
Saat Keisha sedang berpikir tiba - tiba Aira mengetuk pintu kamar Keisha.
"Ada apa?"
"Tuan Alexander kecelakaan Keisha"
Keisha merasakan sesak di dalam dadanya saat da mendengarkan kabar tersebut dari Aira,memang Alexander adalah laki - laki yang mencoba Keisha hindari saat ini,perkataan Alexander yang mengatakan bahwa jika dia sudah puas bermain akan membuang dirinya membuat Keisha sudah mulai menutup rapat-rapat perasaan cintanya kepada Alexander.
"Keisha,Keisha kau mendengarkan aku kan?"
Aira mengucang - guncang tubuh Keisha karena begitu mendengar kabar tersebut Keisha hanya terdiam seperti patung.
"Ra dimana tuan Alexander sekarang?"
Dengan air mata yang mengalir Keisha menuliskan itu semua kepada Aira.
"Aku kurang tuan tuan Alexander sekarang berada dimana,namun Peter menghubungi ku dan sudah menyiapkan mobil untuk membawa mu ke tempat tuan Alexander"
"Ayo Ra"
"Tapi Keisha kau masih memakai baju tidur"
"Tidak ada waktu untuk berganti pakaian lagi"
Keisha menuliskan semua hal tersebut sambil terburu - buru dan menarik tangan Aira untuk ikut serta dengan dirinya masuk ke dalam mobil.
"Keisha kau harus tenang"
"Bagaimana aku bisa tenang Ra,jika mendapatkan kabar suamiku kecelakaan"
"Suami?ya,ya suami yang tidak pernah menganggap kau sebagai istrinya, sudahlah Keisha jika terjadi sesuatu hal dengan tuan Alexander kau tak perlu repot - repot menjatuhkan air matamu,untuk laki - laki yang sama sekali tidak pernah menganggap kehadiran mu dan yang tidak pernah menganggap kau sebagai istrinya"
Dengan panjang lebar Aira mengatakan semua hal tersebut kepada Keisha,dan meskipun apa yang dikatakan oleh Aira itu betul,namun malam hari ini perasaan Keisha tetap lah sedih dan khawatir ketika mendengarkan kabar tersebut.
"Ra,mau dia tidak pernah menganggap aku sebagai istrinya,mau dia saat ini begitu membenciku,aku akan menerima semua perlakuannya,karena aku yang membuat semua hal ini terjadi,aku yang menyebabkan tuan Alexander terluka dan karena aku sekarang dia menderita"
"Keisha,kenapa kau tidak mencoba untuk menceritakan segala sesuatu yang sudah terjadi padamu,mengapa kau mau melakukan hal ini?"
"Akan ada waktunya semua itu akan terjadi Ra,dan aku hanya bisa berdoa untuk hal ini, meskipun secara manusia ini mustahil,secara manusia ini akan sangat sulit untuk aku bisa menjelaskan semua karena tuan Alexander yang sudah terlanjur membenciku,namun aku sangat yakin jika Tuhan yang sudah bekerja sesuatu yang tidak mungkin itu akan tetap menjadi mungkin,jadi saat ini aku akan tetap melakukan tugasku menjadi istri yang terbaik untuk dirinya"
Keisha menuliskan semua itu di dalam buku tulisnya dan Aira yang membaca semua tulisan Keisha pada akhirnya hanya bisa menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Entah terbuat dari apa Keisha hatimu, mengapa kau begitu tabah dalam menghadapi ini semuanya"
"Diam itu tidak selalu kalah Ra,ada saatnya dimana kita harus diam dan membiarkan Tuhan yang bekerja atas semua masalah kita"
Keisha menuliskan hal tersebut dan pada akhirnya Keisha menjadi kuat karena perkataan nya sendiri.
Tak beberapa lama mobil memasuki halaman rumah sakit terbesar di Negara W.
"Ayo Keisha"
Aira dan Keisha turun dari dalam mobil dan segera menuju ke ruang Unit Gawat Darurat,setelah mereka sampai di sana semua anggota Chandradinata telah berkumpul.
"Sayang,kau harus kuat"
Kimmy yang mengetahui kedatangan Keisha segera memeluk menantunya tersebut.
"Mama Kim,aku tenang Ma,aku yakin suamiku akan baik - baik saja"
Kimmy tersenyum dengan semua perkataan yang Keisha tuliskan di dalam buku tulisnya.
"Bukan sebuah kebetulan jika kau masuk di dalam keluarga Chandradinata,Mama percaya kau wanita yang kuat dan pasti akan dapat berdiri di samping Alexander"
Albert , Michelle beserta beberapa tenaga medis lainnya mulai keluar dari ruang Unit Gawat Darurat.
"Michelle bagaimana keadaan adik mu"
"Pa,biarkan Albert saja yang menjelaskan semuanya"
Wajah Michelle tampak sangat lelah karena hari ini begitu banyak pasien sampai - sampai Michelle tidak dapat menghadiri pesta pernikahan Nathan dan Lisa.
"Tuan Edward,ini adalah sebuah keajaiban,karena jika di dalam dunia medis sebenarnya Alexander bisa dikaterogikan susah untuk tertolong,dimana semua korban kecelakaan beruntun hanya Alexander yang masih hidup"
"Lalu bagian tubuh apa yang cidera Albert?"
"Alexander tidak memiliki luka dalam,hanya beberapa jahitan saja di pelipisnya,namun"
"Namun apa Albert?"
"Kedua tangan dan ke dua Alexander patah,dan untuk hal ini membutuhkan waktu yang tidak sebentar dalam penyembuhannya"
Perkataan Albert kini membuat Keisha dan Kimmy menutup mulutnya secara bersamaan.
__ADS_1
"Astaga,semuanya patah?"
"Bukan hanya itu Bibi Kim,karena Alexander dicurigai dalam keadaan mabuk ketika mengendari mobilnya membuat lambung Alexander menjadi sedikit bermasalah"
"Hah apa maksudmu Albert?"
Semua yang berada di dalam ruangan itu tidak paham atas penjelasan Albert yang ini.
"Ma, maksud Albert, Alex sering mabuk Ma,dan karena dia sering meminum alkohol itu berdampak untuk lambung nya,nanti saat dia sudah sadar makanan yang masuk ke dalam adik ku itu harus betul - betul diperhatikan,selain itu dia akan kembali menjadi anak kecil lagi dimana semuanya harus di bantu,kaki dan tangannya yang patah semua otomatis membuat dia akan susah dalam melakukan segala aktivitasnya sendirian,Alex kau menyusahkan kami semua"
Michelle hanya bisa menggelengkan kepalanya ketika dia mengatakan semua hal tersebut di hadapan keluarga nya.
"Baiklah terima kasih untuk semua penjelasan kalian berdua,Papa akan mengurus semua korban yang telah meninggal"
"Pa aku dan Albert akan istrirahat dulu,seharian kami sangat lelah menangani pasien"
"Silahkan"
Setelah Edward mengatakan hal tersebut, Edward segera pergi kepada keluarga korban yang telah terkena tabrakan beruntun dari Alexander,kini tinggal Kimmy,dan Keisha saja yang tersisa,karena Aira dan Peter memilih untuk membantu Edward.
"Sayang"
"Ya Ma"
"Maafkan anak Mama,Mama tau dia pasti sering menyakiti hatimu"
Keisha terdiam dan sama sekali tidak mengatakan sepatah katapun.
"Ayo ke ruang eksklusif,kita beristirahat disana saja"
"Ya Ma"
Keisha menulis hal tersebut dan segera mengikuti langkah kaki Kimmy, setelah mereka sampai di ruang eksklusif,Kimmy membuatkan Keisha secangkir teh hangat.
"Minumlah,kau pasti kedinginan dengan baju seperti itu keluar dari kamar"
Keisha baru sadar jika dia masih menggunakan baju tidurnya hingga tiba di Rumah Sakit ini.
"Maafkan aku Ma,tadi aku sangat terburu - buru ketika aku mengetahui tuan Alexander kecelakaan,jadi aku sama sekali tidak sempat untuk berganti pakaian"
Tuan Alexander,? ternyata menantu ku ini masih memanggil suaminya dengan kata - kata tuan,berarti Alexander belum menerima dia didalam hatinya.
__ADS_1