
Aku ingin menjadi ratu di dalam pesta itu"
Keisha mengatakan hal tersebut dengan bahasa isyarat.
"Baiklah,aku akan memenuhi keinginan mu"
"Tapi Alexander,mana mungkin waktunya tinggal dua hari lagi"
"Semua mungkin jika aku yang melakukan nya, sekarang tidurlah"
Alexander memeluk Keisha di dalam tidurnya,malam hari ini Alexander berjanji di dalam hati nya bahwa dia akan selalu membuat istrinya bahagia.
"Hei kenapa kau menangis?"
Rasa kantuk Alexander tiba - tiba hilang saat Alexander tiba - tiba melihat istrinya menangis di dalam pelukannya.
"Alex,aku rindu Kakek"
Keisha mengatakan hal tersebut dengan bahasa isyarat.
"Apakah kau betul-betul mencintai Kakek mu itu?"
Alexander mengatakan hal tersebut dengan memandang tajam ke arah Keisha.
"Ya Alexander aku sangat merindukan Kakek,sampai saat ini beliau masih berada di tangan tuan Lio,aku rindu aku bisa berkumpul kembali dengan Kakek"
Deg
Alexander sangat ingin marah ketika dia mendengarkan perkataan dari Keisha,ingin sekali Alexander mengatakan hal yang telah dilakukan kakek tersebut kepadanya,namun air mata Keisha membuat Alexander tidak mampu untuk mengatakan hal tersebut.
"Kau harus sabar,tidak mudah untuk membawa Kakek mu kembali"
"Ya Alex aku bisa mengerti,maafkan aku yang malam ini terlalu sensitive,tuan Lio adalah laki - laki berkuasa, pasti akan sangat sulit untuk membuat tuan Lio bisa menyerahkan Kakek kembali bersama dengan ku,aku akan menunggu nya,aku percaya keadaan Kakek ku akan baik - baik saja"
Keisha kembali mengucapkan semua hal yang dia rasakan dengan bahasa isyarat masih dengan Alexander yang memandang nya dengan tajam.
"Tidurlah aku sudah mengantuk"
Keisha langsung memeluk Alexander dan tenggelam di dalam tidurnya.
Bukan karena Lio yang terlalu berkuasa sehingga aku tidak bisa merebut Kakek mu dari tangannya,namun aku memang dengan sengaja tidak mau membebaskan dia, karena dia kau jadi menderita seperti ini,maafkan aku yang belum bisa menceritakan kisah yang sebenarnya,aku masih takut jika emosimu belum stabil dan itu dapat mempengaruhi kesembuhan pengobatan mu.
Alexander mengatakan hal tersebut di dalam hati dan berakhir dengan ciuman malam kepada istrinya.
Malam hari ini Alexander memutuskan untuk sejenak menutup sebuah kebenaran yang Keisha belum tau,Alexander menunggu waktu yang tepat untuk bisa mengatakan hal tersebut kepada istrinya,malam hari ini Alexander tidur dengan satu rahasia besar yang masih tersimpan, rahasia yang menjadi benang merah penghubung masa lalu istrinya.
__ADS_1
"Selamat pagi Keisha"
Pagi itu Aira masuk ke dalam kamar Keisha, Keisha bangun namun sudah tidak mendapatkan lagi Alexander berada disisinya.
"Ra dimana suamiku?"
"Tuan Alexander hari ini berangkat pagi - pagi sekali,tadi tuan Alexander mengatakan jika dia tidak ingin membangunkan mu,ayo Keisha kita sarapan karena setelah ini banyak yang akan kita siapkan"
Aira menggiring Keisha ke kamar mandi dan setelah Keisha selesai mandi Aira segera menyiapkan sarapan untuk Keisha.
"Ra sebenarnya kita akan kemana?"
Keisha mencoba bertanya kepada Aira dengan bahasa isyaratnya.
"Aku tak tau pembicaraan kalian tadi malam seperti apa,namun pagi ini tiba - tiba saja tuan Alexander meminta aku untuk membawa mu ke butik yang biasa di pakai oleh keluarga Chandradinata untuk mengelar pesta,jadi ayo kita harus segera berangkat,lokasi butik itu tidak jauh dari toko bunga,jadi setelah kita dari butik kita langsung ke toko bunga"
Keisha yang sudah mengerti arah pembicaraan Aira langsung menghabiskan sarapan pagi nya itu dengan cepat.
"Ayo Ra kita berangkat"
Selesai sarapan pagi Keisha langsung mengajak Aira untuk pergi.
Sesampainya di butik Keisha memilih beberapa gaun yang akan dia gunakan di pesta nanti.
"Bagaimana apakah aku terlihat cantik?"
"Sempurna kau terlihat sangat cantik Keisha"
Aira tersenyum memandang sahabatnya tersebut.
"Baiklah dengan begitu kita harus ke toko bunga,ayo"
Keisha yang sudah mendapatkan apa yang dia inginkan segera menarik Aira untuk ke toko bunga,semua gaun yang telah dibeli ditaruh di di dalam mobil, karena jarak toko bunga dan butik cukup dekat mereka memutuskan untuk berjalan kaki.
"Selamat pagi nona - nona"
Begitu mereka masuk ke dalam toko,sudah ada suara yang tidak asing menyapa mereka.
"Dokter Jansen? pagi sekali Dokter berada disini?"
"Ya nona kebetulan aku akan pergi ke Rumah Sakit jadi kemari sebentar untuk menikmati kopi dan juga memberi beberapa bunga"
"Ah seperti itu, kebetulan ada beberapa hal yang ingin aku bicarakan dengan Dokter"
"Berbicara dengan ku?"
__ADS_1
"Ya Dokter,mari kita duduk"
Keisha mengatakan semua itu dengan bahasa isyarat dan mengajak Dokter Jansen untuk duduk hanya berdua.
"Jadi apa yang ingin kau bicarakan dengan ku nona Keisha?"
"Dokter Jansen aku akan langsung pada inti permasalahan yang akan aku katakan"
"Baiklah katakan semua yang ingin nona katakan"
Keisha terdiam dengan menarik nafasnya dalam - dalam sebelum mengatakan beberapa hal tersebut kepada Dokter Jansen.
"Baiklah pertama - tama aku ingin mengatakan kepada Dokter Jansen bahwa kita tidak bisa melanjutkan pertemanan kita,aku wanita bersuami dan aku menjaga perasaan suami ku"
"Ke dua aku sangat mencintai suamiku,jadi dengan berat hati aku harus mengatakan kepada Dokter bahwa jangan pernah sekali - sekali bepikir untuk bisa menganggu hubungan kita"
Keisha mengatakan semua hal tersebut dalam bahasa isyarat dan perkataan demi perkataan yang Keisha ucapkan dengan berani membuat Dokter Jansen memandangnya dengan sangat tajam.
"Pergilah Dokter Jansen,aku tidak mau suamiku Salah paham"
Selesai mengatakan hal tersebut Keisha langsung berdiri dari tempat duduknya masuk ke dalam ruang kerja meninggalkan Dokter Jansen yang masih terduduk di coffee shop.
Dokter Jansen sangat marah dengan perkataan Keisha,baru kali ini Dokter Jansen menerima langsung penolakan dari seorang wanita.
Dengan wajah merah padam,Dokter Jansen beranjak dari tempat duduknya dan meninggalkan toko bunga tersebut.
"Dia marah,dia pergi"
Satu wanita mengatakan hal tersebut ketika melihat kepergian Dokter Jansen.
"Nona Aira ini pesanan yang harus di antar"
Satu pelayan membuatnya kembali tersadar dengan perkataan nya.
"Ah baiklah,aku akan meminta supir untuk mengantarkan pesanan bunga ini"
Tangan Aira mencoba untuk meraih bunga - bunga yang akan di kirimkan,namun tidak dengan matanya yang seakan - akan ingin terus mencari Dokter Jansen yang kita sudah menghilang dari pandangannya.
Sementara itu di Rumah Sakit.
"Sayang ada apa dengan mu?"
Albert mengusap kepala Michelle karena sejak tadi Albert melihat Michelle yang begitu pucat.
"Albert aku baik - baik saja,aku hanya sedikit pusing,aku sudah minum obat pasti sebentar lagi aku akan membaik"
__ADS_1
Michelle tidak mengatakan bahwa sudah beberapa malam dirinya tidak dapat tidur dengan tenang setelah pertemuan terahkir nya dengan Dokter Jansen.