
Sayang ada apa dengan mu?"
Albert mengusap kepala Michelle karena sejak tadi Albert melihat Michelle yang begitu pucat.
"Albert aku baik - baik saja,aku hanya sedikit pusing,aku sudah minum obat pasti sebentar lagi aku akan membaik"
Michelle tidak mengatakan bahwa sudah beberapa malam dirinya tidak dapat tidur dengan tenang setelah pertemuan terahkir nya dengan Dokter Jansen.
"Kau betul -betul baik - baik saja?"
Albert yang tidak percaya akan sikap Michelle mencoba untuk bertanya kembali.
"Albert jangan membuat kepala ku bertambah sakit dengan pertanyaan mu yang berulang - ulang itu"
Michelle kembali memegang kepalanya karena Albert yang tidak berhenti bertanya tentang keadaannya.
"Maafkan aku jika membuat mu kesal,tapi aku seperti itu karena aku sayang padamu"
Albert menatap wajah Michelle yang pucat dan mencium keningnya.
"Ya Albert aku tau,tapi aku bukan wanita yang suka di tanya hal yang sama berulang - ulang,bagiku itu tanda bahwa orang tersebut tidak percaya kepadaku"
Tatapan mata Michelle begitu tajam kepada Albert,tatapan rasa bersalah dan rasa cinta yang bercampur menjadi satu.
"Maaf,maaf jika kau malah mengartikan perhatian ku padamu seperti itu,tapi aku sama sekali tidak bermaksud seperti itu kepada mu"
"Ya Albert aku mengerti,bisa kau tinggalkan aku sendirian? aku ingin istirahat,hari ini tidak ada pasien lagi"
"Baiklah aku akan pergi tapi nanti sore aku akan menjemput mu disini lagi,aku yang akan mengantarkan mu pulang ke rumah utama,aku harap kau tidak menolaknya,aku hanya ingin menjaga wanita ku dengan baik"
Ingin sekali Michelle menolak permintaan Albert,namun melihat tatapan matanya membuat Michelle tidak tega untuk mengatakan hal tersebut,pada akhirnya Michelle hanya menganggukan kepala tanda setuju.
"Aku pergi, istirahat lah"
Albert kembali mencium kening Michelle dan pergi meninggalkan ruangan,kini hanya tinggal Michelle seorang diri di dalam ruangan tersebut.
"Albert maaf,aku harus bersikap seperti ini terhadap mu,kau laki - laki yang baik, sedangkan aku bukan wanita baik - baik,aku tidak dapat menjaga tubuhku hanya untuk satu laki - laki saja,namun aku sudah memberikan semuanya kepada Jansen,sungguh aku merasa tidak layak jika harus bersanding dengan mu"
Michelle mengatakan hal tersebut sambil meneteskan air matanya,rasa sesak,rasa intimidasi mendera perasaan Michelle sangat hebat,kisah masa lalu membuat Michelle hari ini hancur, Michelle seorang wanita kuat dan keras kepala hari ini begitu ketakutan jika kisah masa lalunya tersebut terbongkar,satu kondisi yang tidak pernah terlintas di dalam pikiran Michelle sebelumnya.
"Tak seharusnya hatiku mulai jatuh cinta pada mu Albert,aku kira setelah petualangan tersembunyiku dengan Jansen selesai aku tidak akan jatuh cinta dan menikah,namun kenyataannya sekarang aku malah bertemu dengan mu Albert,aku kira masa lalu tidak akan membuat ku merasakan rasa takut sampai seperti ini,namun semua perkiraan ku ternyata salah, sekarang aku harus bagaimana?"
Michelle kembali menangis di dalam diam, Michelle mencoba untuk bepikir di dalam tangisan nya,ingin sekali Michelle jujur kepada Albert tentang semua hal yang telah dia alami , namun di satu sisi Michelle takut jika kejujuran nya itu dapat membuat Albert pergi, karena kini Michelle mulai mencintai Albert.
__ADS_1
Hari itu Michelle mencoba untuk kembali berpikir dan terus berpikir sehingga membuat kepalanya bertambah sakit,dan pada akhirnya Michelle memutuskan kembali ke rumah utama tanpa memperdulikan janjinya dengan Albert.
Sementara itu di suatu tempat nampak Dokter Jansen yang hari ini tidak praktek sedang meneguk minuman keras,Dokter Jansen marah,Dokter Jansen malu karena baru kali ini ada satu wanita langsung menolaknya sebelum dia melakukan pendekatan lebih mendalam.
"Lihat saja,aku akan membalas semua hal yang telah kalian lakukan kepada ku"
Dokter Jansen mengatakan hal tersebut sambil terus meneguk minuman keras.
"Sayang apakah kau sudah selesai?"
Sore ini Alexander yang pekerjaan nya sudah selesai segera pergi ke toko bunga untuk pulang bersama dengan istrinya.
"Sebentar lagi selesai Alexander"
Keisha mengatakan hal tersebut sambil sibuk dengan laporan keuangan nya.
"Apa kau merasa ada kesulitan?"
Alexander yang mengetahui wajah kebingungan Keisha segera menghampiri.
"Ini,aku tidak mengerti"
Keisha menunjukan laporan tersebut kepada Alexander dan Alexander mencoba untuk melihat laporan yang ditunjukan oleh Keisha.
Alexander segera duduk di atas sofa dan meminta Keisha untuk duduk di atas pangkuan nya.
"Harus dengan cara seperti itu kau menjelaskan?"
Keisha mengatakan hal tersebut dalam bahasa isyarat dengan mengernyitkan dahi.
"Ya cara ini adalah cara yang ampuh untuk membuat mu bisa mengerti"
Keisha tersenyum dan langsung menuruti apa yang di minta oleh suaminya,Keisha duduk di pangkuan Alexander sambil mendengarkan penjelasan Alexander.
"Jadi sekarang kau mengerti apa yang sudah aku jelaskan?"
Alexander bertanya kembali kepada Keisha yang kini masih menatap laporan keuangan tersebut.
"Ya aku mengerti"
"Lalu apa imbalan yang akan kau berikan untuk laki - laki yang sudah mengajari mu ini"
Alexander tersenyum nakal mengatakan hal tersebut.
__ADS_1
"Aku tidak tau Alexander"
Keisha mengatakan hal tersebut sambil menggelengkan kepalanya.
"Sekarang ganti kau yang harus memejamkan mata,aku berjanji aku akan melakukan sesuai dengan kesangggupan mu"
"Alexander tapi ini kantor"
"Tak ada masalah dengan kantor,ini adalah ruangan pribadi mu dimana kau bisa bebas melakukan banyak hal"
Keisha terdiam dengan semua ucapan Alexander,ada perasaan takut ketika tubuhnya kembali menolak suaminya sendiri,namun untuk kali ini Keisha tidak kuasa untuk menolak karena tatapan mata Alexander seakan begitu memohon kepadanya.
"Baiklah,ajari aku"
Pada akhirnya Kalimat dalam bahasa isyarat tersebut yang keluar dari Keisha.
"Pasti sayang,kau harus mengatakan padaku jika kau sudah merasa tidak sanggup,jangan kau diam,karena ketika kau diam saat aku terus mencumbu mu itu akan membuat rasa trauma mu akan sulit hilang,apa kau mengerti?"
Keisha menganggukan kepalanya,Keisha berusaha mengerti apa yang saat ini Alexander maksud.
"Sekarang pejamkan matamu, percaya di dalam hati mu bahwa aku mencintai mu"
Keisha menganggukan kepalanya,ke dua tangan Keisha melingkar di leher Alexander.
Alexander yang melihat Keisha sudah memejamkan mata mulai mengusap kepala Keisha dengan lembut,mencium kening Keisha,mata,hidung dan mulai mencium lembut bibir Keisha.
Alexander memainkan bibir tersebut dengan irama yang beraturan, Alexander membuat ciuman nya begitu pelan,membuat Keisha menikmati nya,membuat Keisha nyaman dan merasa di cintai.
"Bagaimana apa yang kau rasakan saat ini?"
Selesai mencium Keisha Alexander kembali bertanya kepada Keisha.
"Aku tenang"
Alexander tersenyum mendengarkan jawaban dari Keisha.
"Baik kita mulai pada hal yang lebih dari ini,apa kau siap?"
Keisha menganggukan kepalanya, Alexander meletakan laporan keuangan di atas meja.
"Sekarang aku akan membuka kancing baju mu,tatap wajah ku saat aku melakukan hal itu"
Keisha menganggukan kepalanya,dan dengan perlahan Alexander mulai membuka satu kancing baju Keisha.
__ADS_1
Hai,pembaca setia tuan Alexander vote dan like yang banyak yah agar authornya semangat.😘😘