MY QUEEN ( I Love My CEO 2)

MY QUEEN ( I Love My CEO 2)
MULAI TERUNGKAP


__ADS_3

"Baiklah suami akan memejamkan mata sesuai yang istri inginkan"


Saat Alexander sudah memejamkan mata,dengan perlahan Keisha memegang kepala Alexander dan mengarahkan bibirnya kepada bibir Alexander.


Alexander langsung terkejut dengan hal dilakukan oleh Keisha pada dirinya.


Dengan perlahan Keisha melakukan gerakan lembut dan gerakan lembut tersebut semakin lama berubah menjadi gerakan cepat dengan gairah yang semakin tinggi.


"Cukup Alexander"


Saat gairah Alexander sudah semakin naik,tiba -tiba saja Keisha melepaskan ciuman tersebut dan mengatakan hal tersebut dengan bahasa isyarat.


"Ya,ya aku mengerti,biarkan aku mengatur nafasku,menjauh lah dari ku,aku takut menerkam mu sekarang"


Keisha yang masih memberikan pelukannya kepada Alexander langsung melepaskan pelukan tersebut dan menghindar beberapa langkah dari Alexander.


Nafas Alexander begitu cepat,gairah laki - laki nya begitu tinggi,saat ini jika Alexander tidak ingat bahwa istrinya sedang dalam masa pengobatan Alexander bisa saja langsung membuka semua pakaian istrinya dan langsung menerkam.


"Alexander, apakah kau baik -baik saja?"


Keisha yang menjauh kini dengan perlahan mulai kembali mendekati Alexander yang sudah terduduk di lantai.


"Ya sayang aku baik - baik saja"


Nafas Alexander yang perlahan mulai teratur membuatnya dapat menjawab pertanyaan Keisha.


"Alex maafkan aku"


Keisha sungguh tidak tega ketika melihat apa yang di alami Alexander saat ini.


"Sayang tidak ada yang perlu untuk di maafkan,aku suka dengan hadiah mu,sangat suka,terima kasih"


Alexander segera mencium kening Keisha dan kembali memeluk istrinya setelah Alexander bisa mengatur gairahnya.


"Sekarang aku akan kembali ke kantor,kau aku antar dulu ke rumah putih bagaimana?"


"Tidak,hari ini aku ingin langsung bekerja"


Alexander langsung mengernyitkan dahinya saat mendengarkan jawaban Keisha dengan bahasa isyarat.


"Tapi aku belum mengajarkan tentang bisnis pada mu"


"Kau bisa mengajarkan semua hal itu kepada ku nanti ketika kau kembali dari pekerjaan mu,aku akan aman berada disini,kau pergilah"


Alexander menatap Keisha yang mengatakan hal tersebut dengan bahasa isyarat, sebenarnya Alexander sangat berat meninggalkan istrinya disini,namun melihat antusias Keisha, Alexander tidak akan pernah tega.


"Baiklah,aku akan pergi,jaga diri mu baik - baik,jika kau membutuhkan sesuatu kau bisa meminta Aira membantu mu, sebentar lagi dia akan tiba,aku meminta Peter untuk menjemputnya dari rumah putih,mulai sekarang dia akan menjadi asisten mu di toko bunga ini"


"Terima kasih sayang,kau mengatur semua yang aku butuhkan dengan sangat baik"

__ADS_1


Keisha kembali mendekat ke arah Alexander dan langsung mencium kening Alexander sambil mengatakan hal tersebut dengan bahasa isyarat miliknya.


"Jangan kau cium aku terus seperti itu,karena ciuman mu itu sungguh bisa membuat aku mabuk,aku takut kehilangan kendali atas mu"


Alexander membisikkan banyak kata - kata tersebut ke telingga Keisha.


"Aku pergi dulu"


Alexander mengusap kepala Keisha dan segera meninggalkan ruangan tersebut.


"Keisha,tempat ini indah sekali"


Aira yang telah tiba segera berlari ke tempat kerja Keisha.


"Ya Aira,suamiku yang membuatkan semua ini untuk ku"


"Kau sungguh beruntung memiliki suami seperti tuan Alexander"


Aira melihat banyak foto pernikahan Keisha di kerjanya dan mengatakan hal tersebut.


"Ra,aku yakin suatu saat kau juga akan menemukan cinta sejati mu,laki - laki yang sangat mencintai mu"


Keisha mengatakan hal tersebut di atas alat tulisnya.


"Ya,aku berharap aku bisa segera menemukan pangeran itu nona Keisha"


Aira memeluk sahabatnya tersebut dengan manja.


"Ayo kita lihat semua bunga - bunga di toko ini,aku perlu untuk memeriksa semua bunga ini"


"Ayo"


Aira langsung menarik Keisha yang telah selesai menuliskan setiap kata - kata tersebut di atas alat tulisnya.


"Selamat pagi nona Keisha"


Saat Aira dan Keisha sedang memeriksa bunga di halaman depan tiba - tiba ada satu suara yang di kenal oleh Keisha.


"Dokter Jansen,selamat pagi Dokter,wah kebetulan sekali"


Keisha begitu gembira bertemu kembali dengan Dokter Jansen.


"Ya nona sungguh kebetulan sekali,jadi nona membuka toko bunga di daerah ini?"


Keisha langsung menganggukan kepalanya.


"Rumah ku tidak jauh dari toko bunga nona Keisha,itu tanda nya aku tidak akan pernah kesulitan jika aku membutuhkan bunga untuk hiasan di rumah ku?"


"Tentu saja tidak tuan,aku akan memberikan harga khusus jika kau berbelanja bunga hari ini,harga khusus pertemanan kita"

__ADS_1


Keisha mengatakan hal tersebut dengan bahasa isyarat dan sambil tersenyum.


"Baiklah,aku terima harga terbaik anda nona, dapatkah nona membantu ku untuk memilih bunga?"


"Tentu saja Dokter,aku akan melayani pelanggan ku dengan baik,mari tuan"


Keisha segera mempersilahkan Dokter Jansen untuk memilih bunga dan setelah itu Keisha mengajaknya untuk masuk ke dalam tokonya.


Selain toko ini menjual banyak bunga, Alexander juga membuat satu coffe shop di lantai pertama.


"Luar biasa indah tempat ini nona,kopi nya ini juga enak"


"Terima kasih Dokter Jansen,ini semua adalah ide dari suamiku"


Deg


begitu kata suami di sebut oleh Keisha dengan bahasa isyarat,Dokter Jansen ingin sekali melemparkan gelas yang masih berisikan kopi tersebut.


"Ah seperti itu, ternyata Alexander sangat mencintai istrinya"


"Ya tuan,suami sangat mencintai ku"


Dengan bangga Keisha mengatakan semua hal tersebut kepada Dokter Jansen.


Sebentar lagi dia akan membenci mu,kau akan jatuh ke dalam gengganman ku nona.


Dokter Jansen mengatakan hal tersebut di dalam hatinya sambil meneguk minuman nya.


"Baiklah nona aku harus kembali ke Rumah Sakit,terima kasih untuk harga khusus yang kau berikan pada ku hari ini"


Selesai mengatakan hal tersebut Dokter Jansen langsung berlalu dari hadapan Keisha dan Keisha langsung beraktivitas seperti biasa.


Namun ada sepasang mata yang sejak tadi mengamati pembicaraan mereka, sepasang mata yang ingin tau ada apa di antar mereka.


"Nona Aira anda sedang melamun?"


Satu pelayan menegur Aira yang sejak tadi memperhatikan Dokter Jansen dan juga Keisha.


"Ah tidak nona,mari kita lanjutkan pekerjaan kita"


Aira berusaha agar pelayan tersebut tidak curiga jika dirinya telah memperhatikan.


Sementara di kantor,Alexander sedang mengamati berkas - berkas yang diberikan oleh Peter.


"Jadi Kakek dari istriku sendiri yang melakukan transaksi itu?"


"Betul,tuan Alexander bisa melihat di dalam laporan tersebut bahwa Kakek dari nona Keisha menerima sejumlah uang"


"Jadi dengan kata lain istri ku sebenarnya tidak diculik tapi memang sengaja untuk di jual seperti itu Peter?"

__ADS_1


"Ya tuan"


"Kurang ajar!!sampai sekarang istriku masih belum mengetahui kebenaran ini Peter"


__ADS_2