
Terdengar suara Lilian dari arah belakang yang membuat Peter terperanjat.
"Nona Lilian,sejak kapan anda berada disini?"
"Sejak kau mendatangi tempat ini kak"
"Ada yang bisa saya bantu nona?"
Lilian tak bergeming saat Peter mengatakan hal tersebut kepadanya,namun dengan langkah yang cepat Lilian mendekati Peter dan memeluknya.
"Kak,kenapa kak Peter begitu dingin kepada ku?kakak tau perasaan ku ini bukan perasaan seorang gadis kecil yang beranjak dewasa,perasaanku ini adalah perasaan seseorang wanita dewasa,kakak aku mencintaimu,sampai kapan kau tidak menjawab nya"
Lilian memeluk erat tubuh Peter dan Peter seketika hanya bisa terdiam mematung dengan setiap tingkah Lilian yang saat ini berada di dalam pelukannya.
"Nona,aku mohon lepaskan aku,nanti bisa dilihat banyak orang"
Peter mulai tidak nyaman atas apa yang dilakukan oleh Lilian terhadap dirinya,Peter mencoba untuk melepaskan pelukan Lilian yang masih sangat erat itu,namun semakin Peter mencoba untuk melakukan nya,selama itu pula Lilian mencoba untuk tetap memeluk dirinya,dan Peter tidak akan tega menggunakan kekerasan untuk melepaskan pelukan dari Lilian tersebut.
"Aku tidak akan melepaskan pelukan ini sebelum kak Peter memberikan aku jawaban yang tegas atas setiap perasaan ku kepada kakak"
Rasa cinta Lilian kepada Peter membuat dia rela melakukan hal ini,yang jika Edward tau akan membuat Edward bisa menghukum Lilian atas perbuatannya ini.
"Nona, aku,aku"
"Aku apa kak?"
Jauh di dalam hati yang paling dalam sebenarnya Peter juga mulai memiliki perasaan yang sama dengan Lilian,namun tugasnya dalam menjaga Alexander belum selesai setidaknya sampai Alexander nanti menikah,dan dengan menarik nafas panjang,Peter harus mengatakan sesuatu hal pahit ini kepada Lilian.
"Nona maafkan aku jika terpaksa aku harus mengatakan bahwa aku tidak memiliki perasaan apapun kepada anda"
Deg
Ucapan Peter langsung masuk ke dalam relung hati Lilian dan detik itu pula Lilian melepaskan semua pelukannya kepada Peter dan mendorong Peter.
"Kau bohong,aku tidak percaya jika kau tidak memiliki perasaan yang sama seperti ku"
"Nona maafkan aku,namun itu kenyataan yang harus nona terima saat ini"
__ADS_1
"Aku tidak akan pernah percaya akan ucapan mu kak Peter,satu yang aku tau sekarang darimu,kau laki - laki pengecut yang tidak bisa mengakui perasaan mu sendiri yang pada nantinya kau akan menyesal dengan setiap ucapan mu ini"
Air mata Lilian yang sedari tadi dia tahan pada akhirnya harus mengalir dengan deras bersamaan dengan ucapan yang dia katakan kepada Peter.
"Maafkan aku nona Lilian"
Lilian sama sekali tidak mau memandang Peter dia pilih untuk berlari meninggalkan taman bunga mawar tersebut,sedangkan Peter pada akhirnya hanya bisa menatap punggung Lilian yang semakin jauh dari dirinya.
Maafkan aku nona Lilian,jika saja kau tau bahwa aku juga mencintaimu,namun rasa ini belum bisa aku ungkapkan kepadamu,dan aku tidak mau kau menunggu ketidakpastian yang akan membuatmu merasa lelah,aku bukan tidak ingin mengejarmu,namun aku yang belum siap untuk melakukan hal itu,maafkan aku nona Lilian.
Peter mengucapkan hal tersebut dan mulai pergi meninggalkan taman bunga mawar merah tersebut untuk masuk ke dalam aula yang berada di kediaman Chandradinata, sementara itu tanpa Peter dan Lilian sadar,sejak tadi ada satu pasang mata yang melihat semua adegan mereka.
"Tuan Edward,apa perlu saya berbicara kepada Peter?"
"Belum untuk saat ini Don,aku harus memberitahukan hal ini kepada Kimmy,mari kita lihat seperti apa pemikiran istriku terhadap kisah mereka,ayo masuk Don ke aula"
Edward adalah sepasang mata yang sejak tadi mengamati Lilian dan Peter,saat Edward akan menunju ke aula melalui taman bunga ini Edward melihat adegan cinta tersebut dari balik pohon tanpa disadari oleh Lilian dan juga Peter.
Sore menjelang malam acara di dalam aula berlangsung sangat meriah, Richard menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang membuat satu perusahaan baru Chandradinata kembali berdiri dan semua orang mengucapkan selamat kepada Richard, dan Albert masih dengan setia mengikuti Michelle kemanapun dia pergi.
Fanny mengatakan hal tersebut kepada Jian Lee, hari ini mereka kembali datang dari Negara H untuk memberikan dukungan kepada Richard .
"Ya dan misinya hampir sama seperti saat aku mencoba untuk mendapatkan mu dulu"
Jian Lee yang mendengar perkataan Fanny langsung mencium pipi Fanny dan itu dilakukan di depan banyak orang.
"Kau tidak berubah"
Fanny membisikan hal tersebut ke telinga Jian Lee sambil mencubit pinggangnya,dan sore itu terjadi sebuah kehangatan di antara semua peserta yang hadir.
"Tuan Alex ayo kita berangkat"
Tuan Lio yang sedari tadi sudah tidak sabar ingin mengajak Alex pergi dari ruangan itu pada akhirnya memiliki kesempatan untuk membawa Alex ke tempat yang dia sudah rancang.
"Ah baiklah tuan Lio,sayang aku pergi dulu"
Alex mengecup mesra kening Melisa saat dia akan meninggalkan gadis yang dia cintai itu"
__ADS_1
"Hati - hati Alex"
Alex tersenyum dengan pesan yang diberikan Melisa kepada dirinya dan di saat itu Alex dan tuan Lio meninggalkan ruangan tersebut bersama dengan beberapa putra para pengusaha yang lainnya.
"Hei kau kenapa masih mengikuti aku,kenapa kau tidak pergi. bersama dengan Alex dan juga tuan Lio?"
Michelle yang telah melihat kepergian adiknya mengatakan hal tersebut kepada Albert yang sedari tadi masih menempel di dekatnya.
"Aku akan pergi jika aku sudah mendapatkan cintamu"
"Isss,terserah kau saja,kau seperti ekor yang aku miliki saat ini"
"Ya,ekor yang akan selalu mengikuti kemanapun orang yang dia cintai"
Albert tersenyum kepada Michelle dan pada akhirnya Michelle memilih untuk diam karena sudah terlalu lelah berdebat dengan Albert.
Sementara itu di sebuah ruangan hotel di pusat kota, nampak Keisha sedang memandangi cermin dan masih berharap apa yang akan dia lakukan pada malam hari ini adalah sebuah mimpi belaka,namun sayangnya ini bukan mimpi untuk dirinya.
Apakah keputusan ku ini benar?
Hanya hal itu yang dapat Keisha lakukan di depan cermin, karena dia sudah tidak bisa untuk mundur lagi.
Sementara itu kini Alex dan tuan Lio serta para putra pengusaha yang lainnya sudah sampai di salah satu ruangan di dalam hotel, mereka berpesta dengan pesta yang penuh dengan minuman keras dan juga wanita.
"Tuan Alex,mari kita bersenang - senang"
Tuan Lio memberikan Alex minuman beralkohol yang sebenarnya tak Alex sukai, namun dengan terpaksa Alex harus tetap menerima dan meminum untuk menghargai tuan Lio.
"Terima kasih tuan Lio,mungkin aku hanya duduk disini sambil melihat saja"
"Baiklah aku hargai keputusan mu tuan Alex"
Dan tuan Lio pun meninggalkan Alex untuk bersenang - senang dengan para wanita yang ada di sana.
Satu jam telah berlalu tiba - tiba sekujur tubuh Alexander terasa panas,dia mencoba untuk berdiri namun detik dia berdiri detik itu juga dia pingsan.
Tuan Lio yang melihat hal tersebut segera melirik semua tangan kanannya untuk menjalankan semua rencana jahatnya yang sebentar lagi akan di mulai.
__ADS_1