemberian tuan Lio tersebut..


__ADS_2