
Seperti kata Lilian jika memang sudah tiba waktunya aku akan mengetahui semuanya sendiri"
Peter mengatakan hal tersebut sambil berkonsentrasi terhadap kemudi nya.
Sementara itu Alexander yang baru tiba di toko bunga, Alexander langsung memeluk pinggang Keisha yang sedang menata bunga mawar.
"Sayang aku merindukan mu"
Alexander mengatakan hal tersebut sambil mencium tengkuk Keisha berkali - kali,dan Keisha yang mendapatkan serangan mendadak langsung membalikan badannya untuk bisa berhadapan dengan wajah Alexander.
"Alexander apakah kau tidak malu?saat ini kita sedang dilihat banyak orang"
Keisha mengatakan semua hal tersebut dengan bahasa isyarat dan kini ada beberapa pembeli yang melihat kemesraan mereka berdua.
"Aku tidak peduli,aku merindukan mu tuan putri"
Alexander mengatakan hal tersebut sambil berbisik di telingga Keisha.
"Alexander tidak seperti itu!"
Keisha mengatakan hal tersebut dengan bahasa isyarat dan langsung mencubit lengan Alexander.
"Ayo,aku siapkan kau air mandi dan makan malam,agar kau tidak terus meracau seperti ini"
__ADS_1
Keisha mengatakan hal tersebut dengan bahasa isyarat dan Alexander langsung tersenyum kepadanya.
"Kau memang tau apa yang aku inginkan,aku lapar tapi aku lapar karena aku ingin memakan mu sayang nanti malam"
Alexander membisikkan kembali semua hal tersebut ke telingga Keisha dan Keisha memilih untuk meninggalkan Alexander.
"Aku ikut sayang"
Alexander mengatakan hal tersebut dan ikut masuk ke dalam ruang pribadi mereka di toko. bunga.
"Jadi katakan apa yang harus aku perbuat pada satu laki -laki manja ini?"
Keisha yang telah selesai membuatkan makan malam untuk Alexander segera bertanya akan hal tersebut.
Alexander mengatakan hal tersebut sambil menunjuk ke arah tempat tidur dan Keisha hanya bisa tersenyum melihat tingkah Alexander yang saat ini sedang merajuk kepada nya.
"Baiklah namun ada syaratnya"
"Syarat? katakan?"
Alexander begitu antusias ketika Keisha menyetujui permintaan Alexander.
"Jangan kau panggil aku dengan sebutan tuan putri seperti tadi, meskipun pada nantinya aku memang seorang tuan putri,tapi aku tetap istri mu dan seorang istri yang akan tetap memberikan yang terbaik untuk suaminya"
__ADS_1
Keisha mengatakan hal tersebut dengan bahasa isyarat sambil sesekali menyuapi Alexander untuk makan malam.
"Ya aku tau,tapi menjadi sebuah kebanggaan tersendiri untuk ku jika kau ternyata seorang tuan putri"
Alexander asal saja mengatakan hal tersebut,namun. akibat perkataan nya itu kini Keisha menjadi terdiam.
"Jadi jika sampai aku bukan tuan putri,dan aku hanya seorang gadis desa seperti ini kau tidak pernah bangga memiliki istri seperti ku?"
Deg
Kini Alexander baru menyadari jika Alexander sepertinya salah berbicara.
"Sayang maafkan aku,bukan maksudku seperti itu,sungguh aku tidak bermaksud apa -apa"
"Sayang kemarilah"
Alexander meminta Keisha meletakan sendoknya dan menghadapkan kursinya lebih dekat ke arah Alexander.
"Dengarkan aku,aku akan selalu bangga dengan istriku yang satu ini,karena dari dia aku belajar tentang arti mencintai dengan tulus,karena dari dia aku belajar arti kata maaf,dan dari dia aku belajar tentang bagaimana cara melayani pasangan dengan sangat baik,dan aku amat,sangat bangga terhadap istriku ini,semua harta yang aku miliki tetap akan kalah dengan cinta kasih yang dia berikan secara cuma -cuma terhadap ku"
Hai,pembaca setia tuan Alexander vote dan like
author yah agar authornya bisa tambah setia tuan Alexander vote dan like
__ADS_1