MY QUEEN ( I Love My CEO 2)

MY QUEEN ( I Love My CEO 2)
KESEHATAN MICHELLE


__ADS_3

Kimmy yang mendengar penjelasan dari Melisa pada akhirnya hanya bisa menarik nafasnya dalam -dalam.


"Baiklah, baiklah kita tutup permasalahan ini sampai disini saja ya,Papa Ed kalian tidak perlu tau hal semacam ini,kalian mengerti?"


Dan pada akhirnya perdebatan mereka selesai sampai di sana saja, selanjutnya mereka segera menyelesaikan setiap aktivitas nya masing - masing.


Sementara itu di Chandradinata Corp Edward yang telah selesai memimpin rapat kembali masuk ke dalam ruangannya dan mulai untuk kembali berdiskusi dengan Doni dan Richard .


"Edward ada apa,mengapa kau memanggil kami kemari?"


"Kalian sudah melihat berita tentang putra mahkota Negara B?"


"Ya kami melihatnya,ada apa?"


"apakah kalian tidak menaruh curiga mengapa Raja Yuwen tidak ada?"


"Edward menurut sumber dari orang yang aku kenal,Raja Yuwen dan keluarga meninggal dalam tragedi kecelakaan beruntun di bawah jembatan layang,dan ini sudah diketahui oleh media,apa kau tidak melihatnya?"


"Ah seperti itu Richard ,mungkin aku saja yang terlalu mencemaskan keadaan,entah mengapa saat aku melihat wajah Rena,aku selalu mengingat peristiwa pengkhianatan yang telah dia lakukan kepada kita semua"


"Ya kau benar Edward,namun alangkah baiknya kita tutup semua lembaran masa lalu itu, sekarang mari kita nikmati masa tua kita"


"Entahlah Richard aku merasa Rena belum selesai dengan rencana - rencana jahatnya"


Edward yang sedang gelisah mengetuk - ngetuk jarinya di atas meja sambil terus memikirkan Dokter Rena.


"Sudahlah Edward,lebih baik sekarang kau pikirkan tentang Alexander,baru saja aku menerima kabar dari Michelle bahwa Alexander akan mempercepat pertunangannya dengan nona Melisa"


"Mempercepat pertunangan,mengapa aku tidak tau Richard ?"


"Mungkin Alex belum membicarakan nya dengan mu,karena baru saja Michelle memberitahukan kepadaku,Alex hari ini datang ke Rumah Sakit dan membicarakan hal ini dengan nona Melisa,dia juga habis ditegur oleh istri mu karena berciuman dengan nona Melisa di ruang kerja nona Melisa"


Edward yang mendapat laporan dari Richard memandang tajam ke arah Richard dan pada akhirnya hanya menggelengkan kepalanya.


"Aku kira dia tidak ada miripnya denganku,namun soal mengekspresikan perasaan ternyata dia sangat mirip dengan ku"


"Hahaha,wajar Edward Alex adalah anak mu dan nona Kim,pasti akan ada beberapa sisi yang tetap mirip denganmu,pikirkan pertunangan Alex,mungkin nona Kim akan menceritakan hal ini setelah kau kembali ke rumah"


Richard berdiri dari tempat duduknya dan segera meninggalkan ruang kerja Edward setelah mereka mengatakan hal tersebut, sementara itu Edward yang protektif terhadap Alex tiba - tiba memikirkan sesuatu hal.


"Don, tolong kau selidiki tentang latar belakang keluarga nona Melisa,aku tau keluarga Fang Li tapi aku ingin kau menyelidiki lebih lagi,karena beberapa kali aku mendengarkan tentang rumor tak sedap dari keluarga terpandang tersebut"

__ADS_1


"Baik tuan Edward"


Doni yang mendapat tugas dari Edward segera saja berdiri dari tempat duduknya dan meninggalkan ruang kerja Edward tersebut.


Sementara itu di Rumah Sakit,Albert yang saat ini sudah tak kuasa menahan rindunya kepada Michelle segera saja beranjak dari ruang kerjanya untuk menemui Michelle.


"Dokter Michelle boleh aku masuk?"


Michelle yang telah menyelesaikan satu operasi dan baru saja duduk di kursi tempat kerjanya seakan - akan begitu malas begitu melihat Albert masuk ke dalam ruangannya.


"Dokter Albert, tolong ketuklah pintu terlebih dahulu jika mau masuk"


"Maafkan aku Dokter Michelle"


"Ada perlu apa anda datang kemari?"


"Aku merindukan mu"


Senyum Albert dan tatapan matanya yang tajam membuat Michelle sejenak terdiam begitu Albert mengatakan hal itu.


"Tapi sayangnya aku tidak merindukan mu Dokter Albert"


"Tak masalah, karena pada nantinya kau yang mengemis kerinduan itu kepada ku"


"Tentu,aku juga percaya diri bahwa aku ingin mengatakan bahwa aku mencintaimu Dokter Michelle"


"Tapi sayangnya aku tidak akan mencintai mu Dokter Albert"


"Tak masalah,karena perkataanmu akan berbalik menyerangmu sendiri,suatu saat kau yang akan berbalik tergila -gila kepadaku"


Senyum Albert yang penuh dengan kemenangan mampu membuat Michelle begitu kesal dan segera bersiap untuk berdiri.


"Kau!,ah sudahlah aku mau keluar saja dari ruangan ini,suasana di dalam ruangan ini sungguh tidak enak"


"Kau takan bisa keluar nona"


Michelle yang sudah mulai berdiri tiba - tiba dihadang oleh Albert.


"Minggir kataku"


"Tidak mau"

__ADS_1


"Mingggir!!!"


Michelle berteriak dengan sangat kencang kepada Albert dan dan detik itu juga Michelle jatuh ke dalam pelukan dari Albert dan pingsan.


"Hei,nona kau mau mengelabui aku?astaga ini tidak lucu"


Albert yang kaget dengan Michelle yang tiba-tiba pingsan segera mengendong Michelle dan membawa Michelle menuju ke ruang Unit Gawat Darurat.


"Dokter Albert ada apa dengan Dokter Michelle?"


"Entahlah suster,dia tiba - tiba saja pingsan,nyalakan lampu dan siapkan semua peralatan medis"


"Baik Dokter Albert"


Albert dengan segera mencoba untuk menyadarkan Michelle yang saat ini masih pingsan dan tak beberapa lama pada akhirnya Michelle membuka matanya kembali.


"Hei nona,kau sangat membuat aku kaget"


"Kenapa aku ada di ruangan ini?"


Michelle yang sudah sadar mencoba untuk duduk di tempat tidur di dalam ruangan tersebut.


"Kau tiba - tiba saja pingsan setelah kita beradu mulut"


"Ah seperti itu,baiklah aku akan segera kembali ke ruang kerjaku saja"


"Tidak boleh!"


Tiba - tiba Albert berkata tegas kepada Michelle.


"Kenapa kau melarangku?apa hak mu melarang aku ha?"


"Ada hak ku disini, sebagai seorang Dokter yang saat ini sedang melarang pasiennya berbuat nekat"


"Tapi, pekerjaan ku semuanya belum selesai dan"


"Sssasst,ketika dokter sudah melarang itu berarti tetap tidak boleh,ada banyak Dokter hebat di Rumah Sakit ini dan aku yang akan meminta mereka mengantikan tugasmu,apa kau mengerti,aku tidak mau untuk kau bantah,aku tidak mau berdebat lagi dengan mu,jika kau menolak aku bisa melakukan hal nekat terhadapmu,kau tidak akan kuat melawannya karena saat ini kau sedang lemah"


Tatapan tajam Alexander kepada Michelle pada akhirnya membuat Michelle semakin menundukkan wajahnya dan pada akhirnya Michelle mengangguk menuruti semua perkataan dari Albert.


"Baiklah,selamat beristirahat nona"

__ADS_1


Albert memberikan ciuman sayang di puncak kepala Michelle yang pada akhirnya membuat Michelle tersentak dan belum sempat Michelle membalas Albert dengan kata - kata, Albert sudah keluar dari ruangan tersebut dengan penuh kemenangan.


__ADS_2