
Hari ini di dalam ruangan Lisa dan Natan saling mengungkapkan isi hatinya masing -masing dan tanpa sadar ada satu pasang mata yang sejak tadi memperhatikan mereka berdua dari kaca jendela,dan sepasang mata itu tidak ingin menganggu kebersamaan dari mereka.
"Nona Lilian,anda tidak mau masuk?"
"Ssstt,aku tidak akan masuk ke dalam,ayo kita ke ruangan sebelah saja"
Lilian mengajak asisten pribadinya untuk meninggalkan ruangan Natan dan Lisa saat ini sedang bercengkrama dan Lilian memilih untuk masuk ke dalam ruang kerja yang lainnya.
"Nona Lilian,apa yang sedang anda pikirkan?nampaknya ada banyak hal yang saat ini sedang menganggu pikiran nona?"
"Mey,apa kau percaya tentang cinta?"
Satu pertanyaan Lilian lontarkan kepada asisten pribadinya dan itu membuat Mey pada akhirnya ikut mulai berpikir ucapan dari Lilian Chandradinata.
"Nona mengapa anda mengatakan hal itu,apa saat ini nona sedang jatuh cinta?"
"Ya Mey saat ini hatiku mungkin sedang merasakan hal yang kau katakan itu,namun aku tidak tau apakah laki -laki yang aku cintai tersebut juga memiliki perasaan yang sama seperti yang aku rasakan saat ini"
"Nona anda wanita yang cantik,anda juga baik,mana mungkin ada laki -laki yang bisa menolak pesona nona Lilian Chandradinata"
"Ada Mey,dan aku saat ini sedang mengalami hal itu"
Mey,sang asisten pribadi menjadi sangat penasaran siapa laki -laki yang bisa menolak pesona nona muda yang saat ini duduk dihadapan nya.
"Apa nona mau menceritakan siapa laki -laki itu?"
Lilian menatap ke arah Mey dan pada akhirnya dia tersenyum.
"Laki - laki tersebut adalah detektif Peter,kau tau dia memang dingin,tapi dia pernah menyelamatkan aku waktu kecil di kolam renang,disaat aku terjatuh,apa kau ingat peristiwa itu?"
Mey mencoba mengingat peristiwa yang beberapa tahun telah terjadi yang dia sendiri hampir melupakan peristiwa tersebut.
"Ya nona aku ingat"
"Dan kau tau detik itu aku jatuh cinta pada Peter"
__ADS_1
"Apakah nona sudah mengungkapkan perasaan nona pada Peter?"
"Mey aku pernah melakukan hal itu,aku tutup semua harga diriku,saat itu aku menjumpai Peter yang sedang duduk di taman menunggu kak Alex dan dengan berani aku menghampiri nya dan mengatakan semua isi hatiku padanya,namun jawaban yang aku dapatkan hanya kebisuan tanpa kata,Peter langsung bangkit dari tempat duduknya dan meninggalkan aku sendiri di taman"
"Jadi sampai saat ini Peter belum memberikan jawaban kepada nona?"
Lilian kembali menatap Mey dan menggelengkan kepalanya.
"Ada baiknya nona meminta jawaban tersebut agar perasaan nona segera tenang"
"Mey,aku mencintai Peter tanpa syarat, terkadang aku tidak butuh cinta yang timbal balik darinya,aku hanya ingin melihatnya bahagia dan itu cukup untuk ku"
Lilian tersenyum dan kemudian melanjutkan semua pekerjaan nya, sedangkan Mey hanya bisa melihat nona mudanya tersebut dengan takjub.
Sementara itu di kantor tuan Lio,Cuen salah satu asisten pribadi tuan Lio masuk ke dalam ruang kerja tuan Lio membawa beberapa berkas tentang jati diri dari Keisha.
"Tuan ini yang anda minta"
"Kerja yang cepat Cuen,jadi apa saja yang kau dapatkan dari wanita itu?"
"Nona Keisha berasal dari Negara A,dan dia hanya tinggal dengan seorang Kakeknya dan saat ini kondisi sang Kakek sedang mencari cucunya karena"
"Nona Keisha menghilang"
"Wanita itu menghilang?jadi dia berada di Negara ini bukan atas dasar kemauannya dari dia sendiri?"
"Menurut informasi terpercaya yang saya terima tidak tuan,nona Keisha mengalami penculikan oleh salah satu kelompok perdagangan manusia dan kelompok tersebut pada akhirnya menjual nona Keisha ke tempat lokalisasi milik Madam Naureta yang berada id Negara ini"
"Sungguh sangat menarik sekali Cuen, baiklah mari kita lakukan pertunjukan kita, sekarang yang perlu kau lakukan adalah menculik kakek tua itu dan bawa ke tempat ku,kita akan mengurungnya dan menjadikan dia jaminan agar wanita itu mau melakukan semua yang aku perintahkan kepadanya,apa kau mengerti?"
"Mengerti tuan"
"Baiklah,kau boleh pergi dari ruangan ku"
Dan pada akhirnya Cuen segera undur diri dari ruangan tuan Lio,dengan sebuah rencana yang tuan Lio sudah susun secara matang.
__ADS_1
"Alexander Chandradinata,lihat saja aku akan melakukan pertunjukan tersebut di saat hari pertunangan mu nanti,hari bahagia tersebut akan berubah menjadi hari yang penuh dengan air mata"
Senyum mengerikan kembali terpancar dari tuan Lio dan pada hari itu tuan Lio mulai kembali menyusun banyak rencana untuk Alexander dan keluarga nya.
Sementara itu di Rumah Sakit,kini nampak Kimmy dan Michelle sedang berada di dalam satu ruangan.
"Michelle sayang boleh Mama berbicara padamu"
"Silahkan Ma"
"Sayang,apakah kau tidak berkeinginan untuk menikah?usiamu kini sudah dua puluh delapan tahun dan saat ini Mama melihat kau belum sama sekali mempercayakan hatimu pada seorang pria"
Perkataan Kimmy membuat Michelle terdiam, Michelle gadis yang tidak pernah memikirkan tentang pernikahan pada akhirnya harus mendengarkan sebuah pertanyaan dari sang Ibu.
"Ma,aku tidak ingin menikah"
"Hei sayang apa yang kau pikirkan?kenapa kau memiliki pemikiran seperti itu?"
"Aku mencintai pekerjaan ku Ma, dengan aku menikah aku merasa bahwa aku tidak bisa menggapai semua mimpiku,seakan - akan mimpi itu terhenti dengan sebuah pernikahan"
Michelle pada akhirnya berkata jujur kepada Kimmy apa yang selama ini dia rasakan mengapa dia belum meletakkan hatinya untuk seseorang.
"Sayang darimana kau memiliki pemikiran seperti itu,semua itu tidak benar sayang,kau masih tetap bisa mencapai semua mimpimu dan tidak akan ada yang bisa menghalangi mimpi itu"
"Tapi Ma"
"Yang kau butuhkan adalah pemimpin yang bisa betul - betul mengerti tentang dirimu"
Michelle kini memilih untuk diam dari segala sesuatu yang Kimmy ucapkan padanya.
"Mama percaya kau akan menemukan laki -laki tersebut,ayo sayang kita pulang hari sudah sore"
Kimmy yang kini melihat wajah putrinya mulai bingung dengan setiap ucapannya mencoba untuk mengalihkan pembicaraan dan pada akhirnya Ibu dan anak tersebut kembali ke rumah utama untuk bisa bercengkrama dengan keluarga besarnya.
Sementara itu di perusahaan Chandradinata Edward yang juga sedang bergegas untuk pulang tiba - tiba harus dikejutkan dengan sebuah berita tentang Negara B yang pada akhirnya menampilkan wajah putra mahkota dan Edward melihat wajah Rena berdiri di samping putra mahkota tersebut.
__ADS_1
Lama Edward mengamati berita tersebut yang disiarkan secara langsung di televisi dan mata Edward sedari tadi mencari satu sosok yang tak terlihat di depan matanya.
"Dimana Raja Yuwen?"