
"Tetap aku tidak setuju, bagaimana perasaan mu jika kita harus beradu tembak dengan putra kandung kita sendiri Richard?"
Ada ketegangan demi ketegangan di dalam rapat yang belum dapat untuk di redam.
"Maaf aku datang terlambat"
ketika terjadi perdebatan di tengah - tengah rapat,tiba - tiba Albert datang dan langsung melihat telah terjadi sebuah kegaduhan.
"Apa yang terjadi?"
Albert yang melihat kondisi ruangan sedang tidak kondusif segera menanyakan kembali kepada semua anggota yang berada di dalam ruangan itu.
"Albert kemari nak,agar lebih adil Mari kita tanyakan saja padanya"
Jian Lee memanggil putranya agar Albert bisa lebih dekat lagi dengan mereka.
"Albert bantu kami memutuskan segala sesuatu nya"
"Katakan saja papa Jian Lee"
Lalu Jian Lee mengatakan semua hal yang saat ini mereka sedang diskusikan, Albert mendengarkan dari awal semua cerita Jian Lee tersebut.
__ADS_1
"Jadi apa saran mu untuk kami Albert?"
"Apa yang dikatakan oleh bibi Clarissa betul,saat ini tidak ada pilihan lain,kita harus mengambil Alexander secara paksa,atau ...."
"Atau apa Albert?"
Richard kembali bertanya kepada Albert.
"Atau kita benar- benar akan kehilangan Alexander selamanya,pengaruh Melisa dengan ilmu hitamnya begitu kuat,kita tidak akan pernah mengetahui efek jangka panjang untuk Alexander,aku takut jika itu bisa berpengaruh di dalam kesehatan mentalnya"
"Albert tapi"
Edward masih berusaha untuk tidak menyetujui saran mereka.
"Dan harus ada satu hal yang kalian ingat"
"Apa itu Albert"
Edward kembali menanyakan lagi kepada Albert.
"Saat ini ada seorang istri yang sedang hamil yang sangat berharap suaminya kembali,jika dia diperbolehkan untuk ikut di dalam pertempuran aku yakin Keisha akan ikut,dan aku yakin dia akan berjuang mati -matian untuk membawa Alexander kembali,bukan begitu nona Keisha?"
__ADS_1
Semua mata kini tertuju kepada Keisha, Keisha sadar jika dia harus memberikan jawabannya maka Keisha mengambil alat tulisnya dan menuliskan beberapa kata untuk dapat di baca semua peserta yang hadir.
"Aku setuju penyerbuan terhadap rumah putih,aku ingin membawa Alexander keluar dari perempuan ular itu"
Keisha menunjukan semua tulisan tersebut kepada para peserta yang hadir.
"Edward kau harus menerima keputusan kali ini"
Richard berusaha untuk mengatakan hal tersebut kepada Edward.
"Bagaimana?"
Edward memalingkan wajahnya kepada Kimmy dan Kimmy menganggukan kepalanya tanda bahwa Kimmy setuju,dengan menarik nafasnya dalam -dalam pada akhirnya Edward memberikan satu keputusan.
"Baiklah aku menyetujui rencana hari ini, meskipun hal ini terasa aneh untuk ku,namun aku akan tetap berusaha untuk mengikuti semuanya"
Edward pada akhirnya memberikan sebuah keputusan besar di dalam hidupnya, meskipun jauh di lubuk hati Edward yang paling dalam Edward masih belum begitu setuju dengan keputusan ini.
"Baiklah,besok kita akan melanjutkan rapat ini,aku akan mendatangkan detektif Fang Yin untuk membantu kita"
Hai,pembaca setia tuan Alexander vote dan like
__ADS_1
author yah agar authornya bisa tambah semangat lagi.