MY QUEEN ( I Love My CEO 2)

MY QUEEN ( I Love My CEO 2)
UNGKAPAN HATI PETER


__ADS_3

"Yang mulia Ratu melakukan pemujaan di ruangan ini?"


"Ya Melisa,dan aku ingin kau belajar untuk melakukan nya juga karena ini akan berhubungan dengan rencana kita selanjutnya"


Melisa menjadi sangat aneh berada di ruangan tersebut,buluk kuduknya berdiri dengan segala sesuatu hal yang berada disana.


Dengan perlahan Melisa melihat mulut Rena yang mengucapkan beberapa mantra,dan seketika itu juga ruangan menjadi semakin dingin.


"Yang mulia Ratu apakah kita tidak bisa menggunakan racun saja untuk menyerang keluarga Chandradinata?"


Melisa mengatakan hal tersebut sambil menutup tubuh dengan ke dua tangannya,hawa dingin semakin sangat terasa di dalam ruangan tersebut.


"Keluarga Chandradinata memang sangat terkenal dengan kepintarannya,namun mereka tidak pernah terjun di dalam dunia seperti ini,jadi akan lebih efektif menggunakan cara seperti ini"


Rena mengatakan hal tersebut sambil tersenyum kepada Melisa namun kini Melisa semakin takut dengan Ratu Negara B tersebut.


"Jadi yang mulia Ratu apa yang harus aku. lakukan?"


Rena mengambil buku catatan kecil dan menyerahkan buku tersebut kepada Melisa.


"Baca buku kecil ini,maka kau akan tau apa yang harus kau lakukan,aku yakin kau menyukai rencana kali ini,karena ini akan berhubungan dengan tujuan mu juga"


Rena kembali tersenyum kepada Melisa saat sudah menyerahkan buku kecil tersebut.

__ADS_1


"Kau juga bebas menggunakan ruangan ini"


Dan terakhir perkataan ini yang Rena katakan kepada Melisa,kini tinggal Melisa yang masih berada di dalam ruangan pemujaan tersebut.


Dengan perlahan Melisa membuka satu per satu isi buku kecil tersebut dan setelah itu terpancar senyuman dari wajah Melisa.


"Aku mengerti apa yang dimaksudkan oleh Ratu Negara B ini, baiklah aku akan mengikuti semua rencanannya ini,aku tidak akan keberatan jika memang akan seperti ini akhir dari jalan ceritanya tersebut"


Melisa kembali menutup buku kecilnya tersebut,keluar dari dalam ruangan dan bersiap untuk rencana selanjutnya.


Sementara itu di Cambodia.


"Lilian"


"kak Peter,kakak sudah sadar?"


Lilian tersenyum ketika melihat Peter sudah membuka matanya.


"Lilian bagaimana keadaan mu?apakah kau baik -baik saja?"


Tangan Peter langsung memegang pipi Lilian dan merasakan air mata yang mengalir membasahi pipi tersebut.


"Lilian ada apa?kenapa kau menangis?"

__ADS_1


Peter sangat terkejut ketika melihat gadis yang dia cintai tersebut kini menangis.


"Kak Peter Lilian begitu takut jika karena peristiwa kemarin Lilian tidak akan pernah untuk bertemu dengan kak Peter lagi,Lilian takut kehilangan kak Peter"


Lilian kembali menangis ketika dia mengingat bagaimana Peter tertembak dan harus berada di dalam masa kritis.


"Lilian,dengarkan,aku tidak akan mudah untuk mati,mulai sekarang aku yang akan melindungi mu,mulai sekarang aku tidak akan membiarkan mu disakiti oleh siapapun lagi"


Peter mengatakan hal tersebut sambil mengusap kepala Lilian.


"Iya kak,kak Peter Lilian sayang kakak,Lilian tidak mau kehilangan kakak lagi"


"Aku juga sama Lilian,aku tidak mau kehilangan dirimu lagi,karena aku,karena aku"


Peter langsung terdiam dengan kata -katanya sendiri.


"Karena apa kak?"


"Karena aku mencintai mu Lilian"


Hai,pembaca setia tuan Alexander vote dan like


author yah agar authornya bisa tambah semangat lagi.

__ADS_1


__ADS_2