MY QUEEN ( I Love My CEO 2)

MY QUEEN ( I Love My CEO 2)
DOKTER JANSEN


__ADS_3

Dan detik itu juga Keisha menangis di dalam ciuman nya, trauma kembali menjelajah setiap pikiran dan hatinya saat - saat dimana penyiksaan dengan hubungan paksaan yang dilakukan Alexander kepada dirinya kembali teringat dan detik itu juga Alexander mulai sadar bahwa ada sesuatu yang salah saat Alexander melihat air mata Keisha.


"Maaf,maafkan aku, maaf"


Alexander yang sudah menyadari kesalahan nya segera menghentikan ciuman nya dan merapikan kembali baju Keisha yang sudah tidak beraturan,air mata Keisha mengalir dengan deras dan kini wajah Keisha begitu ketakutan ketika dia melihat wajah Alexander.


"Maafkan aku,kemarilah jangan takut aku hanya ingin memelukmu dan memberikan ketenangan"


Keisha yang sudah berada di sudut tempat tidur begitu ketakutan dan Keisha melakukan hal tersebut sambil memegang pakaian nya, Keisha begitu ketakutan jika Alexander dengan paksa akan melepaskan kembali semua pakaian nya tanpa mendapatkan persetujuan darinya.


"Kemarilah"


Alexander merentangkan ke dua tangannya dan meminta Keisha untuk masuk ke dalam pelukannya,namun Keisha hanya memandang Alexander dengan masih berderai air mata.


"Baiklah,jika kau tidak mau untuk mendekat dengan ku,aku mengerti"


Hati Alexander perlahan terasa begitu sakit saat Keisha tidak percaya lagi kepada nya, hati Alexander begitu sakit ketika istri yang sudah mulai dia cintai kini terus menerus memberikan penolakan,dengan langkah yang lunglai Alexander beranjak dari tempat tidurnya dan masuk ke dalam kamar mandi.


Ada apa dengan ku? kenapa tubuhku terus menerus memberikan penolakan kepada sentuhan tuan Alex,ada apa dengan ku? kenapa aku begitu ketakutan ketika tuan Alexander hendak menyentuh ku?Tuhan ada apa dengan ku?


Keisha mengatakan hal tersebut sambil menangis,Keisha merasa heran kenapa tubuhnya terus memberikan penolakan terhadap suaminya sendiri.


Pagi hari itu dilaluikan Alexander dan Keisha dalam keadaan diam, Alexander pergi ke kantor tanpa berpamitan kepada Keisha dan pada akhirnya Keisha hanya dapat melihat dalam diam mobil suaminya keluar dari pintu gerbang rumah putih.


Di dalam perjalanan menuju ke kantor Alexander masih memikirkan peristiwa yang barus saja dia alami bersama dengan Keisha, memang benar Alexander saat ini sedang menunggu kesiapan hati Keisha,namun wajah ketakutan sang istri begitu membekas di dalam ingatan Alexander.


"Peter"


"Ya tuan"


"Arahkan mobil ini ke Rumah Sakit"


"Maaf tuan tapi kita ada rapat setengah jam lagi"


"Minta paman Martin untuk mewakili nya,aku akan ke Dokter Jansen,ada beberapa hal yang ingin aku tanyakan kepada Dokter Jansen"


"Baik tuan"

__ADS_1


Peter pagi ini mengetahui bahwa wajah tuan mudanya sedang tidak beres ketika Alexander keluar dari dalam kamar,itu sebabnya Peter lebih memilih untuk diam daripada banyak bertanya.


Mobil Alexander pada akhirnya masuk ke dalam halaman Rumah Sakit terbesar di Negara W dan Alexander turun dari dalam mobil untuk menuju ke ruangan Dokter Jansen.


"Selamat pagi tuan Alexander,ada hal apa sampai membuat tuan muda pagi hari ini sudah berada di ruangan ku?"


Satu Dokter muda tampan masuk ke dalam ruang kerjanya dan menemukan Alexander sudah duduk di dalam ruangannya,Dokter Jansen adalah salah satu Dokter Psikiater terbaik yang di miliki oleh Negara W,wajahnya yang tampan dan kebaikan hatinya mampu membuat Dokter Jansen yang belum menikah menjadi idola para wanita di Negara tersebut.


"Panggil saja aku Alex Dokter"


"Hmm,baiklah jika kau meminta ku memanggil mu Alex,berarti kau harus memanggil ku Jansen deal?"


"Deal"


Alexander dan Dokter Jansen saling berjabat tangan.


"Jadi Alexander apa yang membuatmu datang kemari?"


"Jansen ada beberapa hal yang ingin aku tanyakan pada mu"


"Apakah arti seseorang yang begitu melihat wajah orang lain dan dia begitu ketakutan"


"Alex aku tidak dapat membantu banyak jika kau hanya mengatakan hal ini,namun yang jelas ada sebuah rasa trauma yang saat ini sedang di alami orang tersebut"


"Trauma?"


"Ya trauma,dan hal ini bisa terjadi pada siapapun yang membuatnya merasa tidak nyaman"


"Tidak nyaman?"


"Ya, Alexander ceritakan dengan lengkap siapa orang yang kau maksud dan apa masalah yang sebenarnya,kau bisa percaya padaku karena aku memang ahli di bidang ini,aku tidak akan memberitahukan kepada siapapun karena jika aku melakukan hal tersebut aku bisa melanggar kode etik kedokteran"


Dokter Jansen memberikan penjelasan kepada Alexander,Dokter Jansen berharap Alexander percaya kepadanya,karena menurut Dokter Jansen tidak akan pernah efektif jika Alexander hanya menceritakan beberapa bagian saja.


"Baiklah Jansen,aku akan menceritakan semua hal ini kepada mu"


Alexander pada akhirnya menceritakan semua hal tentang dirinya dengan Keisha,Dan Dokter Jansen mendengarkan semua penjelasan Alexander.

__ADS_1


"Alex nona Keisha mengalami trauma dan mungkin ada beberapa rahasia yang belum diceritakan nona Keisha kepada mu,mari kita bekerja sama,kau buatlah nona Keisha senyaman mungkin dekat dengan mu,agar dia berani untuk menceritakan semuanya kepada mu, setelah itu kau hubungi aku,aku akan membantu mu dalam memberikan pengobatan kepada nona Keisha,jika ini tidak segera di obati maka sulit untuk mu menyentuh Nona Keisha dan nona Keisha akan selamanya mengalami rasa ketakutan jika dia dekat dengan mu"


Dokter Jansen memberikan penjelasan panjang lebar kepada Alexander dan Alexander mendengarkan semua penjelasan tersebut dengan cermat.


"Baiklah Jansen,aku akan berusaha sebaik mungkin"


Setelah mengatakan hal tersebut, Alexander bangkit dari tempat duduknya dan keluar dari ruang praktek Dokter Jansen.


Sepanjang perjalanan menuju kantor, Alexander terus berpikir hal apa saja yang bisa lakukan untuk memulihkan keadaan istrinya tersebut.


Sementara itu di rumah utama terjadi kesibukan karena esok hari keluarga Lee akan datang untuk melamar Michelle.


"Mama Tiara,biar Kimmy melakukan hal tersebut,Mama beristirahat lah"


Kondisi nyonya Tiara yang sudah semakin tua membuat Kimmy mengambil alih semua urusan keluarga besar Chandradinata.


"Ya menantuku,kondisi fisik ku sudah tidak seperti dulu lagi,ada baiknya kau yang mengatur semuanya"


Pada akhirnya nyonya Tiara lebih memilih untuk kembali ke kamarnya, sedangkan Kimmy masih sibuk dengan mengatur dekorasi untuk esok hari.


"Ma,kak Michelle akan bertunangan esok hari?"


Lilian yang mendengarkan kabar bahagia segera berlari ke arah Kimmy.


"Ya Lilian sayang"


"Kenapa mendadak sekali keputusan kak Michelle Ma?"


Lilian yang kini sudah duduk di samping Kimmy mencoba untuk kembali bertanya.


"Sayang kakak mu pasti sudah memikirkan nya dengan matang,lagipula keluarga Lee bukanlah orang lain lagi untuk kita"


"Ya,ya Lilian mengerti,jadi Mama dan Papa setuju dengan suami kak Michelle meskipun secara usia dia lebih muda dan Michelle?"


"Mengapa tidak sayang?"


"Jika nanti nya Lilian memilih suami yang jarak usinya lebih tua atau terlalu tua untuk gadis seusia Lilian apakah Mama dan Papa juga setuju?"

__ADS_1


__ADS_2