
Albert mencoba untuk membuat sang Ibu tenang dan selama ini memang hanya Albert laki -laki yang dapat meluluhkan kemarahan dari Fanny.
"Baiklah ayo sayang kita ke dalam"
Dan pada akhirnya para orang tua masuk ke dalam sebuah aula megah milik dari Universitas tersebut,satu per satu nama para wisudawan dipanggil oleh para rektor termasuk Alexander dan juga Albert,usia mereka yang hanya terpaut satu tahun membuat mereka pada akhirnya menjadi sangat akrab terlebih Alex dan Albert kuliah dan tinggal di tempat yang sama.
"Kalian berdua hebat,kami bangga pada kalian"
Selesai acara wisuda orang tua Alexander dan Albert mengadakan acara jamuan makan untuk keluarga inti di sebuah restoran mewah di Negara H.
"Para cucuku selamat ya"
Tuan Jhon Lee dan nyonya Hellen datang dan memberikan ucapan selamat pada Alexander dan juga Albert,dengan penuh canda dan tawa siang menjelang sore mereka lalui dengan makan bersama dengan keluarga inti sampai ada satu panggilan telepon berdering dari ponsel milik Edward.
"Halo Ma"
Edward mengangkat teleponnya dan mendengarkan suara nyonya Tiara yang menangis di telepon dan seketika wajah Edward menjadi pucat.
"Baik Ma kami akan segera kembali hari ini ke Negara W"
__ADS_1
Selesai Edward mengatakan hal tersebut, Edward segera menutup panggilan di ponselnya dan kini kembali menghadapkan wajah kepada keluarganya.
"Edward ada apa?"
Kimmy melihat ada suatu masalah yang sedang terjadi dari wajah Edward saat ini.
"Sayang kita harus kembali ke Negara W saat ini juga"
Semua orang yang berada di dalam ruangan tersebut hanya saling pandang seakan tidak mengerti apa yang Edward sedang maksudkan.
"Kakek sayang"
"Saat ini Kakek sedang dilarikan ke Rumah Sakit dan dalam keadaan kritis,Mama Tiara meminta kita untuk segera kembali ke Negara W saat ini juga"
Kini semua yang ada di dalam ruangan tersebut mulai mengerti apa yang saat ini sedang terjadi.
"Pa Alex ikut pulang"
Suara Alex kini membuyarkan semua lamunan mereka masing -masing tentang kondisi Kakek Jaya.
__ADS_1
"Tuan Edward anda harus segera kembali ke Negara W,biarkan kami yang akan mengurus keberangkatan keluarga Chandrardinata agar bisa lebih cepat sampai"
"Tuan Jhon Lee menawarkan satu bantuan kepada Edward dan keluarganya"
"Baiklah tuan Jhon Lee"
Tuan Jhon Lee pada akhirnya menghubungi beberapa orang pengawalnya dan tanpa butuh waktu lama para pengawal tersebut segera datang dan masuk ke restoran tempat mereka sedang berkumpul.
"Antarkan semua anggota Chandradinata ke bandara dengan pengamanan tingkat tinggi dan terbangkan mereka dengan pesawat jet paling cepat yang kita miliki"
"Siap tuan Jhon Lee"
Edward,Kimmy dan juga Alexander segera beranjak dari tempat duduknya untuk ikut para pengawal tersebut menuju ke bandara dan setelah sampai di bandara, mereka segera terbang dengan pesawat jet paling cepat milik dari keluarga Jhon Lee.
Sementara itu di Rumah Sakit,satu mobil ambulans masuk ke dalam halaman yang langsung menuju ke ruang Unit Gawat Darurat, Michelle yang merupakan seorang Dokter ahli bedah jantung dan telah menerima kabar dari rumah utama segera bersiaga begitu tandu diturunkan dari ambulans dan terlihat wajah tuan Jaya yang pingsan.
"Langsung masukan Kakek ke ruang Unit Gawat Darurat,kita lakukan pertolongan pertama"
Dengan tenang Michelle memberikan arahakan kepada semua petugas medis yang sudah siap siaga tersebut.
__ADS_1