MY QUEEN ( I Love My CEO 2)

MY QUEEN ( I Love My CEO 2)
LEPASKAN LAKI -LAKI MESUM!


__ADS_3

Perkataan Albert membuat Alexander begitu marah,namun saat ini dia tidak bisa berbuat apa - apa karena kondisi tubuhnya sangat lemah.


"Kau pasti bohong Albert,mana mungkin Mama Kim sampai ikut campur seperti itu kepada ku!"


Albert kembali berteriak dan membuat semua orang yang berada di dalam ruangan itu menutup ke dua telinga nya.


"Alexander kau berisik sekali!kau mirip anak kecil,ingat usiamu sudah menjadi usia laki - laki dewasa, belajar lah untuk menerima!"


Albert juga ikut meninggikan suaranya tak mau kalah dengan Alexander.


"Suka atau tidak suka, sekarang kau sangat membutuhkan istrimu,ayo suster kita pergi,semakin lama aku disini,semakin aku bisa menjadi bertambah gila karena pasien ini"


Albert dan para perawat segera beranjak pergi dari ruangan Alexander,kini di dalam ruangan hanya tinggal Alexander,Keisha Dan juga Aira semua terdiam tanpa kata karena bingung apa yang harus dilakukan.


"Ra,boleh kau tinggalkan aku disini?"


Keisha menuliskan hal tersebut dan menunjukan kepada Aira,Aira menatap Keisha namun Aira mengerti jika saat ini sebaiknya dia memang harus pergi dari ruang rawat tersebut.


"Baiklah Keisha aku akan pergi,jika ada Hal yang perlu untuk dibantu segera hubungi aku,para pengawal yang akan memanggil aku"


"Terima kasih Ra"


Keisha menuliskan kata - kata tersebut sambil tersenyum dan dengan perlahan melihat Aira pergi meninggalkan ruangan tersebut.


Kini di dalam ruang rawat hanya tinggal Alexander dan Keisha,ingin sekali Alexander mengusir Keisha dari dalam ruangan tersebut,namun saat ini dia amat sangat membutuhkan Keisha.


"Hei,wanita pelacur,jangan melamun disana,bantu aku untuk buang air kecil,cepat!!"


Alexander membentak Keisha kembali,namun Keisha hanya tersenyum dengan semua hal yang telah dilakukan Alexander kepadanya,dengan cepat Keisha mengambil alat bantu untuk buang air kecil dan membantu Alexander untuk hal itu.


Keadaan Alexander yang belum dapat banyak bergerak membuat dia harus melakukan segala hal di atas tempat tidur,dengan sabar Keisha membantu suaminya tersebut, meskipun sepanjang hari terdengar sumpah serapah Dari mulut Alexander untuknya.


"Lambat sekali kau kerjanya,dasar wanita pelacur!"


Alexander kembali meludahi Keisha,ketika Keisha hendak menolong Alexander untuk makan.


"Maafkan aku tuan Alexander,ayo tuan harus makan buah ini"


Dan masih dengan sabar Keisha memberikan suapan demi suapan ke dalam mulut suaminya tersebut meskipun terkadang Keisha harus menerima cacian dari suaminya.


Di saat semua itu terjadi ada sepasang mata sedang mengamati aktivitas mereka fari jendela luar ruang rawat.

__ADS_1


Sepanjang mata tersebut adalah milik wanita kuat yang tidak pernah mengalihkan pandangannya kepada sepasang suami istri yang berada di dalam ruang rawat tersebut.


"Dokter Kim untuk apa anda berada disini?"


Satu suara yang Kimmy dengar saat dia sedang melihat semua perbuatan putranya Alexander kepada seorang wanita.


"Ssst,Aira pelankan suaramu,aku hanya sedang mengamati mereka berdua"


"Ah maafkan Aira nyonya"


"Tak masalah Aira,aku ingin bertanya kepadamu,apakah seperti ini kelakuan Alexander kepada Keisha setiap harinya?"


Deg


Aira tertegun sejenak dengan perkataan yang Kimmy tanyakan kepadanya.


"Mmmaafkan saya nyonya, sepertinya saya kurang berkenan untuk menjawab setiap perkataan nyonya"


Kimmy memandang tajam ke arah Aira dan pada akhirnya hanya bisa menarik nafasnya dalam - dalam.


"Tanpa kau mengatakan aku sudah tau jawaban mu Aira"


"Maafkan saya nyonya"


Kimmy mengatakan hal tersebut sambil melihat kembali ke kaca kelakuan putranya Alexander terhadap Keisha.


Alex,suatu saat kau akan menyadari betapa berarti nya Keisha dan semoga ketika kau sudah menyadari nya kau tidak terlambat.


Kimmy mengatakan semua hal tersebut di dalam hatinya.


"Ayo kita pergi Ra"


"Baik nyonya"


Kimmy sangat tidak tahan dengan perlakuan putranya terhadap Keisha,namun Kimmy juga tidak boleh bertindak gegabah dalam permasalahan rumah tangga putranya tersebut, sepanjang perjalanan menuju ruangan Kimmy tak henti - hentinya berpikir apa yang dapat ia lakukan untuk mereka.


Hari berganti hari,setiap hari Keisha masih dengan setia merawat Alexander,sesekali perawat datang untuk memastikan Keisha benar dalam merawat Alexander, karena hanya Keisha yang diperbolehkan untuk menyentuh dan merawat keperluan Alexander.


"Alexander esok hari kau sudah boleh kembali ke rumah,apa kau senang?"


Albert yang hari itu datang berkunjung memberitahukan bahwa esok hari Alexander sudah boleh kembali ke rumah.

__ADS_1


"Sama sekali tidak senang Albert"


"Hei apa yang membuatmu tidak senang Alex?"


"Karena Mama hanya mengizinkan wanita pelacur ini yang merawatku"


Alexander mengatakan hal tersebut tanpa perduli jika Keisha masih berada di sampingnya dan sedang menyuapinya makan.


"Hei,jangan kau berkata seperti itu Alexander"


"Cih,jika aku bisa memilih lebih baik aku dirawat pelacur daripada dia,wanita pelacur yang tidak sadar bahwa dirinya adalah seorang pelacur yang menjual harga dirinya ke laki -laki lain mungkin demi harta"


Deg


Sindiran Alexander kepada Keisha, langsung membuat Keisha terdiam, jika dia saat ini bisa berlari mungkin dia akan meninggalkan Alexander,jika saat ini yang sedang dia rawat bukan suaminya mungkin Keisha sudah melarikan diri karena tidak kuat,air mata yang sudah siap jatuh terpaksa dengan kuat Keisha tahan,Keisha tidak ingin Alexander melihat nya menangis.


"Alexander,apakah kau sadar wanita yang ini sedang kau bicarakan berada di hadapan mu,apakah kau tidak memiliki perasaan?"


"Cih perasaan ku sudah mati Albert"


Albert hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala menghadapi ucapan demi ucapan Alexander yang begitu pedas.


"Terserah kau saja lah"


Setelah Albert mengatakan hal tersebut Albert keluar dari ruangan Alexander.


"Hei,wanita bodoh kenapa kau diam seperti patung,ayo masukan lagi makanan itu ke dalam mulutku,awas saja jika kau berani macam - macam"


Teriakan Alexander membuat Keisha kaget dan pada akhirnya kembali menyuapi Alexander,Keisha memilih untuk diam, memilih untuk mengerjakan semuanya tanpa banyak bicara dengan bahasa isyarat nya,dia sangat yakin jika dia kembali menggunakan bahasa isyarat maka air matanya juga akan ikut keluar.


Sementara itu kini Albert tidak kembali ke dalam ruangannya,namun Albert masuk ke dalam ruangan Michelle begitu masuk ke dalam ruangan Albert langsung merebahkan diri di atas sofa yang berada di dalam ruangan itu.


"Hei,siapa yang menyuruh mu untuk tidur di kursi itu tanpa seizinku?


"Tidak ada yang mengizinkan aku untuk tidur disini,namun aku yang memberikan izin atas diriku sendiri untuk merebahkan tubuh ku disini"


"Bagaimana jika aku tidak mengizinkan nya?"


"Maka aku akan membuat mu mengizinkan aku untuk melakukan hal itu"


Dengan cepat Albert menarik Michelle yang sedang berdiri di samping kursi tersebut tarikan Albert yang sangat kencang membuat Michelle langsung terjatuh kedalam pelukan Albert.

__ADS_1


"Lepaskan aku laki - laki mesum!"


__ADS_2