
"Syukurlah jika memang seperti itu,aku hanya menjadi diriku sendiri kak"
"Ya dan karena hal itu kau membuat banyak orang merasakan kebahagiaan jika dekat dengan mu"
"Terima kasih kak Peter"
Lilian tersenyum dengan semua pujian yang diberikan Peter kepadanya, hati Peter kini telah menjadi tenang kembali.
"Baiklah seperti nya aku harus ke Rumah Sakit,aku harus menyerahkan ini kepada pihak Rumah Sakit"
"Apa itu kak Peter?"
Lilian melihat satu kotak kecil yang ditunjukan kepada dirinya.
"Ini adalah barang yang akan digunakan untuk test DNA nona Keisha,tuan Alexander meminta aku untuk menjaga barang ini dengan nyawa ku sendiri"
Peter mengatakan hal tersebut kepada Lilian sambil tersenyum.
"Baiklah aku harus segera berangkat"
"Hati - hati kak"
Peter tersenyum dan mengusap kepala Lilian sebagai tanda sayangnya kepada Lilian.
__ADS_1
"Kenapa perasaan ku tidak enak seperti ini,kak Peter semoga kau baik -baik saja"
Lilian mengatakan hal tersebut sambil memandang punggung Peter yang kini semakin berlalu.
"Baiklah kini saatnya aku harus kembali bekerja,terima kasih Lilian,kau bisa membuat hati ku tenang"
Peter mengatakan hal tersebut di dalam mobilnya dan kemudian melajukan mobil tersebut ke arah Rumah Sakit.
Tak beberapa lama saat Peter melajukan mobil tiba - tiba dari arah yang bersebrangan muncul mobil yang dengan sengaja ingin menabrak mobil Peter,namun Peter berhasil menghindar dari mobil tersebut meskipun mobil Peter pada akhirnya menabrak pagar salah satu restoran di tengah kota, kepala Peter terbentur dan hal tersebut yang membuat pelipisnya langsung berdarah.
"Astaga,sabatase darimana lagi ini"
Peter langsung mencari ponselnya dan menghubungi aparat serta pihak Rumah Sakit dan tentunya Alexander Chandradinata.
Sementara itu di kediaman rumah utama, Alexander yang telah mendapatkan kabar tentang keadaan Peter segera mengambil jasnya dan keluar dari ruang kerja Peter.
"Kak Alexander ada apa,kenapa kakak tergesa -gesa sekali?"
Lilian yang berpapasan dengan Alexander sangat heran melihat keadaan kakaknya tersebut.
"Peter kecelakaan"
Alexander menjawab pendek pertanyaan Lilian dan terus melangkahkan kakinya menuju ke parkiran mobil.
__ADS_1
"Kak katakan pada Lilian bagaimana keadaan kaka Peter"
Lilian mengejar langkah kaki Alexander,karena sejak tadi pikiran Alexander tertuju pada kotak kecil yang di bawa oleh Peter.
"Kak Alexander kakak dengar Lilian tidak sih?"
Lilian yang merasa tidak dianggap oleh Alexander karena pertanyaan nya sama sekali tidak di jawab pada akhirnya berteriak kepada Alexander dan Alexander yang mendengarkan teriakan Lilian segera menghentikan langkah kakinya dan menatap dengan tajam ke arah Lilian.
"Ikut aku,cepat!"
Alexander yang saat ini sedang berusaha untuk menahan emosi pada akhirnya hanya bisa berkata seperti itu kepada Lilian.
"Maafkan aku kak Alexander"
"Sudahlah ayo ikut aku ke Rumah Sakit,aku tau sedang mengkhawatirkan Peter"
Alexander mengatakan hal tersebut kepada Lilian sambil membuka pintu mobilnya,dan tanpa perlu banyak berkata -kata lagi,Lilian segera masuk ke dalam mobil dan Alexander segera melajukan mobil tersebut ke arah Rumah Sakit.
Di dalam mobil pada akhirnya Lilian memilih untuk diam.
Hai,pembaca setia tuan Alexander vote dan like
author yah agar authornya bisa tambah setia tuan Alexander vote dan like
__ADS_1